Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) dikenal sebagai tanaman rempah yang digunakan sebagai obat tradisional. Cengkeh termasuk salah satu penghasil minyak atsiri yang biasa digunakan sebagai bahan baku industri farmasi maupun industri makanan, sedangkan penggunaan yang terbanyak sebagai bahan baku rokok. Produksi Cengkeh mempunyal peranan yang cukup besar dalam menunjang upaya peningkatcin pendapatan Negara karena sampai saat ini Cukai rokok merupakan salah satu sumber pendapatan Negara yang terbesar dibanding dengon sumber-sumber pendapatan lainnya. Negara don penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi Permasalahan yang berkaitan dengan turunnya produktivitas tanaman cengkeh di Indonesia secara umum adalah gabungan antara umur tanaman yang sudah tua dengan kurangnya pemeliharaan. Kedua faktor tersebut secara langsung mengakibatkan tanaman menjadi rusak. Salah satu parameter untuk menentukan tingkat produktivitas tanaman cengkeh adalah dengan memperhatikan besarnya penutupan tajuk yang berhubungan dengan banyaknya ranting atau cabang yang hilang. Pembungaan tanaman cengkeh bersifat terminal (bunga hanya keluar pada ujung ranting) maka, penutupan tajuk erat kaitannya dengan jumlah bunga yang akan dihasilkan. Saat ini sebagian besar tanaman cengkeh yang ada disentra produksi telah berumur >20 tahun dan berdasarkan kondisi penutupan tajuk terdapat tiga kategori tanaman cengkeh Persyaratan Tumbuh Tanaman cengkeh untuk dapat tumbuh dan berproduksi memerlukan persyaratan lingkungan tumbuh yang spesifik. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap tanaman cengkeh antara lain adalah iklim, tinggi tempat dan jenis tanah. Tanah yang sesuai untuk tanaman cengkeh adalah gembur, solum tanah tebal (minimal 1,5 meter) serta kedalaman air tanah lebih dari 3 meter dari permukaan tanah, jenis tanah yang sesuai adalah latosol, podsolik merah, mediteran dan andosol. Keasaman tanah (pH) optimum berkisar antara 5,5 - 6,5. Apabila pH tanah lebih rendah atau lebih tinggi maka pertumbuhan tanaman cengkeh akan terganggu kerena penyerapan unsur hara oleh tanaman menjadi terhambat. Iklim yang sangat berpengaruh adalah curah hujan. Iklim yang sangat kering dapat menyebabkan tanaman cengkeh mati, terutama tanaman muda. aBegitu pula bila iklim sangat basah dapat menyebabkan kematian, terutama pada tanamana dewasa karena akarnya tergenang air. Besarnya curah hujan optimal untuk perkembangan tanaman cengkeh berkisar 1.500 - 2.500 mm/tahun atau 2.500 - 3.500 mm/tahun serta bulan kering kurang dari 2 bulan, suhu udara antara 25 - 34º C, kelembaban (RH) 80 - 90 %, serta tidak ada angin kencang sepanjang tahun. Tanaman cengkeh dapat ditanam dan masih berproduksi pada ketinggian 0 - 900 diatas permukaan laut (dpl). Namun demikian semakin tinggi tempat maka produksi bunga makin rendah tetapi pertumbuhan tanaman makin subur. Tempat yang optimal bagi pertumbuhan bunga tanaman cengkeh berkisar antara 200 - 600 meter diatas permukaan laut (dpl). Untuk mengurangi resiko kegagalan dan biaya tinggi dalam budidaya cengkeh, maka dianjurkan tanaman cengkeh hanya dikembangkan pada daerah yang sangat sesuai dan sesuai saja. Tanaman cengkeh yang berada diluar kriteria tersebut dianjurkan untuk diganti dengan tanaman lain yang sesuai dan menguntungkan. Tanaman cengkeh mempunyai dua masa kritis dalam siklus hidupnya, yaitu masa sebelum tanaman mencapai umur 3 tahun dan setelah berumur 8 tahun, terutama pada awal dan sesudah panen pertama. Keadaan pertumbuhan tanaman tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan tumbuh dan cara budidayanya. Tanaman cengkeh dimasukkan pada kategori tanaman manja dalam arti memerlukan lingkungan yang khusus dan pemeliharaan yang intensif. (Shalimar Andaya Nia) Sumber: 1. Agus Ruhnayat, Ir. Memproduktifkan Cengkih, Tanaman tua dana Tanaman Terlantar. Penebar Swadaya, 2004. 2. NN, Teknologi Unggulan Tanaman Cengkeh, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, http://balittri.litbang.deptan.go.id/database/unggulan/bookletcengkeh.pdf, diunduh Juli 2011.