Loading...

Sukseskan Acara Panen Padi Nusantara, Petani Dukuhwaru Gelar Penen Padi Serentak

Sukseskan Acara Panen Padi Nusantara, Petani Dukuhwaru Gelar Penen Padi Serentak
TEGAL –Kadinas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal didampingi, Kabid Pertanian, Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional, Utusan Dirjen Hortikultura, Utusan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Lingtan Kementrian Pertanian RI, Kepala BPS Kabupaten Tegal, Kepala Desa Bulakpacing, semua PPL BPP Kecamatan Dukuhwaru, dan perwakilam petani dari Gapoktan Lestari, baru saja melaksanakan panen raya di Desa Blubuk Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal (11/03). Menurut Mei Hudoyo (Koordinator BPP Kecamatan Dukuhwaru), untuk MT I di luas tanam padi mencapai 1.673 ha, sedangkan luas panen padi sampai dengan 10 Maret 2023 sudah mencapai 81 ha. Dengan demikian, masih tersisa 1.579 ha yang belum dipanen. Lebih lanjut dilaporkan, rerata provitas padi di kecamatan Dukuhwaru cukup bervariasi tergantung dari varietas padi yang ditanam. Dari hasil ubinan yang dilakukan oleh mitra BPS, rerata produktivitas varietas situbgendit mencapai 5,63 ton/ha sedangkan varietas mekonga hanya 5,00 ton/ha. Sementara itu, Kadinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Mulyo Adji ditemui di lokasi panen mengatakan bahwa Luas tanam padi MT I mencapai 25.020 ha. Sedangkan prediksi luas panen padi Kabupaten Tegal sampai dengan bulan Maret 2023 mencapai 11.000 ha. Lebih lanjut, Aji mengatakan, khusus untuk Kecamatan Dukuhwaru, petani berjuang agar dapat tanam padi 3 kali dalam setahun. Berbagai upaya dilakukan agar bisa panen. Namun, Aji Menambahkan, biaya produksi yang tinggi, terutama mahalnya biaya tenaga kerja menjadi salah satu kendala hingga saat ini. Pemerintah melalui Kementrian Pertanian melalui Badan Pangan Nasional agar dapat memikirkan nasib petani, terutama mengatasi anjloknya harga gabah pada saat panen raya. Sudah sepatutnya petani sebagai pahlawan pangan dipikirkan agar nasibnya lebih baik dengan kesejahteraan yang meningkat. Hal senada juga disampaikan, Jamaludin, Kepala BPS Kabupaten Tegal. BPS dalam pertanian selalu mensuport pembangunan pertanian melalui data. Pekembangan produksi padi 2018-2022 cukup fluktuatif. Tahun 2018 (413.741, 64 Ton GKG), Tahun 2019 turun menjadi 304.616,52 ton GKG, tahun 2020 naik lagi menjadi 349.524,93 ton GKG, Tahun 2021 turun lagi menjadi 341.080,17 ton GKG, dan tahun 2022 naik sedikit menjadi 341.113, ton GKG. “Ketika terjadi penurunan produksi padi yang signifikan, menjadi warning bagi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk memikirkan langkah strategis yang harus diambil”. Selain masalah teknis, masalah penting lannya adalah penerus petani. Sampai saat ini, petani didominasi oleh petani yang usia tua. Pentingnya, mengaet generasi muda untuk terjun di Dunia Pertanian. “Tanpa petani, kita mau makan apa? Apa mau makan tiwul?”. Lanjutnya. Di Era generasi emas, peran generasi milenial dalam pembangunan pertanian sangat diharapkan. Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Bulakpacing menyampaikan harga gabah saat ini belum sesuai harapan. Murahnya harga gabah tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, misalnya saja untuk sewa lahan di Desa Bulakpacing mencapai 3 juta rupiah per 0,25 bau atau 0,17 ha. Bambang, Ketua KTNA Kecamatan Dukuhwaru, menambahkan, selain masalah harga, tidak adanya sarana prasarana pendukung seperti lantai jemur dan lumbung/gudang padi, menyebabkan para petani enggan untuk memanen sendiri dan dibawa pulang kerumah. Lebih lanjut, Bambang mengatakan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Kalau kondisi ini terus berlanjut, maka petani tidak akan punya beras sendiri, untuk makan petani harus membeli beras ditoko. Kondisi dilematis, produsen beras yang harus membeli beras. Oleh karena itu, lanjut Bambang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan Kementrian pertanian dapat mencarikan jalan agar bisa memfasiltasi tersedianya lantai jemur dan lumbang pangan melalui anggran dana desa yang peruntukannya minimal 20% untuk ketahanan pangan atau sumber anggaran lainnya. Rokhlani PP Madya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Tegal