Loading...

TANAM CABAI MERAH DENGAN CERMAT

TANAM CABAI MERAH DENGAN CERMAT
PENULIS: BPP SIPAHUTAR, DINAS PERTANIAN TAPANULI UTARA Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Hampir setiap masakan nusantara memanfaatkan cabai merah sebagai bumbu utama, baik untuk memberikan rasa pedas, aroma khas, maupun warna yang menarik pada makanan. Adapun manfaat lainya dari tanaman cabai merah adalah sebagai berikut di Bidang industri pengolahan : dapat dijadikan saus cabai, sambal botol, bubuk cabai, pasta cabai, Bahan farmasi: Capsaicin yang terkandung dalam cabai merah digunakan dalam salep pereda nyeri otot, Produk kesehatan: sebagai sumber vitamin c, vitamin A, mineral yang bermanfaat bagi kesehatan, dan antioksidan, Tanaman hias :Beberapa varietas cabai merah ditanam untuk estetika di pekarangan. Budidaya cabai merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Dalam kondisi pasar yang baik, keuntungan yang diperoleh petani dapat berlipat ganda. Namun, tingkat risiko usaha tani cabai merah juga cukup besar, terutama karena tanaman ini sangat peka terhadap perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan fluktuasi harga pasar. Oleh karena itu, diperlukan teknik budidaya yang tepat, efisien, dan ramah lingkungan untuk menghasilkan produksi cabai merah yang tinggi, berkualitas, dan berkelanjutan. Cabai merah dapat tumbuh dengan baik di 0 – 1.250 meter di atas permukaan air laut. Dengan suhu udara 24o–28°C untuk pertumbuhan optimal. Jenis tanah yang dapat memicu pertumbuhan optimal adalah tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik dengan ph tanah 5,5–6,8. Tanaman cabai juga sangat membutuhkan drainase yang baik serta menghindari udara terlalu lembap karena dapat memicu penyakit jamur. BUDIDAYA TANAMAN Pemilihan Benih Dalam pemilihan benih ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan: Pilih varietas sesuai tujuan dan kondisi lahan. Sesuaikan varietas dengan kebutuhan (misalnya untuk konsumsi segar, olahan, atau industri). Pilih varietas yang cocok dengan iklim setempat (tahan panas, tahan hujan, atau adaptif). Utamakan varietas unggul yang sudah teruji hasilnya. Gunakan benih bersertifikat. Pastikan benih memiliki label resmi dari produsen terpercaya. Sertifikat menjamin benih murni, berkualitas, dan bebas penyakit. Perhatikan kualitas fisik benih. Bentuk utuh, tidak keriput atau pecah. Warna cerah kekuningan pucat, tidak kehitaman. Tidak berjamur atau berbau apek. Uji daya kecambah. Ambil ±100 biji, semai di media lembap, lalu hitung berapa yang berkecambah. Pilih benih dengan daya kecambah minimal ≥80%. Perhatikan umur benih. Gunakan benih yang tidak terlalu lama disimpan (maksimal 1 tahun, tergantung penyimpanan). Simpan benih di tempat kering, sejuk, dan terlindung dari cahaya langsung. Persemaian Persemaian cabai merah dilakukan dengan menggunakan benih unggul yang tahan penyakit dan hasilnya tinggi. Benih disemai dalam tray/bedengan semai dengan ukuran, yaitu lebar 1 – 1,2 m, panjang 2-4 m dan tinggi bedeng 15 – 20 cm. Jarak antara tanah bedengan dan atap sekitar 50 cm agar sinar matahari tidak masuk secara langsung ke semaian bibit cabai. Media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan pasir dengan perbandingan 2:1:1, serta pemberian pupuk kimia secukupnya untuk mempercepat pertumbuhan bibit cabai merah. Untuk ± 1 ha benih yang digunakan sekitar 400 – 600 gram benih. Bibit akan tumbuh setelah 4-7 hari sejak disemaikan. Setelah berumur 3-4 minggu atau bibit memiliki 4-5 helai daun, bibit siap untuk dipindahkan ke lahan tanam utama. Pengolahan Lahan dan Penanaman Pengolahan lahan dimulai dengan pembajakan dan pembuatan bedengan selebar 1-1.5 meter. Pada musim penghujan tinggi bedengan dibuat 40 - 50 cm, sedangkan pada musim kemarau dapat dibuat antara 30 - 40 cm. Jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 40 – 50 cm. jika ph tanah tidak sesuai disarankan pemberian dolomit. Pemberian pupuk kandang dan dolomit (kapur pertanian) dilakukan pada saat pembuatan bedengan, yaitu 2 – 3 minggu sebelum tanam, dengan cara seluruh dosis pupuk kandang dan dolomit ditaburkan tipis dipermukaan tanah kemudian dicampur rata dengan tanah. Sedangkan pupuk anorganik sebagai pupuk dasar diberikan dengan cara membuat larikan berjarak sekitar 30 cm dari tepi bedeng dengan kedalaman 10 – 15 cm, kemudian taburkan pupuk secara merata pada larikan tersebut. Pemberian pupuk dasar ini dilakukan sebelum pemasangan mulsa plastik hitam perak sebanyak setengah dosis. Mulsa plastik hitam perak dapat digunakan untuk menekan gulma dan menjaga kelembaban tanah. Pada mulsa plastik buatlah lubang dengan menggunakan kaleng yang dipanaskan, dengan kedalaman 15 – 20 cm dan diameter 20 – 25 cm, dan dibiarkan satu malam baru kemudian keesokan harinya bibit dapat ditanam. Penanaman sebaiknya pada sore hari menghindari tanaman menjadi layu. Setelah berumur 3-4 minggu atau bibit memiliki 4-5 helai daun, bibit siap untuk dipindahkan dengan syarat bibit tidak terserang hama dan penyakit, dan pertumbuhannya seragam. Penanaman cabai merah dilakukan dengan jarak 50 cm x 50 cm atau 60 cm x 40 cm, kemudian masukan NPK sebanyak 10-15 gram per lubang sebagai pupuk dasar. Pemeliharaan Dalam pemeliharaan tanaman cabai merah perlu di perhatikan: Pemotongan tunas: membuang tunas-tunas baru yang tumbuh pada batang utama, pada saat tanaman berumur ± 45 hari setelah tanam. Penyulaman: mengganti bibit yang rusak/mati. Penyulaman dilakukan maksimal 2 minggu setelah tanam. Pemasangan ajir: merupakan alat bantu yang terbuat dari bilah bambu yang berfungsi membantu tegaknya tanaman cabai merah. Penyiraman: dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah. Saluran drainase harus tetap diperhatikan terutama pada musim penghujan agar tanaman tidak tergenang air, karena hal tersebut dapat meningkatkan serangan penyakit akibat kelembaban yang tinggi. Kebersihan lingkungan: pemeliharaan kebersihan termasuk penyiangan terhadap gulma dilakukan pada umur tanaman 1 bulan setelah tanam, untuk mengurangi kompetisi tanaman dengan gulma dalam mendapatkan unsur hara. Pemupukan, pemupukan disesuaikan dengan kondisi lahan setempat. Kebutuhan pupuk meliputi pupuk kandang 10 – 30 ton/ha, urea 200 – 300 kg/ha, SP 36 200 – 300 kg/ha dan KCl 150 – 250 kg/ha. Jika kondisi tanah terlalu masam dapat diberikan dolomit sebanyak 2,5 ton/ha. Pemupukan susulan diberikan pada saat tanaman berumur satu bulan yaitu setengah dosis sisanya, dengan cara dikocor. Setiap tanaman disiram dengan 150 – 250 ml larutan pupuk. Larutan pupuk dibuat dengan mengencerkan 1,5 – 3 kg pupuk anorganik dalam 100 liter air. Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman cabai merah adalah hama lalat buah dapat dikendalikan dengan pemasangan perangkap lalat buah yang mengandung bahan aktif metil eugenol. Hama pengisap seperti kutu daun, trips dan kutu kebul dapat dikendalikan dengan pemasangan mulsa plastik hitam perak dan juga pemasangan perangkap lekat kuning. Penyakit antraknose dapat dicegah dengan penggunaan varietas tahan dan atau penggunaan fungisida secara selektif. Dalam pengendalian OPT menggunakan pestisida, maka harus benar dalam pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasi Panen dan Pasca Panen Cabai Merah Cabai merah siap dipanen setelah berumur sekitar 70-90 hari sejak tanam. Panen dilakukan secara selektif, yaitu hanya cabai yang sudah benar-benar merah dan matang yang dipetik agar hasil maksimal. Setelah panen, cabai dapat langsung dijual segar atau dilakukan proses pengeringan untuk cabai kering. Penyimpanan cabai harus dilakukan di tempat yang sejuk dan kering agar kualitas tetap terjaga