Sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, Direktur Jenderal Perkebunan atas nama Menteri Pertanian RI baru-baru ini telah menerbitkan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) Nomor 83/Kpts/KB.020/10/2023 tanggal 26 Oktober 2023 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengewasan Benih Vanili (Vanilla planifolia Andrews) untuk menggantikan Kepmentan Nomor 08/Kpts/KB.020/1/2018 tentang hal yang sama. Hal tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu vanili, melalui penyediaan benih sumber dan benih sebar unggul/unggul lokal yang dihasilkan dari kebun benih sumber yang telah ditetapkan dengan varietas vanili yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian. Kepmentan No.83 tahun 2023 tersebut terdiri atas 5 BAB, yaitu: BAB I PENDAHULUAN: berisi Latar Belakang, Maksud dan Tujuan dan Ruang Lingkup serta Pengertian-pengertian; BAB II PRODUKSI BENIH berisi tentang: Pembangunan Kebun Induk (KI), Penetapan dan Evaluasi Kebun Induk Vanili, dan Penetapan dan Evaluasi Kebun Benih Sumber Vanili; BAB III tentang SERTIFIKASI BENIH: Sertifikasi Benih Vanili, BAB IV berisi tentang PEREDARAN DAN PENGAWASAN BENIH; dan BAB V PENUTUP. Tulisan ini akan menyampaikan standar Produksi benih vanili unggul berserstifikat dan berlabel berdasarkan Kepmentan yang baru dirilis tersebut. Bahan tanam: Bahan tanam vanili (setek) harus menggunakan benih varietas unggul yang telah dilepas dan bersumber dari kebun induk atau kebun benih sumber yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Setek dipilih dari sulur tanaman yang sehat, ditandai oleh warna daunnya yang hijau bersih, bebas serangan hama dan penyakit utama, dalam keadaan tidak berbunga atau berbuah dan sedang dalam pertumbuhan aktif, dengan umur pohon induk minimal 6 bulan atau umur pohon induk ≥ 1 tahun dan tidak dirangsang untuk pembentukan bunga. Cara perbanyakan benih vanili dapat dilakukan melalui perbanyakan Setek Panjang (5-7 ruas), Perbanyakan Setek Pendek ( 1 ruas) dan Teknik kultur jaringan. Perbanyakan Benih Vanili dengan Setek Panjang Perbanyakan benih vanili dengan setek panjang meliputi tahapan: pengambilan setek, waktu pengambilan setek, perlakuan setek sebelum penyemaian, dan persemaian. Pengambilan setek: (1) Sulur yang baik untuk dijadikan setek adalah sulur yang belum pernah mengeluarkan bunga. (2) Pengambilan setek dilakukan pada pertengahan musim penghujan, atau saat pertumbuhan pohon induk dalam keadaan aktif (3) Setek diambil dari ruas ke ≥ 4 dari bagian pucuk (pucuk sulur yang telah dipotong 4-6 minggu sebelumnya, yaitu pada saat tunas-tunas sudah mulai aktif dan tampak menonjol di ketiak daun) (4) Pengambilan setek pertama dilakukan pada umur minimal 6 bulan, dengan cara memotong sulur pada awal musim penghujan. (5) Pengambilan sulur dan pemotongan setek miring dengan menggunakan pisau cutter yang tajam, tidak boleh menggunakan gunting (dikhawatirkan jaringan sulur atau setek rusak). (6) Setiap pohon induk tanaman vanili diambil satu sulur dengan panjang sulur ± 2 m (10 – 15 ruas), sehingga diperoleh 2 setek panjang, dengan masing-masing 5 – 7 ruas yang akan disemaikan terlebih dahulu atau dapat langsung ditanam. (7) Pengambilan setek selanjutnya dilakukan dengan interval minimal 6 bulan Perbanyakan Benih Vanili dengan Setek Pendek Perbanyakan benih vanili dengan setek pendek meliputi tahapan pengambilan setek, waktu pengambilan setek, perlakuan setek sebelum penyemaian, dan persemaian. Pengambilan setek: (1) Setek yang diambil berasal dari sulur yang belum pernah mengeluarkan bunga. Pada setiap pohon induk diambil satu sulur dengan panjang ± 2 m (10 – 15 ruas), sehingga dapat diperoleh setek setek pendek satu ruas berdaun tunggal (satu daun) atau satu buku berdaun tunggal (10 – 15 ruas) yang disemaikan terlebih dahulu sampai dengan 5 – 7 ruas baru siap tanam. perbanyakan berada dalam keadaan aktif. (2) Setek diambil dari ruas ke ≥ 4 dari bagian pucuk. Pengambilan setek dilakukan 4 – 6 minggu setelah pemotongan pucuk sulur, yaitu pada saat itu tunas-tunas sudah mulai aktif dan tampak menonjol di ketiak daun. (3) Pengambilan setek pertama dilakukan pada umur tanaman minimal 6 bulan, dengan cara memotong sulur pada awal musim penghujan. (4) Pengambilan sulur dan pemotongan setek dengan menggunakan pisau curter yang tajam, apabila pemotongan menggunakan gunting dikhawatirkan jaringan sulur atau setek akan rusak. Waktu pengambilan Setek : (1) Waktu pengambilan bahan tanam sangat tergantung dari cara penanaman yang akan dilakukan. Jika petani tidak melakukan persemaian terlebih dahulu, atau akan langsung ditanam di lapangan dengan menggunakan setek panjang, maka waktu pengambilan setek segera menjelang waktu tanam. (2) Jika petani menggunakan benih dari setek pendek (satu ruas berdaun tunggal), maka waktu pengambilan setek dilakukan 4 – 6 bulan sebelum tanam karena akan disemai terlebih dahulu. (3) Pengambilan setek dilakukan pada pertengahan musim penghujan, yaitu pada saat pertumbuhan pohon induk atau pohon perbanyakan berada dalam keadaan aktif. (4) Sebelum dilakukan pengambilan sulur, terlebih dahulu dilakukan pemotongan akarakar lekat dari Tajar Hidupnya. Sulur-sulur tersebut kemudian dipotong-potong sesuai kebutuhan (setek panjang atau setek pendek). Akar-akar lekat yang terdapat pada buku dibuang untuk merangsang keluarnya akar baru. Perlakuan Setek Pendek sebelum persemaian: (1) Sulur vanili setelah dipotong tidak mudah layu, karena sulur vanili bersifat sukulen sehingga lebih tahan disimpan. Namun demikian, perlakuan setelah pemangkasan sebelum persemaian masih diperlukan. (2) Sulur yang baru dipotong dari tanaman segera dibawa ke tempat (ruang) yang teduh untuk kegiatan penyiapan selanjutnya. Sulur dipotong - potong sepanjang 5 – 7 ruas untuk setek panjang atau satu ruas berdaun tunggal untuk setek pendek. (3) Setek disortir dengan cara membuang setek-setek yang berpenampilan jelek, yang sulur dan daunnya berwarna kuning, serta bercakbercak putih-hitam (4) Sulur yang sehat dicuci dengan air sampai lendir bersih pada bekas pemotongan, selanjutnya sulur direndam dengan larutan fungisida dengan konsentrasi 0,2 – 0,3% selama ± 15 menit. (5) Selanjutnya setek dihampar di atas kertas koran atau rak-rak di tempat teduh dan lembap untuk ditiriskan. (6) Untuk mempercepat keluarnya akar, setek dapat diberikan perlakuan dengan menggunakan zat perangsang perakaran. (7) Calon benih vanili setek pendek harus disemaikan terlebih dahulu di dalam polibeg atau bedengan sampai tumbuh dan mempunyai 5 – 7 ruas Persemaian Benih Vanili Untuk Sulur Pendek ( 1 ruas daun tunggal) Pembuatan Rumah Atap: (a) Rumah atap berlokasi dekat sumber air, dekat lokasi kebun atau lahan yang akan ditanami dan mudah didatangi/dikontrol. (b) Rumah persemaian dibuat dengan tinggi atap bagian timur ± 2 m dan bagian barat ± 1,75 m atau rumah kaca, dan besarnya disesuaikan dengan kebutuhan. Atap dapat terbuat dari rumbia, alang-alang, atau daun kelapa yang disusun rapih, atau paranet 50%. (c) Bagian bawah sekeliling rumah atap diberi pagar untuk menghindari gangguan ternak, unggas, dan terpaan sinar matahari yang berlebihan. (d) Intensitas sinar matahari yang masuk ke rumah atap sebesar 30 – 50%. Di sekeliling rumah atap bagian luar dibuat saluran pembuangan air (drainase), untuk mencegah terjadinya genangan-genangan air. Pembuatan Bedengan: (a) Bedengan dibuat di bawah rumah atap dengan ukuran lebar 100 – 125 cm, tinggi 20 – 25 cm, dan panjang sesuai dengan kebutuhan. (b) Tanah bedengan ini dicangkul halus dan ditambahkan pupuk kandang sapi dan pasir, dengan perbandingan (%) tanah : pupuk kandang : pasir = 2 : 1 : 1. Apabila pasir tidak tersedia maka dapat dibuat campuran dengan perbandingan tanah + pupuk kandang = 2 : 1, dan jika pupuk kandang sapi terbatas, maka dapat dipakai campuran tanah dan pupuk kandang sampai 4 : 1. (c) Bedengan diberi 0,5 kg dolomit/m2 atau 0,5 kg kapur silikat (CaOSiO2) dan diaduk merata, serta dapat juga menggunakan media cocopeat. Bagian tepi bedengan diberi pembatas atau dibuat bak-bak untuk mencegah tanah luruh keluar. (d) Bedengan disiram setiap hari dengan memakai gembor sampai cukup basah Persemaian setek dalam bedengan: (a) Setek yang digunakan berasal dari setek pendek satu ruas berdaun tunggal. (b) Setek ditanam miring dengan jarak 10 x 10 cm, bagian buku yang berdaun tepat di atas permukaan tanah dan buku kedua (tanpa daun) sedikit lebih dalam. Tanah di sekitar setek dipadatkan (tekan) dan daun-daun setek diatur agar bersandar di atas tali rafia. (c) Agar daun pada setek vanili tidak mudah terinfeksi penyakit, maka sebelumnya telah direntangkan tali rafia membujur/ melintang bedengan dengan jarak 10 – 15 cm, supaya daun tidak menempel ke tanah. (d) Penggunaan setek pendek harus disemaikan terlebih dahulu sampai sulur tumbuh menjadi 5 – 7 ruas. Pemeliharaan Setek dalam Bedengan: (a) Setiap dua hari sekali atau tergantung kondisi tanah bedengan disiram dengan menggunakan gembor dan disemprot dengan menggunakan sprayer agar daun dan lingkungan tumbuh setek tetap lembap. Rumput-rumput yang ada dibuang dan setiap 10 – 14 hari sekali persemaian disemprot dengan pestisida. (b) Untuk menjamin agar kelembapan lingkungan tumbuh tetap terpenuhi, yaitu 60 – 75%. Sebaiknya bedengan persemaian diberi sungkup plastik berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi 50 – 60 cm. (c) Setelah ± 1 bulan setek mulai bertunas, dan apabila setek telah mempunyai 1 – 2 daun, baru diberikan pemupukan lewat daun. (d) Penyemprotan 2 g/l pupuk daun dilakukan setiap 1 – 2 minggu sekali dan waktu pemyemprotan yang paling efektif adalah sore/malam hari. (e) Apabila sulur mulai memanjang, maka perlu dipasang tegakan dari belahan bambu untuk tempat memanjat sulur. (f) Sulur yang memanjat perkembangan diameter batang dan luas daun akan lebih baik daripada sulur yang menjalar (g) Apabila sulur telah memiliki 5 – 7 ruas, maka benih vanili tersebut siap untuk disalurkan. Persemaian setek dalam polibeg: (a) Setek yang digunakan berasal dari setek pendek satu ruas berdaun tunggal. (b) Penanaman dalam polibeg dapat dilakukan dengan menggunakan setek satu ruas berdaun tunggal dengan ukuran polibeg ukuran 20 x 15 cm yang diisi media tumbuh seperti pada bedengan. (c) Sebelum ditanam, setek-setek dicuci terlebih dahulu dengan air, kemudian direndam dalam larutan fungsida konsentrasi 0,2 – 0,3% selama ±15 menit. (d) Selanjutnya ditiriskan dengan cara menghamparkan di atas koran atau rak-rak, di tempat yang teduh dan dibiarkan selama 1 – 2 hari, baru bisa ditanam. (e) Medianya tanam dalam polibeg dengan perbandingan tanah : pupuk kandang : sekam bakar = 2 : 1 : 1 (f) Apabila sulur mulai memanjang, maka perlu dipasang tegakan dari belahan bambu untuk tempat memanjat sulur. Penggunaan setek pendek harus disemaikan terlebih dahulu sampai sulur tumbuh menjadi 5 – 7 ruas. 3) Perbanyakan Benih Vanili dengan Teknik Kultur Jaringan: Tahapan perbanyakan benih vanili dengan kultur jaringan meliputi : Sterilisasi alat dan bahan; Penyiapan media tanam; Pengambilan bahan tanam (eksplan), berasal dari varietas/klon unggul ; Penanaman eksplan; Aklimatisasi benih. Benih unggul yang berasal dari kultur jaringan harus diaklimatisasi terlebih dahulu sampai mempunyai 5-7 ruas, dengan diameter minimal 0,3 cm. Benih siap salur Sertifikasi Benih Vanili Sebelum diedarkan/didistribusikan kepada pengguna, benih vanili wajib disertifikasi dan diberi label terlebih dahulu. Sertifikasi Benih Vanili dan pemberian label dilakukan untuk menjaga kemurnian dan kualitas benih yang dihasilkan., memberikan jaminan kepada konsumen bahwa benih yang dihasilkan telah memenuhi standar mutu, memberikan legalitas kepada pengguna (konsumen) bahwa benih yang dihasilkan berasal dari kebun benih sumber vanili yang telah ditetapkan. Sertifikasi benih vanili dilakukan melalui 2 tahapan pemeriksaan yaitu: pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan teknis atau lapangan. Pemeriksaan dokumen yaitu: 1) surat permohonan sertifikasi; 2) izinusaha produksi benih/rekomendasi sebagai produsen benih; 3) sertifikat mutu benih; 4) status kepemilikan lahan; 5) SDM yang dimiliki; 6) catatan pemeliharaan kebun. Selanjutnya pemeriksaan teknis atau lapangan meliputi: 1) pememeriksaan kebenaran varietas, keragaan dan kondisi benih vanili; 2) Penghitungan jumlah benih yang tumbuh normal, tipe simpang, kerdil, dan mati; 3) Periksaan keragaan tanaman: Pengamatn dan penghitungan jumlah ruas, jumlah daun, warna daun, panjang ruas, diameter batang, dan kesehatan benih; 4) Jumlah daun yang dihitung adalah hanya daun normal; 5) Data yang diperoleh dibuat dalam persen terhadap jumlah benih keseluruhan (Dr.Ir. M.Saleh Mokhtar, M.P/Penyuluh Pertanian BSIP NTB) Sumber : Kepmentan Nomor: 83/Kpts/KB.020/10/2023 Tanggal 26 Oktober 2023 tentang Pedoman Produksi, Sertifikasi, Peredaran dan Pengewasan Benih VANILI (Vanilla planifolia Andrews)