Sedap malam (Polianthes tuberose L.) merupakan salah satu tanaman hias yang memproduksi bunga potong. Bunga sedam malam sangat laku di pasaran, karena mempunyai aroma wangi, warna putih menarik, bentuk dan susunan pada tangkai yang menarik, sehingga banyak digunakan sebagai hiasan ruangan atau rangkaian dengan bunga potong lainnya. Oleh karena itu dapat sebagai peluang untuk ditangkap dan dimanfaatkan dalam pengembangan agribisnis sedap malam di daerah yang cocok dengan syarat pertumbuhan dan mudah memperoleh benihnya. Syarat Tumbuh Budidaya tanaman sedap malam harus memperhatikan syarat pertumbuhannya antara lain: iklim, tanah dan air. Faktor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman sedap malam, meliputi: suhu, kelembaban udara, dan curah hujan ketinggian tempat. Sedap malam tidak dapat ditanam di sebarangan tempat, namun harus memiliki suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan dengan baik, yaitu antara 16 - 27°C. Kelembaban udara yang dikehendaki untuk tumbuh dengan baik antara 75 - 90%. Sedangkan curah hujan yang dikehendaki untuk produksi bunga berkualitas bagus antara 1.500 - 2.500 mm/tahun. Ketinggian tempat akan berpengaruh terhadap kualitas bunga dan tempat lahan yang dikehendaki pada dataran rendah hingga medium, yaitu dengan ketinggian 50 - 600 m dpl. Untuk sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda lebih cocok pada ketinggian > 50 m dpl dan yang berjenis petal ganda berkualitas lebih baik pada ketinggian 100 - 600 m dpl. Jenis tanah yang dikehendakki untuk tumbuh dan produksi bunga berkualitas bagus adalah andosol yang berstruktur liat hingga lempung berpasir dengan kisaran pH 5 - 7. Perbanyakan Tanaman Tanaman sedap malan diperbanyak dengan benih berupa umbi yang diambil dari tanaman produksi yang telah berumur lebih dari 2,5 tahun. Anakan umbi yang terbentuk di sekitar umbi utama dapat digunakan sebagai bibit untuk pembesaran sehingga mencapai ukuran yang dikehendaki. Umbi didapatkan dengan cara membongkar tanaman induk dan memisahkan umbi dari rumpun dan akar-akarnyaserta membersihkannya dari tanah dan benda lain yang menempel. Umbi untuk produk bunga diseleksi menurut diameter umbi rata-rata 1-2 cm. Ukuran umbi yang tidak seragam akan menyebabkan pertumbuhan tanaman dan masa produksi bunga yang tidak seragam. Umbi yang berukuran lebih kecil akan menyebabkan pertumbuhan vegetatif lebih lama sehingga mengakibatkan masa produksi bunga akan lebih panjang. Setelah seleksi, umbi yang dipanen dikeringanginkan selama antara 2-3 minggu, kemudian umbi ditaburi bubuk fungisida dan bakterisida untuk mengindari serangan penyakit selama penyimpanan. Penyimpanan dilakukan pada tempat terlindung dari air hujan dan teduh dengan aerasi yang baik (umumnya ditempatkan pada kantong jarring dan digantung). Setelah umbi dipanen akan memasuki masa istirahan, sebaiknya umbi disimpan selama 1-2 bulan agar konsentrasi penghambat tumbuh dalam umbi menurun sehingga saat umbi ditanam tunas akan lebih cepat muncul dan pertumbuhannya seragam. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Tanaman Sedap Malam. Balai Penelitian Tanaman Hias, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2. Sedap Malam (Seri Varietas Unggul). Balai Penelitian Tanaman Hias, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.