Loading...

STUDY BANDING PERTANIAN ORGANIK KE BANTUL DIY

STUDY BANDING PERTANIAN ORGANIK KE BANTUL DIY
BONDOWOSO,26 Maret 2011. Sebanyak 83 Karyawan Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, yang terdiri dari Penyuluh Pertanian, Mantri Pertanian, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), LM3 dan Kelompok Penyelenggara SLPPO; yang dipimpin langsung oleh Ir.SADTUHU ISWINDIYONO,MSi, dan Ir.WINARTO,MSi masing-masing selaku Kepala Bidang Usahatani Sarana Prasarana dan Kepala Bidang Perencanaan Evaluasi, melakukan Study Banding/ngangsu kaweruh di LDM (Lumbung Desa Modern) dan ASPARTAN (Asosiasi Pasar Tani), Kabupaten Bantul Yogjakarta perihal Pertanian Organik. Ir.SADTUHU ISWINDIYONO,MSi selaku pimpinan rombongan menyampaikan maksud dan tujuan study banding ini hanya semata-mata kesamaan program di Bondowoso Jatim dengan Bantul Yogjakarta perihal Pertanian Organik, atau lebih akrab di Bondowoso disebut BOTANIK (Bondowoso Menuju Pertanian Organik). Lebih lanjut pimpinan rombongan berharap agar peserta study banding bisa menggali informasi dari LDM maupun ASPARTAN seputar pertanian organik untuk bekal nantinya dikembangkan di Bondowoso. Ikut menyambut acara tersebut dari Dinas Pertanian Provinsi DIY, Dinas Pertanian Kabupaten Bantul, Pengelola LDM, dan ASPARTAN, dalam sambutannya dari Dinas Pertanian Kabupaten Bantul Bpk.Imawan Eko prioritas program pertanian di Kabupaten Bantul selain pertanian organik adalah subsidi harga 7 (tujuh) komoditas Stategis (meliputi; Gabah, Bawang Merah, Jagung, Kedelai, Kacang Tanah, Tembakau dan Cabe) pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bantul Petani tidak boleh rugi. Bapak Kustantyo selaku Ketua LDM dan Tim Pasca Panen yang menangani subsidi harga dimulai pada tahun 2003 dengan modal awal dari Pemerintah Kabupaten Bantul sebesar 1,5 Milyar sekarang sudah mencapai 4,5 Milyar, sehingga muncullah program dari Pemerintah Pusat yang lebih dikenal LUEP (Lembaga Usaha Ekonomi Produktif). Menambahkan pula pada acara tersebut Bpk Agung Gimawan selaku ASPARTAN Kabupaten Bantul, perjalanan pertanian organik diawali tahap demi tahap mulai tahun 2003 dan pada tahun 2006 keluarlah SNI padi organik di Kabupaten Bantul, bapak Agung menyarankan untuk membangun pertanian organik buatlah pemetaan terlebih dahulu minimal 5 hektar dengan persyaratan lahan menyatu, ada pembatas yang jelas, kemudian lakukanlah budi daya tanaman yang ketat untuk musim tanam pertama pemakaian pupuk an organik 50 % dari dosis dikuti pupuk organik ± 3 ton, begitulah seterusnya pupuk an organik dikurang 50 % pupuk organik ditambah 50 %, insyaAllah pada tahun ke 2 atau ketiga sudah melaksanakan pupuk organik 100 %, selain dari itu yang perlu diperhatikan sumber air pengairan dan benih yang digunakan disarankan benih-benih yang mempunyai nilai jual tinggi misalnya, Rojolele, Cianjur, Beras Hitam, Beras Merah, Mentik Susu dan Sintanur. Penulis : DAELIMI,SP ( Penyuluh Pertanian Muda Pada Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso Jatim)