Loading...

Syarat Tumbuh Bunga Sedap Malam

Syarat Tumbuh Bunga Sedap Malam
Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberosa Linn ) merupakan salah satu bunga hias yang sudah banyak dikenal luas di masyarakat sebagai bunga potong dan penghasil parfum. Wanginya yang seharum melati bermanfaat menenangkan hati orang di sekitarnya. Varietas unggul nasional sedap malam berbunga semi ganda nama Roro Anteng berasal Pasuruan dan sedap malam Dian Arum berasal dari Cianjur Meskipun sedap malam belum berkembang pesat dibandingkan dengan komoditi tanaman hias lainnya, namun kenyataan di lapangan, sedap malam banyak ditanam para petani di berbagai daerah, antara lain sentra produksi bunga potong seperti di Brastagi (Sumut), Sukabumi, Cianjur, Tasikamalaya (Jabar), Bandungan (Jateng) Malang, dan Pasuruan (Jatim). Perbanyakan benih sedap malam sampai saat ini hanya dengan vegetatif yaitu melalui umbi. Kebutuhan bibit umbi ditentukan pada sistem tanam dan jarak tanam. Pada sistem tanam dengan jarak tanaman 20 x 20 cm, kebutuhan umbi per hektar sekitar 200.000 butir umbi bibit. Harga bibit sekitar Rp 400 per umbi berukuran sedang. Sedap malam roro anteng cocok di dataran rendah (di bawah 100 m dpl) dan Dian Arum di dataran sedang (100 - 400 m). Tanaman Bunga sedap malam dapat memberikan hasil yang tinggi apabila diikuti dengan penerapan teknologi yang memadahi. Teknologi yang memadahi yaitu teknologi yang diterapkan sesuai dengan sifat komoditas itu sendiri maupun kondisi agroekosistem dimana komoditas tersebut ditanam. Dalam pemahaman agroekosistem untuk memacu kebehasilan peningkatan hasil dapat berpacu pada karakteristik biofisik daerah antara lain mengenal lokasi, paham iklim, kesediaan air dalam penggunaannya, topografi dan karakteristik tanah, potenis lahan pertanian 5 - 10 tahun terakhir dan paham terhadap infrastruktur daerahnya. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) untuk peningkatan produksi Bunga sedap malam merupakan suatu pola pendekatan inovatif dalam efisiensi usahatani. Paket teknologi yang dirakit dan sesuai komponen - komponen teknologi serta diimplementasikan secara partisipatif dengan orientasi pada kebutuhan kondisi spesifik lokasi. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) adalah segala kegiatan usahatani secara terpadu yang bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal, kepastian keberhasilan panen, mutu produk yang tinggi dan aman untuk dikomsumsi. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekologis PTT bersifat spesifik lokasi dan merupakan integrasi antara teknologi maju dengan teknologi asli petani. Tanaman Sedap Malam membutuhkan kondisi iklim yang cukup lembab (13 - 27 oC), curah hujan 1.900 - 2.500 mm/th dan penyinaran matahari penuh. Daerah paling ideal untuk pengembangan sedap malam adalah pada ketinggian 600 - 1.500 m dpl., dengan jenis tanah Andosol. Hal yang terpenting dalam pemilihan jenis tanah adalah: subur, gembur, banyak mengandung bahan organik (humus), aerasi dan drainase tanah baik serta derajat kemasaman tanahnya (pH) antara 5,0 - 5,7. Sedap malam berbunga tunggal dan semi ganda lebih cocok ditanam di dataran rendah dengan elevensi di bawah 50 m dpl. Sedap malam berbunga ganda cocok ditanam di daerah dengan elevasi di atas 100 m sampai 600 m dpl. Bila sedap malam berbunga tunggal dan semi ganda ditanam di dataran sedang, maka bunga yang dihasilkan akan memiliki tangkai bunga yang agak panjang, tidak kokoh dan kurang kekar serta malai bunga agak panjang dan bagian ujung malai terkulai dengan jumlah kuntum bunga lebih sedikit. Kualitasnya menjadi jelek dan tidak layak untuk dijual. ditulis oleh Dalmadi sumber : Ditjen Horti