Loading...

SYARAT TUMBUH TANAMAN SRIKAYA

SYARAT TUMBUH TANAMAN SRIKAYA
Tanaman srikaya dengan nama latinnya Annona Squamosa L. merupakan buah tropis, tersebar hampir seluruh daerah di Indonsia. Walaupun demikian, tanaman ini masih diusahakan secara tradisional. Sebagai upaya memenuhi kebutuhan buah-buahan, maka sudah saatnya budidaya tanaman srikaya ini dikomersialkan. Hal ini disebabkan, buah srikaya sangat menjanjikan dan memiliki kandungan yang berkhasiat bagi kesehatan manusia. Apalagi saat ini tanaman srikaya impor telah berkembang yang dikenal dengan srikaya jumbo seperti srikaya jumbo asli Australia atau Thailand yang sangat cocok ditanam di Indonesia. Di Indonesia, usaha srikaya ini termasuk srikaya jumbo belum sebanyak tanaman mangga, belimbing atau jambu. Dalam membudidayakan tanaman srikaya,hal yang harus diperhatikan agar tanaman srikaya dapat tumbuh subur dan berproduksi optimal yaitu antara lain dipengaruhi iklim, pencahayaan curah hujan dan keadaan tanah. 1. Iklim Tanaman srikaya merupakan tanaman buah tropis. Tanaman ini dapat berkembang dan berbuah lebat di daerah tropis maupun di dataran tinggi. Tanaman srikaya beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai dengan dataran tinggi. Namun demikian, tempat yang paling cocok untuk pertumbuhannya adalah daerah tropis dan daerah subtropis. Daerah tersebut terkena sinar matahari langsung serta mendapatkan curah hujan sekitar 1.500 mm - 2.000 mm per tahun dengan kelembaban 50 - 60%. Temperatur yang sesuai adalah 20 C sampai dengan 35 C dan sangat cocok pada dataran sampai dengan 800 m dpl (dari permukaan laut). Tanaman srikaya menyukai iklim panas, tidak terlalu dingin atau banyak hujan tetapi dapat beradaptasi baik terhadap iklim lembab. 2. Pencahayaan Pertumbuhan srikaya sangat ideal dengan pencahayaan sinar matahari dengan intensitas antara 50 - 80%. Intensitas sinar matahari di dataran rendah lebih rendah dari pada intensitas matahari di dataran tinggi. Namun demikian, waktu penyinaran di dataran rendah berlangsung lebih lama dibandingkan dengan waktu penyinaran di dataran tinggi. 3. Curah Hujan Curah hujan di setiap daerah berbeda-beda. Hal ini akan berdampak pada hasil budidaya srikaya ini. Penyebabnya adalah karena proses pembungaan srikaya jumbo tergantung pada curah hujan. Jika hari hujan tidak sesuai dengan yang diperlukan untuk proses pembungaan pada tahap awal maka yang terjadi adalah bahwa pembuahan tidak akan terjadi.oleh karena itu volume curah hujan harus sesuai dengan waktu yang dibutuhkan oleh srikaya. Volume curah hujan di sepanjang tahun dapat dibedakan seperti berikut ini: ¢ Daerah cukup basah, jika memiliki 1 (satu) bulan kering dan 12 bulan basah, seperti di daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. ¢ Daerah setengah basah, jika memiliki 1 - 2 bulan kering dan memiliki 09 - 10 bulan basah, seperti daerah Jawa Barat, Kalimantan Timur dan sebagian besar Sumatera. ¢ Daerah setengah kering, jika daerah ini memiliki keadaan 2 - 4 bulan kering dan memiliki 5 - 6 bulan basah, misalnya Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, kecuali Madura ¢ Sebagai catatan, bahwa yang diperlukan untuk srikaya jumbo adalah curah hujan maksimum 1.500 - 2.000 mm/tahun. 4. Keadaan Tanah Srikaya sebenarnya tidak menuntut jenis tanah yang khusus. Berdasarkan penyebaran srikaya di Indonesia yang setiap daerah memiliki jenis yang berbeda, tanaman ini mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik. Jika tanaman ini akan dibudidayakan secara intensif dan komersial untuk mendapatkan hasil yang baik, maka lahan untuk penanaman srikaya harus diolah dengan baik. Tanah harus gembur, banyak mengandung organik, dan memiliki tata air serta udara tanah yang baik sehingga unsur hara tanah mudah tersedia bagi tanaman. Tanah (media tumbuh) untuk srikaya yang sesuai adalah tanah yang subur sebab kaya kandungan bahan organik. Tanah harus mengandung pasir dan tanah liat serta debu sehingga mudah membentuk remah. Keasamannya dengan kadar pH 5-7,5. Tanah yang ph-nya netral tidak perlu dikapur lagi sebab unsur-unsur yang berbahaya pada tanah yang netral yang dapat meracuni tanaman tidak akan dapat terakumulasi. Tanah yang tidak netral akan cocok ditanami buah srikaya, asal diberi kapur sehingga kebutuhan tanaman akan unsur hara selalu tercukupi. Manfaat lainnya adalah proses fotosintesis berjalan sangat baik sehingga buah srikaya terasa manis legit karena pada buahnya tersedia karbohidrat yang akan menjadi gula. Tanah jenis netral inilah yang paling cocok pada tanaman buah jenis srikaya jumbo. Tanah yang cocok inilah yang disebut sebagai tanah glumosol atau tanah ondosol, dengan warna hitam keabu-abuan kelam. Struktur tanah lapisan atas berbutir-butir. Tanah tersebut mampu mengikat cukup banyak air sehingga air tidak mudah mengalir atau meresap ke tempat lain. Tanah ini mampu menahan air dalam waktu lama. Tanah yang gembur dan subur membuat srikaya segera bertumbuh pesat dan berbuah lebat. Petani yang akan berbudi daya tanaman buah srikaya harus selalu mempelajari dan memperhatikan warna tanah. Oleh karena itu, para petani harus belajar banyak dari buku literatur dan atau dari sumber lain, misalnya internet. Lahan penanaman budi daya srikaya ditujukan untuk keperluan komersial sehingga si petani harus memilih tanah yang memenuhi persyaratan berikut ini: ¢ Subur dan gembur serta banyak mengandung organik ¢ Tidak mengandung hama dan penyakit tular tanah ¢ Drainase baik dan tidak menggenang, selalu cukup air, terutama di musim kemarau Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Ir.Juhaeni Radi, 1997. Budidaya Srikaya. Penerbit Kanisius, Yogyakarta 2. Sumarno,DS., Isto Suwarno, 2011.Srikaya Jumbo Potensi Unggul Si Buah Super. Penerbit Lily Publisher, Yogyakarta 3. Sobir; Mega A, 2013. 20 Tanaman Buah Koleksi Eksklusif, Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.