Tanam sistem Methuk, sebenarnya sudah lama dikenal di sektor pertanian, namun belum banyak yang menerapkannya karena dengan sistem Methuk ini petani benar-benar dibuat sibuk dengan sistem tanam yang susul menyusul. Dibalik kesibukan petani melakukan tanam sistem methuk, sebenarnya sistem Methuk ini banyak sekali keuntungannya. “Methuk” berasal dari kata “pethuk” dalam bahasa Jawa memiliki arti “bertemu” dan dalam bentuk aktif “methuk” memiliki arti “menjemput”. Tanam sistem methuk memiliki prinsip dasar sebagai berikut : Kedelai methuk Jagung Prinsip dasar sistem kedelai methuk jagung adalah dengan menanam kedelai ketika jagung berumur 80-90 hari, sehingga waktu jagung dipanen saat itu kedelai sudah berumur sekitar satu bulan. Sekitar 45 hari berikutnya kedelai sudah dapat dipanen. Setelah panen kedelai, jagung kedua dapat ditanam dan dengan cara tanam sistem ini, yang pada awalnya petani hanya dapat membudidayakan jagung sebanyak dua kali yaitu di Musim Tanam (MT) I dan MT II, petani dapat menanam kedelai di sela-selanya. Pemangkasan tunas jagung atau mucuki dilakukan setelah kedelai berumur 5-7 hari. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi benih kedelai yang ditanam dari terpaan hujan dan gangguan lainnya. Jagung methuk Jagung Prinsip dasar sistem jagung methuk jagung adalah dengan menanam jagung ke dua ketika jagung berumur 80-90 hari atau satu bulan sebelum panen sudah ditanam benih jagung susulan berikutnya. Keuntungan Tanam Sistem Methuk Beberapa keuntungan tanam sistem methuk dapat disampaikan sebagai berikut : Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP); melalui tanam sistem methuk maka Indeks Pertanaman dapat meningkat dari IP 200 menjadi IP 300 bahkan bisa menjadi IP 400. Pola peningkatan IP dapat dicapai dengan sistem Bulan Oktober sampai dengan Januari (IP 100); dengan tanaman Jagung yang sebelum dipanen ditanam dengan Kedelai pada Bulan Desember (IP 200). Sebelum Kedelai di panen pada Bulan Februari (IP 300) ditanam Jagung ke dua. Sebelum Jagung ke dua dipanen, maka pada Bulan April (IP 400) dapat ditanam Kedelai ke dua atau dengan Komoditas Kacang Hijau. Tanam komoditas baru tanpa mengganti komoditas utama; melalui tanam sistem methuk ini kita dapat menanam tanaman komoditas baru tanpa mengganti komoditas utama. Biasanya petani menanam jagung dua kali dalam setahun, namun dengan tanam sistem methuk atau menjemput, petani dapat menyisipkan tanaman baru yang tidak harus menunggu sampai tanaman utama di panen melainkan tanaman baru ditanam sebelum tanaman utama di panen. Dengan demikian maka IP dapat ditingkatkan dari IP 200 bisa menjadi IP 300 bahkan IP 400. Memaksimalkan penggunaan air pada daerah lahan kering; Melalui sistem tanam methuk merupakan solusi untuk memaksimalkan pemanfaatan air pada lahan kering/tadah hujan. Meningkatkan Produksi; Dengan tanam sistem methuk maka produksi dapat meningkat karena adanya tambah tanam karena efisiensi waktu tanam dan umur tanaman. Teknis Penanaman Kedelai Methuk Jagung Tanam Kedelai methuk Jagung sebenarnya sudah lama dikenal di sektor pertanian. Istilah Kedelai Methuk Jagung, yaitu pola menanam kedelai ketika jagung berumur 80-90 hari, sehingga ketika jagung dipanen, kedelai sudah berumur sekitar satu bulan dan kurang lebih 45 hari berikutnya kedelai sudah dapat dipanen. Penggunaan mesin memang menyulitkan untuk pertanaman sistem methuk. Petani kita masih panen menggunakan sabit. Namun, panen menggunakan pemotong rumput juga masih cukup aman asal pengaturan jarak tanamnya disesuaikan. Jarak tanam jagung biasanya menggunakan ukuran (70x20) cm2 dengan satu biji per lubang tanam atau ukuran (70x40) cm2 untuk dua biji per lubang tanam. Jarak tanam ini seperti jarak tanam biasa yang dilakukan oleh petani. Jarak tanam untuk kedelai menggunakan ukuran (35x20) cm2 yang ditanam di sela-sela jagung. Adapun penggunaan pupuk pada tanaman jagung dilakukan seperti biasanya. Khusus untuk tanaman kedelai direkomendasikan menggunakan pupuk majemuk. Persyaratan lahan yang dapat untuk menerapkan tanam sistem methuk antara jagung dengan kedelai adalah lahan yang memiliki pola tanam jagung (MT-I) – Jagung (MT II). Pengolahan tanah pada tanam sistem methuk dilakukan pada MT I dengan olah tanah penuh dan untuk selanjutnya tidak dilakukan lagi pengolahan tanah ata biasa disebut dengan tanpa olah tanah (TOT). Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah ada pelaksanaan sistem methuk yang disebut Methuk Jempolan (Methuk Jemput Pola Tanam). Contoh pola pertanamannya, jika panen jagung pada tanggal 20 Januari, maka sebelumnya, pada tanggal 25 Desember, petani menanam kedelai dan diperkirakan panen kedelai pada 20 Maret. Sebelum panen kedelai, disisipkan tanam jagung 10 hari sebelumnya, yaitu tanggal 10 Maret. Dengan demikian maka petani akan sibuk di sawah karena sistem tanamnya susul menyusul. Pengawalan dan pendampingan Penyuluh sangat dibutuhkan agar para petani dapat menjaga mutu hasil panen kedelai sehingga kedelainya benar-benar bersih, tidak tercampur tanah atau material lain yang pada akhirnya produk kedelai bisa diterima oleh pasar dengan harga yang memadai. Manfaat Lain Tanam Sistem Methuk Meningkatkan Kesuburan tanah Tanaman kedelai akan meningkatkan bahteri rhizobium di dalam tanah, sehingga kandungan Nitrogen (Unsur N) akan meningkat. Peningkatan unsur N mengindikasikan adanya peningkatan kesuburan tanah; Meningkatkan pendapatan petani Petani yang biasanya mendapatkan penghasilan dari budidaya tanaman jagung sebanyak dua kali tanam, dengan sistem methuk ini penghasilannya akan ditambahkan oleh hasil panen kedelai; Menghemat pupuk pada kedelai methuk jagung Peningkatan unsur N di dalam tanah berpotensi menghemat penggunaan pupuk. Hal ini akan berdampak pada pengurangan sarana produk yang pada akhirnya menambah penghasilan petani; Meningkatkan produksi jagung Peningkatan kesuburan tanah akibat adanya bahteri rhizobium yang mampu menambah ketersediaan unsur N akan mampu meningkatkan produksi jagung. Peran Penyuluh Pertanian sangat diperlukan dalam upaya mengedukasi dan menggalakkan sitem tanam Methuk di wilayah kerjanya dan juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan waktu dengan efisien dan dapat meningkatkan Indek Pertanaman menjadi IP 400 sehingga dapat meningkatkan produksi untuk peningkatan pendapatan petani. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. (Siti Nurjanah, Penyuluh Ahli Utama Pusat Penyuluhan Pertanian) Sumber: Menanan Jagung Sistem Methuk, Humas TP, Direktorat Jendral Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian; https://mediaindonesia.com/ekonomi/477798/kementan-kenalkan-tanam-kedelai-dan-jagung-sistem-methuk