Loading...

Sumber Entres Kemiri Sunan

Sumber Entres Kemiri Sunan
Tujuan pembenihan dengan grafting, untuk memperoleh benih unggul yang sama potensi produksinya dengan pohon induk sumber entresnya dan umur mulai berbuahnya lebih cepat dibanding dengan benih yang berasal dari biji. Benih batang bawah yang siap digrafting (umur benih 3 bulan setelah kecambah) diberi naungan paranet. Paranet yang digunakan dengan tingkat pelolosan sinar matahari sampai 35% (paranet 65%). Apabila curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan benih tergenang, maka diperlukan tambahan pelindung dari plastik transparan yang dipasang di atas paranet. Sumber Entres, entres yang digunakan harus berasal dari varietas unggul. Hingga saat ini telah dilepas varietas unggul lokal yaitu kemiri minyak 1 (populasi Banyuresmi, Garut) dan kemiri minyak 2 (populasi Jumat, Majalengka). Teknik pengambilan entres, pilih pucuk dari pohon induk yang terpilih pada saat pucuk dalam fase pertumbuhan vegetatif yang ditandai dengan warna daun yang hijau dan lebat serta mata tunas dalam keadaan tidur. Pucuk yang dipilih terletak pada ujung ranting yang mendapat sinar matahari langsung. Tanda pucuk yang baik adalah diameter 7-10 mm, ujung batang berwarna hijau segar, sedangkan pangkalnya berwarna coklat. Panjang pucuk minimal 15 cm, dimana sepertiganya berwarna hijau segar. Potong pucuk dengan pisau yang tajam dan steril kumpulkan pada tempat yang bersih beralas karung goni atau karton di tempat teduh. Dibuang semua daunnya mulai dari pangkal pelepah daun. Pucuk yang terkumpul diseleksi ulang, dihitung jumlahnya, dipaking dan diberi label. Label harus menununjukan: jumlah pucuk, tanggal pengambilan dan asal pucuk. Paking pucuk dilakukan dengan menggunakan pembungkus pucuk yang lembab seperti gedebok pisang atau karung goni yang dibasahi, kemudian masukan dalam kotak (stereoform) yang telah diberi ventilasi. Apabila jarak tempuh pengiriman ke tempat grafting lebih dari 6 jam maka pengemasan harus menggunakan ice box. Penyambungan batang bawah (rootstock) dan batang atas (entres), Proses penyambungan dilakukan ditempat yang telah diberi naungan terbuat dari paranet 65 % (cahaya yang masuk 35%). Diameter batang atas dan batang bawah harus sama berkisar antara 7 - 10 mm. Buat sayatan pada calon batang bawah menyerupai huruf "V", sedangkan sayatan pada batang atas seperti "?". Ukuran sayatan keduanya harus sama, sehingga dapat disambung. Sambungkan batang atas dengan batang bawah secara tepat dan serasi, kemudian sambungannya diikat dengan plastik transparan sedemikian rupa agar air tidak masuk pada sayatan sambungan dan kuat agar sambungan tidak goyang dan tidak mudah lepas.Tutup/sungkup batang yang telah disambung dengan kantong plastik transparan. Penyiraman, penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore hari sampai media tanam didalam polybag benar-benar basah. Hindarkan penyiraman yang berlebihan sehingga menyebabkan genangan air didalam polybag. Bila malam hari terdapat curah hujan yang cukup, tidak perlu dilakukan penyiraman pada pagi harinya dan penyiraman sore harinya tergantung pada kelembaban tanah di polybag. Bila pagi hari terdapat curah hujan yang cukup, maka tidak perlu penyiraman pada pagi maupun sore harinya. Bila terdapat genangan air yang bertahan di polybag akibat curah hujan yang terlalu tinggi, maka dibuat tambahan lubang pada polybag dengan cara menusuknya menggunakan paku berdiameter 5 mm. Buang tunas air atau wiwilan, yang tumbuh di bawah sambungan dengan menggunakan gunting stek atau pisau cutter. Bekas luka pemotongan diolesi pestisida atau cat untuk mencegah infeksi penyakit patogen. Bunga yang tumbuh pada titik tumbuh selama dalam pembenihan harus dibuang setelah keluar daun muda. Pengendalian gulma, gulma pengganggu tanaman yang tumbuh dan berada di dalam dan di luar polybag dilakukan secara manual dan tidak boleh menggunakan herbisida. Pemupukan, dilakukan pada 4 minggu setelah di grafting dengan jenis dan takaran pupuk seperti pada umur 1-3 bulan setelah penanaman kecambah ke polybag belum dilakukan pemupukan, pada umur 4 bulan dilakukan pemupukan urea 10 gram per pohon, Super Phospat 36 15 gram per pohon, Kalium Chlorida 10 gram per pohon. Pada umur 5 bulan dilakukan pemupukan urea 15 gram per pohon, Super Phospat 36 20 gram per pohon, Kalium Chlorida 15 gram per pohon. Pada umur 6 bulan dilakukan pemupukan urea 15 gram per pohon, Super Phospat 36 20 gram per pohon, Kalium Chlorida 15 gram per pohon. Seleksi benih grafting, tujuan seleksi adalah untuk memperoleh benih grafting dengan pertumbuhan yang optimal dan sambungan yang sempurna. Seleksi dilakukan pada saat benih berumur 3 bulan setelah penyambungan. Beberapa ciri fisik benih grafting yang diafkir : daun tidak tumbuh sempurna, kerdil dan kecil, daun menggulung, helaian daun benih menggulung tidak membuka secara normal, benih kerdil, benih dengan pertumbuhan vegetatifnya tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, benih dengan serangan penyakit berat yang dicirikan oleh batang dan daunnya bercak- bercak berjamur, biasanya berwarna putih seperti embun, benih grafting afkir diangkat dan singkirkan dari bedengan dan dimusnahkan Penulis : AGUS SUTARMAN., Penyuluh Pertanian Madya Pusluhtan. Sumber: Pedoman Teknis Budidaya Keniri Sunan Direktorat Jenderal Perkebunan. Tahun 2010.