Kinerja di tahun 2013 ini merupakan tahun penentu, karena tercapainya target swasembada dan swasembada berkelanjutan tahun 2013 akan berdampak pada kinerja tahun 2014. Oleh karena itu, saya meminta dukungan dan kerja keras semua pemangku kepentingan agar menaruh prioritas tinggi dalam pengembangan produktivitas komoditas unggulan yang menjadi target pembangunan pertanian." Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian, Ir. Suswono dalam sambutan pada saat pembukaan kegiatan Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian, Kelembagaan Teknis dan Kelembagaan Litbang Pertanian di Cisarua, Bogor, Rabu 21 Mei 2013. Selanjutnya Mentan menyampaikan bahwa peningkatan produksi pada tahun 2012, mengindikasikan bahwa arah program dan kegiatan yang dilaksanakan sudah berada pada jalur yang benar (on the right track), namun demikian, kita juga tidak bisa mengesampingkan adanya dinamika lapangan yang masih harus kita perbaiki ke depan, seperti: keterlambatan penyaluran benih, pupuk bersubsidi yang sulit diperoleh, belum sinerginya dinas pertanian dengan kelembagaan penyuluhan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada seluruh jajaran institusi pertanian, baik di pusat maupun di daerah, untuk benar-benar dapat mengidentifikasi dan memetakan dengan baik potensi dan permasalahan yang ada di wilayahnya," ujar Mentan. Lebih lanjut Mentan menyampaikan bahwa pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada pencapaian peningkatan produksi, tetapi harus seiring dengan upaya-upaya untuk mengurangi konsumsi beras dengan mengembangkan pola pangan yang beragam, bergizi dan berimbang. Dalam program diversifikasi pangan dan gizi, harus dapat diupayakan untuk menurunkan konsumsi beras per kapita dengan target penurunan 1,5% per tahun. Demikian pula upaya untuk mengurangi ketergantungan pangan yang berbahan baku impor. "Saya berharap saudara-saudara sebagai aparat di tingkat provinsi dan kabupaten/kota agar dapat terus menggerakkan petani sehingga mampu mengakses sumber-sumber permodalan yang telah disediakan oleh Pemerintah," lanjut Mentan. Selain itu, Mentan juga manyampaikan peran strategis penyuluhan pertanian dalam mendampingi petani, pekebun, peternak dan pelaku usaha, yang antara lain meliputi fasilitasi proses pembelajaran dengan berbagai metode penyuluhan, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan, serta membantu menganalisis dan memecahkan masalah serta merespon peluang dan tantangan dalam mengelola usaha, mengupayakan kemudahan akses ke sumber informasi, teknologi, dan sumberdaya lainnya. Dalam akhir sambutannya Mentan menegaskan bahwa kunci keberhasilan terwujudnya pencapaian target swasembada dan swasembada berkelanjutan adalah melalui gerakan operasional penyuluhan di tingkat desa/kelurahan dan kecamatan. Untuk menjamin terlaksananya gerakan operasional penyuluhan di lapangan, saya mengajak kepada peserta untuk memotivasi para penyuluh agar bekerja keras, cerdas, dan ikhlas, serta meningkatkan koordinasi dengan Mantri Tani/KCD, Pengamat OPT, Ketua Kelompok Tani, dan petugas teknis lainnya. Kegiatan Pertemuan Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan, Kelembagaan Teknis dan Litbang Pertanian dihadiri oleh kurang lebih 500 orang peserta, yang merupakan Kepala Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Kepala BPTP dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Selain Menteri Pertanian, acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Herman Khaeron, Ketua KTNA Nasional, Ir. Winarno Tohir, Wakil Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional, Prof. Sumardjo dan Pejabat Eselon I dan II lingkup Kementerian Pertanian. (Rumusan Hasil Kegiatan dapat diunduh pada file attacment)