Loading...

Syarat Tumbuh

Syarat Tumbuh
Bawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang menjadi bumbu pokok hampir semua jenis masakan yang berfungsi sebagai penyedap. Badan Litbang Pertanian, melalui Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), telah mengeluarkan panduan teknis budidaya bawang merah berdasarkan hasil penelitian dan dan pengalaman di lapangan. Bawang merah merupakan komodiatas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dibinding komoditas pertanian lainnya, sehingga komoditas ini disukai oleh masyarakat tani untuk mengembangkannya. Petani akan lebih bergairah jika didukung dengan harga jual yang tinggi. Bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Agar sukses budidaya bawang merah kita dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko) di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. Salah satunya dengan peningkatan produksi bawang merah secara kuantitas, kualitas dan kelestarian, sehingga petani dapat berkarya dan berkompetisi di era perdagangan bebas. Tanaman bawang merah dapat memberikan hasil yang tinggi apabila diikuti dengan penerapan teknologi yang memadahi. Teknologi yang memadahi yaitu teknologi yang diterapkan sesuai dengan sifat komoditas itu sendiri maupun kondisi agroekosistem dimana komoditas tersebut ditanam. Dalam pemahaman agroekosistem untuk memacu kebehasilan peningkatan hasil dapat berpacu pada karakteristik biofisik daerah antara lain mengenal lokasi, paham iklim, kesediaan air dalam penggunaannya, topografi dan karakteristik tanah, potenis lahan pertanian 5 - 10 tahun terakhir dan paham terhadap infrastruktur daerahnya. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) untuk peningkatan produksi bawang merah merupakan suatu pola pendekatan inovatif dalam efisiensi usahatani. Paket teknologi yang dirakit dan sesuai komponen - komponen teknologi serta diimplementasikan secara partisipatif dengan orientasi pada kebutuhan kondisi spesifik lokasi. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) adalah segala kegiatan usahatani secra terpadu yang bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, kepastian keberhasilan panen, mutu produk yang tinggi dan aman untuk dikomsumsi. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis PTT bersifat spesifik lokasi dan merupakan integrasi antara teknologi maju dengan teknologi asli petani. Adapun komponen PTT yang gak terpisahkan adalah a. penentuan pemilihan komoditas adaptif sesuai sifat agroekologi dan musim tanam, b. rekayasa lingkungan optimal yang tidak kodusif untuk perkembangan hama dan penyakit atara lain menggunakan (rumah kaca/plasti, dilindungi dengan paranet atau jala dana lainnya), varietas unggul tahan hama dan penyakit, d. pola tanam, e. pengelolaan hara, tanah, air, gulma, f penerapan system PHT, g. pengelolaan tanaman optimal, h. panen tepat waktu, i. penanganan pascapanen, dan j. pemasaran dengan efisien. Bawang merah memeiliki ekonomi yang tinggi, maka pengusahaan dalam budidaya bawang merah telah menyebar di hampir semua provinsi di Indonesia. Penyebaran budidaya yang cukup luas dan minat petani terhadap komoditas bawang merah yang kuat terutama disebabkan oleh daya adaptasinya yang luas. Bawang merah dapat ditanam dan tumbuh dengan baik bila tanahnya subur, banyak humus (gembur), tidak tergenang air, beriklim kering dengan suhu agak panas dan mendapat sinar matahari lebih dari 12 jam.dan aerasinya baik. Selain itu dapat tumbuh mulai dari ketinggian 0 - 1000 meter diatas permukaan laut curah hujan 300 - 2500 mm/th dan dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH tanah dijaga antara 5.6 - 6.5. jika pH-nya terlalu asam (lebih rendah dari 55), garam alumunium (AL) laryt dalam tanah, garam tersebut akan bersifat racun terhadap tanaman bawang hingga tumbuhnya menjadi kerdil. Jika pH-nya lebih dari 65 (netral sampai basa), unsure mangan (Mn) tidak dapat dimanfaatkan hingga umbi-umbinya menjadi kecil. kelembaban 50 -70 %, suhu 25-320 C ditulis oleh Dalmadi sumber : Ditjen Horti Wiwin setiawan dan Soetioso Thomas agus. 2005. Pedoman Umum Pengembangan Teknologi Inovatif Pada Tanaman Bawang Merah. Bali Penelitian tanaman Sayuran Suanrjono Hendro. 2003. Bertanam 30 Jenis Sayur. Seri Agribisnis Penebar Swadaya.