Tanaman aren tidak membutuhkan kondisi tanah yang khusus, sehingga dapat tumbuh pada tanah-tanah liat, dan berpasir, tetapi aren tidak tahan pada tanah masam (pH tanah yang rendah). Aren dapat tumbuh pada ketinggian 0 - 1.400 meter di atas permukaan laut, pada berbagai agroekosistim dan mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan tumbuhnya. Namun yang paling baik pertumbuhannya pada ketinggian 500 - 700 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan lebih dari 1200-3500 mm/tahun. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah pegunungan, lembah-lembah, dekat aliran sungai, daerah dan banyak dijumpai di hutan. Tanaman aren diperbanyak secara generatif, yaitu melalui biji yang berasal dari pohon induk yang unggul. Di alam terdapat dua tipe aren, yaitu: 1. Tipe Dalam, dengan sifat tinggi batang >10 m, umur berpro-duksi 8-10 tahun, produksi nira > 20 liter/mayang/hari dengan jumlah mayang/pohon 10-15. 2. Tipe Genjah, dengan sifat tinggi batang ± 3 m, umur berpro-duksi 5-6 tahun, produksi nira 12 liter/mayang/hari, dengan jumlah mayang/pohon 6-8. Biji yang memenuhi syarat sebagai benih adalah ber-bentuk bulat lonjong dengan ukuran 25 - 40 mm x 15 - 25 mm, warna hitam kecoklatan, mengkilap, permukaan licin, sayatan melintang bentuknya agak segitiga. Sumber : Agro Inovasi, Litbang