TANAM JAGUNG UNTUNG BERLIPAT Jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Nasional selain padi, kedelelai, cabe merah, bawang merah, tebu, dan kakao. Kebutuhan jagung Nasional juga cenderung naik. Di Lima Puluh Kota kebutuhan jagung sebagai pakan ternak cukup tinggi mencapai 120 – 200 ton/hari. Pangsa pasar cukup tersedia, karena Lima Puluh Kota masih mendatangkan jagung dari luar daerah, seperti dari Kabupaten Pasaman.Menanam jagung 2 tahun terakhir cukup menguntungkan, karena harganya cukup stabil di pasaran, berkisar Rp. 3.500 s/d Rp. 5.500/kg. Keuntungan berlipat dapat diperoleh jika anda mengetahui cara menanam jagung yang akan menghasilkan biji-biji jagung lebih banyak, atau yang dikenal dengan produktivitas yang tinggi. Potensi hasil tanam jagung 8 s/d 9 ton/ha, tergantung kepada cara pengelolaan tanamnya.Salah satu cara meningkatkan produktivitas tanam jagung adalah dengan mengetahui dan menerapkan teknologi anjuran dari para Peneliti Bidang Pertanian yang disampaikan melalui kegiatan Penyuluhan Pertanian.Berikut kita coba mengetahui apa-apa saja yang perlu diketahui oleh pelaku utama penanam jagung sebelum memutuskan untuk berinvestasi tanam jagung. Komponen teknologi yang perlu adalah (1). Benih, (2) Persiapan Lahan, (3).Pengaturan Jarak Tanam, (4). Pemupukan, (5). Pengendalian Hama dan Penyakit (6). Panen dan Pasca Panen.Bibit jagung terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu Hibrida dan Komposit, masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan, jagung komposit berumur lebih pendek, namun potensi hasilnya dibawah jagung hibrida. Jagung Hibrida memiliki potensi hasil lebih tinggi dengan persyaratan pemupukan sesuai anjuran dan disesuaikan dengan keadaan lahan.Di daerah kawasan jagung, jenis jagung komposit telah mulai ditinggalkan pelaku pembudidaya jagung lebih memilih jagung hibrida dengan beberapa jenis varietas pelaku perlu mengenal jenis varietas jagung hibrida diantaranya P-32, P35, Pertiwi, NK, BIMA 19 URI, BIMA 20 URI, masing-masing vaietas juga memiliki keunggulan. Harga bibit jagung juga bervariasi, mulai dari Rp.45.000/kg sd Rp.95.000,-. Bibit jagung tersedia di kios pertanian, juga ada yang dibantu oleh pemerintah melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten yang disalurkan melalui Kelompok Tani.Selanjutnya mari kita coba mengetahui cara praktis mengolah lahan untuk tanam jagung, Adman Rojak, Peneliti BPTP sukarami menyampaikan bahwa hasil penelitian TOT dengan bumbun cangkul menghasilkan panen pipilan kering 9,57t/ha sedangkan Olah Tanah menghasilkan 7,58 t/ha.Kelebihan TOT juga dapat menghemat biaya tenaga kerja, sebelum dilakukan penanaman, lahan dibersihkan dari gulma dengan mesin potong rumput, atau dengan pestisida pengendali gulma yang tersedia di toko pertanian.Sebelum penanaman perlu diketahui pengaturan populasi tanam yang bertujuan untuk menambah populasi tanaman, sehingga produksi dapat ditingkatkan. Pengaturan populasi tanam dapat dilakukan denganmenatur jarak tanam menggunakan sistim tanam jajar legowo 2:1 Jarak tanam 20x40x100 cm untuk tugal 1 biji per lubang menghasilkan 66.000-75.000 tan/ha, jarak tanam 40x70x100 cm untuk tugal 2 biji per lubang menghasilkan populasi 71.428 tan/ha.Cara tanam dapat dilakukan dengan manual dengan cara ditugalkan dengan alat sederhana atau dibuatkan larikan baru ditanamkan. Penggunaan alat tanam TBI-2Rdapat mempercepat waktu tanam, tetapi alat ini belum banyak dimiliki oleh petani.Salah satu kunci peningkatan hasil tanam jagung adalah cara pemupukan yang tepat (tepat dosis, waktu, cara), dari hasil pengamatan lapang ditemui petani yang belum paham cara pemupukan jagung sesuai anjuran.Sebelum melakukan pemupukan perlu diketahui berapa pupuk yang akan kita pakai? Apa jenis pupuk yang akan kita gunakan? Sesuaikan dengan modal yang kita miliki. Jawabanya tersedia pada rekomendasi spesifik lokasi yang dikeluarkan oleh BPTP Sumatera Barat.Salah satu rekomendasi penggunaan pupuk hasil penelitian Adman Rojak, 2009 adalah 200 kg Urea ditambah 100 kg SP-36, ditambah 100 kg KCl ditambah 100 kg dolomit dan ditambah 1 ton pupuk kandang/ha, menghasilkan 6,2 ton jagung pipilan kering.Rekomendasi pemupukan dari hasil pelaksanaan penerapan inovasi tanam jagung di kelompoktani Reformasi jorong Bukit Apit dapat juga dijadikan acuan sebagai berikut : Urea 250 kg, NPK 300 kg, Petroganik 120 kg. Hasil yang didapat kelompok ini 6,1 t/ha.Pemakaian dosis pupuk perlu disesuaikan dengan keadaan tanam lokasi tanam, rekomendasi hanya sebagai pedoman takaran/dosis, yang perlu disesuaikan dengan tingkat kesuburan lahan.Cara pembrian pupuk bisa sistim tebar atau ditugalkan disamping lubang tanam, kemudian ditutup dengan tanah atau pupuk kandang. Waktu pemberian pupuk pada umur 7 Hari Setelah Tanam (HST) dan 30-35 HST untuk pupuk susulan kedua.Pengendalian gulma perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya persaingan makanan dan menghindari sumber-sumber penyakit jagung. Penyiangan dapat dilakukan disaat gulma mulai tumbuh diiringi dengan pembumbunan yang diperlukan untuk menghindari jagung rebah.Pengendalian hama dan penyakit jagung dilakukan dengan cara melakukan pengamatan tanaman jagung dengan memperhatikan gejala yang yang muncul di tanaman, cepat untuk diatasi. Di daerah kronis penyakit yang sering muncul adalah cendawan, bulai hal ini dapat diatasi dengan memilih bibit yang tahan, mengatur jarak tanam, mengatur sirkulasi udara dengan sistim tanam jajar legowo 2 : 1.Panen jagung dapat dilakukan dengan melihat fisik tanaman, jika daun, batang, kelobot buah sudah mulai mengering dan berwarna kecoklatan 80-90% jagung sudah dapat dipanen. Hasil pengamatan Kafridal petani dari Nagari Sungai Talang menyatakan bahwa membiarkan jagung masak sempurna di batang dapat menghemat biaya tenaga kerja penjemuran. Dia mengatakan umur panen jagung butuh waktu 5 (lima ) bulan atau sekitar 150 hari.Dengan telah dilakukannya rangkaian kegiatan inovasi teknologi tanam jagung, maka anda akan mendapatkan hasil yang berlipat, dibandingkan dengan cara konvensional tanpa menerapkan teknologi yang hanya memperoleh hasil kisaran 3,5 s/d 4 t/ha.Sentuhan teknologi terbukti dapat meningkatkan hasil tanaman mencapai 20 – 30%, sebagaimana yang telah dilaksanakan di beberapa demplot tanaman jagung di tingkat kelompok tani, semoga tulisan ini dapat memotivasi pelaku utama, investor untuk meraup untung berlipat dari tanam jagung. Penulis Rodiah Syukrianti, SP Penyuluh Pertanian Muda di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Guguak Kabupaten Lima Puluh Kota November 2018.