LATAR BELAKANG Lahan pekarangan mempunyai potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan penyediaan pangan yang beraneka ragam bagi keluarga khususnya dan masyarakat umumnya. Dalam rangka peningkatan produktivitas lahan pekarangan maka cakupan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan tidak hanya terbatas pada pekarangan rumah tetapi juga meliputi pekarangan yang ada disekolah dan kantor (kebun sekolah/kantor). Pemanfaatan lahan pekarangan diutamakan dapat berfungsi sebagai sarana belajar maupun sebagai sarana penyuluhan untuk masyarakat sekitarnya. Selain itu pemanfaatan lahan pekarangan juga dapat mendatangkan keuntungan bagi pemiliknya. Masyarakat sebagai alternatif penyaluran hobi yang banyak diminati oleh kalangan ibu rumah tangga. Pada kegiatan yang bersifat pertanian, lahan pekarangan tersebut di tanami berbagai tanaman, baik tanaman buah, sayur, obat dan hias. Untuk pekarangan yang luas dapat dimanfaatkan juga untuk peternakan dan budidaya ikan dikolam. Sedangkan pada lahan pekarangan yang terbatas juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat bercocok tanam. Untuk mengefisiensikan pemakaian halaman tersebut, sayuran dapat ditanam dalam wadah seperti pot, polybag dll. PENGEMBANGAN LAHAN PEKARANGAN Prinsip-prinsip Pengelolaan Lahan Pekarangan Empat prinsip pokok dalam pengelolaan lahan pekarangan adalah : 1. Tersedia lahan 2. Biaya rendah/hemat biaya 3. Lumitu atau berkesinambungan 4. Komoditas yang dikembangkan Lahan a. Lahan luas Lahan yang luas dapat diusahakan berbagai komoditas serta dapat dilakukan secara terpadu. Artinya semua sub sektor dapat dilakukan mulai dari sayur-sayuran, tanaman buah, ternak sampai dengan pemeliharaan ikan. Dengan demikian dapat dianjurkan untuk pengembangan lahan pekarangan sehingga pangan dan gizi dapat terjamin kesinambungan melalui pengaturan tanam dan pegiliran panen. b. Lahan sempit Pada lahan sempit dapat dipilih beberapa jenis tanaman dan ternak atau ikan sesuai agroekologi, misalnya lahan kering sebaiknya dipelihara ternak. Lahan basah bisa dipelihara iakn, sedangkan tanaman buah-buahan dan sayuran hanya dipilih 1-2 jenis saja yang diusahakan dan cepat menghasilkan. Komoditas Yang Dikembangkan Pemilihan tanaman, ternak dan ikan yang diusahakan adalah yang bernilai gizi tinggi dan belum banyak dikenal dan perlu dimasyarakatkan, begitu pula jenis tanaman dan makanan yang bergizi perlu diketahui oleh masyarakat. Untuk pemanfaatan lahan pekarangan pemilihan tanaman dan jenis ternak/ikan perlu mempertimbangkan beberapa hal penting berikut ini : 1. Nilai gizi Pilihlah jenis tanaman yang tinggi kandungan Vitamin A, C, FC, Mineral, dll. Sedangkan untuk ternak/ikan pilih yang mudah dipelihara dan cepat menghasilkan. 2. Umur komoditas Pilihlah tanaman yang berumur singkat seperti : kangkung, bayam, dll. 3. Potensi hasil Komoditas yang dipilh hendaknya dapat memberikan hasil yang cukup untuk kebutuhan keluarga. 4. Sifat fisik Tinggi tanaman perakaran perlu diperhatikan. Selain untuk mengatur sinar matahari, kelembaban dan juga keindahan. Jenis-Jenis Komoditas Yang Dapat Dikembangkan di Lahan Pekarangan 1. Komoditas Pangan dan holtikultura Untuk tanaman pangan dan holtikultura yang dikembangkan di lahan pekarangan, dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan : a. Pemilihan bibit, yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah bibit harus sesuai dengan kondisi agroklimat. b. Penanaman, dilakukan diawal musim penghujan secara Tumpang sari dan Tumpang Gilir sehingga kebun selalu terisi dan dapat di panen secara berkala. c. Pemeliharaan, dilakukan dengan cara penyiangan, pembuangan gulma, pemberian mulsa dan pengendalian hama dan penyakit. d. Panen dan pemanfaatan hasil, hasil panen tidak seluruhnya dikonsumsi, tetapi sebahagian kecil diusahakan untuk benih pertanaman berikutnya. Adapun komoditi pangan dan holtikultura yang bisa dikembangkan adalah sabagai berikut : 1.1 Sumber Vitamin A a. Buah-buahan : ¢ Pepaya ¢ Pisang b. Sayur-sayuran : ¢ Kacang panjang ¢ Sawi ¢ Kangkung ¢ Bayam 1.2 Sumber Vitamin C a. Buah-buahan : ¢ Jambu biji ¢ Pepaya ¢ Sirsak ¢ Nanas b. Sayur-sayuran : ¢ Tomat 1.3 Sumber Protein a. Sayur-sayuran : ¢ Kacang panjang ¢ Singkong ¢ Bayam ¢ Kangkung b. Palawija : ¢ Kacang tanah ¢ Kacang hijau ¢ Kedelai 1.4 Sumber kalori a. Buah-buahan : ¢ Pisang ¢ Nangka b. Palawija ¢ Jagung ¢ Ubi jalar ¢ Kedelai ¢ 2. Komoditas Peternakan Untuk komoditas peternakan sebaiknya dipilih dari jenis ternak yang mempunyai sifat mudah dipelihara, tidak memerlukan biaya yang tinggi dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan seperti : ayam dan itik. Dalam pelaksanaan dilapangan hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : 1. Pemilihan bibit, bibit berasal dari induk yang mempunyai sifat dan kemampuan berproduksi tinggi. 2. Sebelum ternak dipelihara perlu dibuat kandang terlebih dahulu. 3. Pemeliharaan, untuk ternak dilakukan vaksinasi secara teratur, pembersihan kandang dan pemberian makan yang cukup dan berkualitas. 4. Pamanfaatan hasil, hasil yang diperoleh dari ternak agar tidak seluruhnya di konsumsi, tetapi ada sebahagian yang di usahakan untuk menjadi bibit agar panenan tidak terputus. 3. Komoditas Perikanan Untuk komoditas perikanan sebaiknya dipilih ikan yang mempunyai sifat mudah dipelihara dan tersedia didaerah setempat dan disukai oleh msyarakat setempat, untuk jenis ikan yang cocok dikolam pekarangan adalah ikan Nila, ikan Mas, ikan Mujair, ikan Lele, dll. Dalam pelaksanaannya dilapangan perlu diperhatikan : 1. Pemilihan bibit, bibit sehat, tidak cacat, tumbuh lincah dan nampak cerah. 2. Pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan 2 (dua) kali sehari pada pagi dan sore hari dengan jumlah pakan 3 % dari berat badan keseluruhannya. 3. Pemanfaatan hasil, hasil panen untuk dikonsumsi sendiri selain itu juga dapat menjadi sumber pendapatan sampingan bagi keluarga. KESIMPULAN Pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu usaha optimalisasi pemanfaatan lahan, karena berbagai kegiatan dapat dilakukan dilahan ini, baik berupa tanaman sayur-sayuran, buah-buahan, tanaman obat-obatan, sampai usaha peternakan dan budidaya ikan. Pemanfaatan lahan yang optimal dapat menghasilkan sumber pendapatan sampingan dan juga dapat memperindah lingkungan. Kegiatan pengembangan lahan pekarangan ini juga dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan dan penyuluhan untuk masyarakat sekitar. Selain itu kegiatan ini juga merupakan salah satu usaha bentuk peningkatan pengetahuan dan kesadaran gizi yang bnyak dijumpai dalam masyarakat selama ini dapat teratasi. Sehingga kesejahteraan keluarga dan masyarakat akan dapat terwujud. Untuk terjaminnya ketersediaan dan kesinambungan pangan dan gizi dlaam rumah tangga, pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu strategi yang diharapkan mampu memberi kontribusi yang lebih dalam mengatasi kekurangan gizi dan bahan makanan yang bergizi. Oleh karena itu kesadaran masyarakat sangat diharapkan dalam usaha mengatasi permasalahan-permasalahan gizi tersebut. Kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan ini masih banyak kelemahan, oleh karena itu diperlukan pengamatan dan kreatifitas bagi para pelaksana dilapangan dalam penataan lahan pekarangan dan komoditas yang sesuai dengan iklim keadaan lahan setempat.