Lingkungan tumbuh sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman salak. Interaksi antara varietas dengan lingkungan dapat berakibat baik terhadap pertumbuhan dan hasil tetapi dapat pula berakibat sebaliknya. Oleh karena itu, sebelum memulai usaha tani salak, sebaiknya dipertimbangkan terlebih dahulu kesesuaian ketinggian tempat dari permukaan laut, tipe dan jenis tanah, curah hujan, kondisi fisik dan kimia tanah, serta kedalaman air tanah. Di beberapa tempat yang terkena pengaruh gunung berapi salak menunjukkan penampilan yang baik, misalnya salak pondoh sangat baik tumbuhnya karena pengamh Gunung Merapi, sedangkan Salak Manonjaya di Jawa Barat sangat baik tumbuhnya karena pengaruh Gunung Galunggung; dan Salak Gula Pasir sangat manis dan tumbuh baik karena pengaruh Gunung Agung. Budidaya salak sesuai di dataran rendah yang ikiimnya sangat basah, basah sampai kering. Meski demikian, tipe iklim yang paling ideal untuk pertumbuhan dan produksi salak adalah tipe iklim C (Schmidt dan Fergusson dikutip Rukmana, 1999), yaitu daerah yang mempunyai 3 - 4,5 bulan kering, tetapi masih tumbuh baik pada daerah yang tipe iklimnya A (0 - 1,5 bulan kering) dan iklim B (1,5 - 3 bulan kering). Tanaman salak dapat beradaptasi luas di dataran rendah sampai ketinggian tempat 700 m dari permukaan laut (dpi). Keadaan lingkungan tumbuh yang paling optimum untuk pertumbuhan dan produksi tanaman salak adalah dataran rendah hingga menengah (medium) dengan ketinggian tempat 50 - 300 m dpi. Dan tipe ikiim C, bersuhu antara 20 - 30 @C, curah hujan antara 200 - 400 mm per bulan, kelembaban udara (RH) 40 - 70 dan tempatnya terbuka sampai agak temaungi dengan intensitas sinar matahari 40 - 50. Bila suhu terlalu tinggi akan berpengaruh terhadap perkembangan buah dan biji salak dan bila suhu terlalu rendah akan menghambat pembungaan tanaman salak. Di lapangan dijumpai juga pertanaman salak yang tumbuh subur di daerah-daerah dengan ketinggian 450 m - 650 m dpi dengan ripe iklim A (sangat basah) dan tipe ikiim B (agak basah). Hal ini berarti tanaman salak mempunyai toleransi yang tinggi terhadap keadaan iklim, terutama pada tipe iklim atau Tanaman salak mempunyai toleransi yang tinggi terhadap berbagai jenis atau tipe tanah. Tanah yang paling baik adalah tanah gembur, subur, dengan pH 6.0 - 7.0, aerase dan draenasenya baik, air tanah dangkal, dan kandungan humus yang tinggi. Oleh karena itu sangat dianjurkan kepada para petani salak untuk membuat kompos sendiri dengan menggunakan sisa-sisa tumbuh-tumbuhan hasil pembersihan lahan kebun. pe curah hujan. Tanaman salak tidak dapat tumbuh baik pada lahan yang terlalu basah. Tingkat kelembaban tanah yang optimum sangat diperiukan oleh akar untuk pertumbuhannya. Saluran pengairan hams dibuat untuk menghindarkan tanaman dari genangan yang berlebihan terutama pada musim hujan. Saluran pengairan maupun kolam, akan sangat membantu mempertahankan kelembaban tanah maupun udara pada saat musim kemarau. Oleh karena itu sangat dianjurkan di tengah-tengah lahan kebun salak dibuat kolam ikan dan kolam inilah yang diharapkan dapat menyangga kelembaban tanah yang diharapkan. Sumber : - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Salak, 2003