SUMUR BOR SEBAGAI SOLUSI PENGAIRAN PADI SAWAH SAAT MUSIM KEMARAU DI KABUPATEN BURU
Musim kemarau yang panjang membuat hampir semua daerah aliran sungai di Kabupaten Buru mengalami penurunan debit air kronis. Di sisi lain budidaya tanaman padi harus tetap berjalan, baik karena tuntutan kebutuhan hidup maupun karena sawah yang sudah terlanjur ditanami. Oleh karena itu apapun resikonya kebutuhan tanaman padi akan air harus tetap terpenuhi jika tidak ingin mengalami paceklik atau modal yang sudah terlanjur dikeluarkan terbuang sia-sia.Usaha tani padi sawah di wilayah Lembah Waeapo Kabupaten Buru pengusahaannnya minimal dilakukan dalam skala luasan 0,5 Ha. Dengan demikian, dengan teknologi konvensional maka kebutuhan air perorangan untuk memenuhi kebutuhan budidaya sangat banyak. Di musim kemarau panjang ini jika hanya mengandalkan suplai air dari pembagian giliran dari jaringan irigasi yang ada, hampir mustahil bisa memenuhi kebutuhan semuanya, dan secara otomatis pula akan banyak sawah yang terancam puso karena kekeringan.Beberapa upaya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air kebutuhan sawah ini, seperti penggunaan mesin pompa air untuk menyedot air dari rawa-rawa atau sumber air lainnya dan juga pengadaan sumur-sumur bor. Penggunaan pompa air memang cukup praktis untuk dilakukan. Sayangnya cara ini membutuhkan pengeluaran yang cukup besar terutama untuk pembelian bahan bakar. Semakin lama kita menggunakannya, maka akan semakin besar biaya yang harus dikeluarkan. Belum lagi biaya untuk pengadaan mesinnya sendiri. Selain itu juga tidak semua sawah yang terancam kekeringan dekat dengan rawa atau sumber air, sehingga kalau memaksakan diri mengambil air harus menggunakan tambahan pipa-pipa atau sejenisnya yangcukup makan biaya. Upaya paling praktis untuk mengatasi masalah ini adalah dengan pengadaan sumur-sumur bor. Sumur bor cukup bisa diandalkan untuk pemenuhan kebutuhan air untuk pengairan sawah, karena air yang keluar dari sumur bor bisa kontinyu setiap saat secara terus-menerus. Selain itu juga modal yang dikeluarkan untuk pembuatan sumur bor hanya satu kali saja, yaitu hanya biaya pengeboran saja. Dengan pengelolaan yg benar, satu sumur bor yang airnya keluar normal mampu mengairi 2 “ 4 ha lahan sawah. Sayangnya tidak semua wilayah sawah di Dataran Waeapo bisa keluar air ketika dilakukan pengeboran. Wilayah-wilayah sawah yang sangat mudah keluar air antara lain wilayah Kecamatan Waeapo dan sebagian Waelata. Sedangkan untu Kecamatan Lolong Guba, Hampir semua wilayah sawahnya tidak bisa keluar air ketika dilakukan pengeboran. Oleh : Toto Sudaryanto PPL BPP Lolong Guba