Tanaman jeruk merupakan tanaman buah tahunan yang umumnya dibudidayakan dilahan/ kebun yang luas. Akan tetapi bagi sebagian orang kepemilikan lahannya terbatas sehingga keinginan membudidayakan tanaman jeruk bisa direalisasikan dengan menanam jeruk didalam pot (tabulampot). Tabulampot bisa diusahakan di lingkungan rumah tempat tinggal sehingga mudah pengawasan dan perawatannya. Dilingkungan pemukiman dan perkotaan tabulampot bisa diintegrasikan dengan tanaman pekarangan lainnya (KRPL) sehingga disamping bermanfaat sebagai sumber gizi juga sebagai taman keluarga. Hampir semua jenis tanaman jeruk bisa ditanam dalam pot namun ada beberapa jenis jeruk yang umum, diantaranya: jeruk hias (Ornament) : jeruk Kalamondin , Kalamondin daun variegata, Nagamik Kumquat, Jeruk Limau (untuk sambal); Jeruk keprok : Siam Pontianak, Keprok Terigas, Keprok Batu 55, Keprok Madura, keprok Uwik ragi, keprok Santang; Jeruk besar (Pamelo) : pamelo Nambangan, pamelo Raja, pamelo Srinyonya, pamelo Ratu; Jeruk manis (jeruk peras) : manis Pacitan, manis Valencia, manis Punten, manis Waturejo. Bahan dan Peralatan yang dibutuhkan untuk tabulampot adalah: benih jeruk umur 1-2 tahun, pot semen/drum berdiameter 35-50 cm/ pot plastik diameter 50 tinggi 60 cm, tanah humus/ pasir endapan sungai, pupuk kandang kambing/sapi, sekam / daun-daun kering yang telah dihancurkan, pupuk majemuk NPK (16:16:16) dan Urea, Pestisida, pecahan genting, gunting tanaman, sekop kecil dan cangkul, gembor, jet sprayer (2 liter) Langkah-langkah tabulampot jeruk agar menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas adalah: 1. Penanaman, Pertama menyiapkan media tanam. Mencampurkan 2 bagian tanah humus/pasir endapan sungai ditambah 1 bagian pupuk kendang dam 1 bagian sekam, diaduk hingga rata menggunakan cangkul. Bila tidak ada tanah humus / pasir endapan sungai bisa pula menggunakan campuran tanah, pasir, pupuk kandang dan sekam dengan perbandingan: 2:2:1:1. Media tanam untuk tabulampot harus gembur dan porus agar air bisa masuk kedalam media tanam dengan baik. Kedua, Menutup lubang pot/drum dengan pecahan genting secukupnya supaya media tanam tidak terbuang keluar saat dilakukan penyiraman, Ketiga, mengisi pot dengan media tanam dua pertiga bagian pot dengan menggunakan skop kecil. Keempat, menanam benih kedalam pot, kemudian diisi media tanam sampai penuh.Penanaman benih jeruk dalam pot dilakukan dengan membuka polybag benih secara hati-hati untuk menghindari perakaran benih rusak dan menyiram benih yang telah ditanam hingga semua media tanam cukup basah dengan menggunakan alat penyiram 2. Pemeliharaan, Penyiraman pada musim kemarau dilakukan setiap dua sampai tiga hari sekali disesuaikan dengan kondisi kelembaban media tanam. Jangan menyiram terlalu basah karena bila ini terjadi dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan akar menjadi busuk dan berakibat daunnya menguning. Pemupukan dilakukan secara rutin setiap bulan sekali menggunakan campuran 15-25 gram pupuk NPK (16:16:16) dengan 25 gram urea, kemudian disiram secukupnya. Pengendalian hama-penyakit dilakukan saat tanaman sedang tumbuh tunas baru utamanya untuk mencegah serangan hama kutu daun (Aphids), Thrips (Scirtothrips citri) dan ulat peliang daun dengan menggunakan insektisida berbahan aktif Alfametrin/Imidakloprit dengan 0,5-1 ml/liter air disemprotkan menggunakan sprayer/jetspray secara merata setiap tiga hari sekali selama sepuluh hari. Perlu diperhatikan bahwa sebagian besar hama pengganggu datang saat tumbuh tunas baru dan saat bunga mekar sampai buah menjelang tua Pemangkasan dilakukakan terhadap: setiap tunas yang tumbuh pada batang bawah, tunas air, tunas yang tumbuh pada ujung cabang yang tumbuh terlalu banyak dan disisakan tiga tunas yang terbaik 3. Merangsang Pembungaan, Tabulampot jeruk umur 1.5-2 tahun yang pertumbuhannya normal sudah mampu untuk berbuah, akan tetapi karena asupan nutrisinya tercukupi terus menerus maka secara alami enggan untuk berbuah. Kondisi sebaliknya pada musim kemarau tanaman dalam pot sering terjadi kekeringan kadang sampai daunnya layu, maka penyiraman yang kita lakukan akan memacu pertumbuhan tunas baru yang akan diikuti munculnya bunga. Kondisi kekurangan (stress) air inilah selanjutnya kita terapkan setiap kali kita merencanakan pembungaan tanaman jeruk dalam pot. Umur tabulampot minimal 1-2 tahun yang sedang dorman. Selanjutnya dibiarkan tidak disiram selama 3-5 hari, sampai daunnya layu semi permanen. Bila pada musim hujan “stress air” dilakukan dengan cara menyungkup pot dengan plastik, setelah daunnya layu semi permanen sungkup plastik dilepas dan dilakukan penyiraman. Pemberian pupuk 40-50 gram NPK (16:16:16) dicampur urea 25 gram untuk ukuran pot berdiameter 45-50 cm, kemudian disiram air sampai cukup lembab.. Lakukan penyiraman secara rutin sampai tumbuh tunas dan berbunga. 4. Penggantian Media Tanam, Cara penggantian media tanam: a) Tanaman dikeluarkan dari pot lalu dilakukan pemotongah akar sepanjang ± 3-5 cm melingkar dari tepi perakaran, b) Masukkan media tumbuh yang baru ke dalam pot, c) Memasukkan kembali tanaman ke dalam pot dan ditambahnkan media tumbuh secukupnya, dan d) Pemberian pupuk NPK (16:16:16) sebanyak 40-50 gram ditambah 15-25 gram Urea dengan menaburkan pupuk secara merata dan disiram air sampai cukup basah/lembab. Ayo mari kita menanam buah dalam pot, buah lebat pendapatan hebat… Susi Deliana Siregar Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber: Disarikan dari berbagai sumber