Loading...

STPP BOGOR MENERIMA MAHASISWA BARU DIPLOMA IV 2012-2013

STPP BOGOR MENERIMA MAHASISWA BARU DIPLOMA IV 2012-2013
Untuk lebih memahami tentang peran penyuluh pertanian sebagai tolak ukur meningkatkan kualitas dan kuantitas seorang penyuluh yang diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia ( petani ), maka Bakorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku Fasilitator dengan pihak Lembaga Perguruan Tinggi mengadakan Sosialisasi Penerimaan mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian ( STPP ) menjalin kerjasama dalam rangka menerima mahsiswa baru Diploma IV 2012-2013. STPP ini diharapkan mampu mengelola sumber daya alam yang ada secara insentif demi tercapainya peningkatan produktivitas dan pendapatan atau tercapainya ketahanan pangan dan ketahanan ekonomi. Hadir dalam pertemuan sosialisasi tersebut Dr.Ir.Rofiko H.Mukmin,M.TP selaku Kepala Sekretariat Bakorluh P2K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan beberapa pejabat fungsional Bakorluh P2K Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan dari Lembaga Perguruan Tinggi STPP Bogor dihadiri oleh beberapa Dosen antara lain Dr.Lukman Effendy,M.Si, Iis Soriah Ace,S.Pt, M.Si, Doni Mariyanto,SE serta dihadiri pula oleh beberapa pejabat selaku perwakilan instansi/badan/dinas kota dan kabupaten. Pada kesempatan tersebut, Rofiko menyampaikan bahwa jumlah tenaga penyuluh belum memenuhi kebutuhan sehingga perlunya menambah tenaga penyuluh seiring dengan program pemerintah" satu desa satu penyuluh". Kemudian ia mengatakan, bahwa penyuluhan pertanian dimasa depan tidak terbatas pada aspek teknologi produksi pertanian saja, tetapi jauh lebih luas meliputi aspek ekonomi, teknologi pasca panen, pengolahan, pengemasan, dan lain-lain. Maka dari itu perlu para petani mengadopsi prinsip agribisnis agar memperoleh pendapatan lebih besar dari hasil usaha taninya, dan teknologi terkait agribisnis harus dikembangkan dan dipelajari oleh penyuluh. Kerjasama dengan badan-badan yang menangani pengolahan dan produk-produk olahan itu juga sangat perlu dilakukan sehingga nantinya diharapkan dapat meminimalkan import beras dan kedelai dari negara luar yang saat ini masih dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan oleh pemerintah indonesia. Selanjutnya menurut Rofiko yang paling penting dan sangat diharapkan adalah dalam mengatasi berbagai kendala pelaksanaan revitalisasi penyuluhan, diperlukan kerja dan partisipasi aktif dari seluruh pihak terkait yaitu pemerintah daerah yang diharapkan dapat menganggarkan biaya Pendidikan untuk Penyuluh, institusi pendidikan yakni STPP Bogor untuk meningkatkan Kuota Beasiswa, beserta seluruh masyarakat khususnya para pelaku pertanian sebagi objek dari pelaksanaan program ini. Dr. Lukman effendy,M.Si selaku Dosen STPP Bogor turut menyampaikan bahwa pada bulan Juni 2013 LS PPP akan melakukan Sertifikasi untuk 1400 Penyuluh Nasional. Peran institusi pendidikan sebagai sumber penemuan ilmu, inovasi, dan teknologi serta sebagai wujud pengabdian institusi terhadap masyarakat maka untuk mewujudkan hal tersebut STPP Bogor telah menyiapkan dan memenuhi kebutuhan tenaga ahli dibidang penyuluhan pertanian yang berwawasan agribisnis, dengan penguasaan teknis dan manjerial yang mampu secara mandiri mengelola dan mengembangkan sistem dan usaha agribisnis secara produktif, efektif, efisien untuk menunjang pembangunan pertanian. Dalam hal ini fasilitas STPP Bogor telah membangun beberapa fasilitas penting" ada kampus penelitian, kawasan wisata ilmiah, IRRI, Balai Penelitian Agro klima, BBP2TP, Puslitbang Perkebunan, Balai besar Pasca Panen, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Balai Besar Biotek, ada pemancar Radio, dan lain-lain", kata Dr. Lukman Effendy,M.Si. Mengenai program pendidikan yang ditawarkan, yakni : 1. Program Studi Penyuluhan Pertanian 2. Program Studi Penyuluhan Peternakan 3. Program Studi Penyuluhan Perkebunan Serta untuk Program Ahli jenjang D III ke D IV yakni : 1. Program Studi Penyuluhan Pertanian 2. Program Studi Penyuluhan Peternakan