TANAM JAGUNG DI LAHAN GAMBUT
Penanaman Jagung dilaksanakan di kelompok Tani Taruna Tani Wana Tani desa Mekarsari yang dihadiri oleh petugas Penyuluh Pertanian Kec.Cibalong, Polsek Cibalong dan Koramil Pamungpeuk. Tanam jagung di lahan gambut memerlukan teknik khusus, utamanya penerapan Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) dan pengaturan tata air (drainase) untuk menjaga pH tanah. Kunci keberhasilan budidaya di tanah gambut meliputi pengapuran (dolomit) untuk mengatasi keasaman, pemupukan mikro (terutama Cu dan Zn), dan penggunaan varietas tahan genangan.
Berikut adalah panduan teknis tanam jagung di lahan gambut:
Persiapan Lahan (TOT): Lahan tidak perlu dibajak. Cukup bersihkan gulma menggunakan herbisida sistemik (4-5 liter/ha). Buat drainase/saluran air agar muka air tanah berada di kedalaman 30-50 cm di bawah permukaan.
Pengapuran (Penting): Gambut cenderung asam. Berikan kapur dolomit sekitar 2-4 ton/ha untuk meningkatkan pH menjadi 5.8 atau lebih.
Pemupukan & Pembenahan Tanah: Aplikasikan pupuk kandang 5 ton/Ha dan pupuk mikro (Zn, Cu) karena gambut miskin hara. Pupuk NPK disarankan dalam dosis lebih tinggi (Urea 200 kg/ha, SP36 150 kg/ha, KCl 150 kg/ha).
Penanaman: Gunakan sistem tugal dengan jarak tanam 70x40 cm atau 75x25 cm. Benih dapat dicampur insektisida/fungisida sebelum tanam untuk mencegah hama/penyakit.
Perawatan & Panen: Lakukan penyiangan gulma dan pemupukan susulan. Panen jagung di lahan gambut biasanya dilakukan saat umur 3,5 bulan.
Penggunaan metode paket tampurin (pupuk + kapur + kompos) dapat mengoptimalkan pertumbuhan tanpa merusak struktur gambut.