Loading...

STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KERUSAKAN TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN

STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KERUSAKAN TANAH  PADA LAHAN PERKEBUNAN
Tanah sebagai media tumbuh tanaman dapat mengalami deforestasi yang menyebabkan kerusakan tanah. Kerusakan tanah tidak dapat dihindari juga terjadi pada lahan perkebunan. Kerusakan tanah pada lahan perkebunan disebabkan oleh pengelolaan lahan perkebunan secara konvensional dan atau tidak ada pengendalian erosi, penggunaan alat berat, membajak tanah berlebihan, tidak mengembalikan bahan organik sehingga menyebabkan hilangnya solum dan bahan organik tanah, meningkatnya aliran permukaan dan erosi. Komoditas perkebunan di Indonesia dikembangkan pada dua jenis tanah, yaitu tanah mineral dan tanah gambut. Kerusakan tanah mineral pada lahan perkebunan dicirikan oleh kehilangan tanah oleh erosi, terjadinya degradasi kimia (mencakup penurunan kandungan hara), degradasi fisika seperti pemadatan tanah, terjadi salinisasi atau sodifikasi dan degradasi biologi (penurunan kandungan mikroba tanah). Adapun kerusakan tanah gambut pada lahan perkebunan dicirikan oleh penurunan muka air tanah gambut dan gambut sudah kering/tidak bisa tergenang, penurunan kandungan karbon dan perubahan C/N rasio pada tanah gambut, penurunan kandungan serat tanah gambut, menurunnya tingkat kesuburan, meningkatnya emisi gas rumah kaca (CO2) dari tanah gambut dan terjadinya erosi. Kerusakan tanah pada lahan perkebunan dapat disebabkan oleh 2 (dua) faktor yaitu antropogenik (campur tangan manusia) dan sifat-sifat alam. Kerusakan tanah pada areal perkebunan oleh manusia didorong oleh eksploitasi penggunaan tanah perkebunan yang berlebihan, seperti pemupukan yang tidak tepat dan penggunaan bahan kimia seperti pestisida dan herbisida yang melewati batas rekomendasi, penyalahgunaan tataguna lahan seperti konversi lahan hutan dan lahan gambut ke tanaman perkebunan, penggunaan lahan miring untuk perkebunan yang tidak didukung upaya konservasi tanah dan air, tidak seimbangnya hara yang masuk dan hara yang keluar bersama hasil perkebunan yang menyebabkan kesuburan tanah cepat menurun dan pada akhirnya tercipta lahan kritis/rusak. Sedangkan sifat alam yang menjadi faktor kerusakan tanah pada lahan perkebunan antara lain curah hujan yang tinggi dengan kondisi topografi seperti kemiringan dan berlereng serta kondisi tanah yang peka terhadap erosi. Untuk mengatasi kerusakan tanah pada lahan perkebunan, beberapa langkah strategi preventif yang dapat dilakukan antara lain dengan cara : Mengoptimalkan penutupan permukaan tanah oleh kanopi tanaman atau oleh tanaman penutup tanah sehingga tanah tidak terekspos ke permukaan; Memelihara kesuburan tanah secara berkesinambungan dengan menjaga ketersediaan hara, air dan bahan organik, stabilitas agregat dan aerasi tanah; Untuk tanah pada lahan berlereng dilakukan dengan menerapkan pola agroforestri dan melakukan konservasi tanah dan air; Menerapkan pola tanam polikutur dan hindari pola tanam monokultur; Memperbanyak penggunaan bahan organik seperti penggunaan biocharsebagai soil amandement; Penggunaan lahan gambut untuk perkebunan harus memperhatikan hasil penilaian kesesuaian lahan gambut dan pemilihan komoditas yang ramah lingkungan yaitu tanaman yang mampu menjaga kelestarian tanah gambut sebagai tempat simpanan karbon dunia. Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Bariot Hafif, 2020. Kerusakan Tanah Pada Lahan Perkebunan dan Strategi Pencegahan Serta Penanggulangannya. Perspektif, Review Penelitian Tanaman Industri, Volume 19 (2), Desember 2020.