Loading...

Tanaman Refugia Untuk Pengamanan Produksi Pertanian

Tanaman Refugia Untuk Pengamanan Produksi Pertanian
Upaya peningkatan produksi melalui operasional perlindungan tanaman perlu dilakukan secara professional yaitu dengan strategi pengamanan produksi terhadap gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan ( OPT ) yang sesuai dengan konsep PHT (Pengendalian Hama Terpadu), salah satunya adalah dengan menanam tanaman refugia. Refugia merupakan tanaman yang berfungsi sebagai microhabitat dari serangga musuh alami dan penarik hama tanaman. Tanaman yang berbunga seperti kenikir, jengger ayam, tapak dara, bunga matahari, bayam dan kembang kertas masuk golongan tanaman refugia. Bunga tanaman tersebut akan mengeluarkan nectar yang baunya menarik sehingga mengundang serangga musuh alami maupun serangga hama tanaman untuk datang. Berdasarkan jenisnya tanaman Refugia dapat dibedakan sebagai berikut : Jenis - jenis refugia yang berasal dari tanaman hias(yang hanya menghasilkan bunga), tanaman sayuran (yang menghasilkan sayuran bernilai ekonomi), gulma bahkan dari jenis tanaman liar/ jenis rumput-rumputan. Beberapa jenis refugia yang berasal dari tanaman hias, diantaranya bunga mahari, bunga kertas, bunga kenikir, bunga tapak dara, bunga kertas dan bunga jengger ayam. Jenis - jenis tanaman hias berbunga ini selain dapat berfungsi sebagai rumah bagi predator alami juga memberikan kesan indah pada lingkungan. Jenis tanaman sayuran yang dapat berfungsi sebagai refugia seperti kacang panjang, bayam, dan jagung sementara yang dari jenis gulma yang selama ini dianggap sebagai tanaman pengganggu ternyata dapat dijadikan refugia, terutama yang berasal dari famili asteraceae seperti babadotan, dan ajeran. Gulma juga mampu memberikan habitat yang nyaman bagi berkembangnya musuh alami dalam agrosekosistem. Tumbuhan liar yang sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di area pertanaman antara lain, bunga legetan (Synedrella nodiflora), pegagan (Centella asiatica), rumput setaria (Setaria sp.), rumput kancing ungu (Borreria repens), dan kacang hias atau kacang pentoi (Arachis pentoi). Tanaman Refugia memiliki manfaat terhadap tanaman utama karena: 1) mampu mengundang musuh alami seperti capung, laba-laba, lebah, dll; 2) menyediakan tepungsari sebagai makanan alternatif bagi predator; 3) sebagai mikrohabitat predator dan parasitoid; 4) mempercantik lahan pertanian karena mempunyai warna bunga yang mencolok; 5) pemanfaatan pematang dengan maksimal; serta 6) melestarikan lingkungan. Tanaman yang dijadikan sebagai tanaman refugia sebaiknya dipilih yang memiliki kriteria seperti : tanaman yang memiliki bunga dan warna yang mencolok; regenerasi tanaman cepat dan berkelanjutan; benih atau bibit mudah diperoleh; mudah ditanam; dan dapat ditumpang sarikan dengan tanaman pematang lain. Penerapan tanaman refugia sebagai trap crop perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya yaitu waktu tanam refugia, sebaiknya ditanam sebelum tanaman utama agar dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung dan berkembang baik bagi musuh alami dan serangga polinasi. Pemanfaatan tanaman refugia sebagai mikrohabitat serangga hama dan musuh alami dapat diterapkan di lahan persawahan maupun lahan sayuran untuk mengendalikan hama secara alamiah. Umumnya tanaman refugia ditanam di pinggir guludan atau diluar pertanaman secara memanjang dan berbunga mencolok. Serangga-serangga musuh alami seperti kumbang, lebah, semut, dan serangga hama seperti thrips, kupu-kupu sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga dengan warna mencolok serta berbau. Penanaman refugia diusahakan sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menutupi atau mengganggu penyerapan sinar matahari bagi tanaman utama. Penanaman tanaman refugia pada tanaman padi diusahakan sesaat pembuatan galengan selesai sehingga pada saat tanaman refugia berbunga padi sudah mulai tumbuh sehingga dapat terhindar dari hama tanaman. Untuk tanaman sayuran sebelum pengolahan lahan selesai dapat dilakukan penanaman refugia sehinggga pada saat tanaman sayuran sudah besar tanaman refugia sudah mulai berbunga. Serangga-serangga musuh alami seperti kumbang, lalat, lebah, semut, thrips dan kupu-kupu serta hama sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga. Refugia menurut para ahli adalah pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumber daya lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Oleh karena itu dalam rangka pengendalian hama disarankan untuk menanam tanaman refugia agar produksi pertanian dapat terjaga, selain itu penanaman refugia akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama sehingga lingkungan terjaga secara berimbang. Demikian informasi yang dapat disampaikan untuk menjadi bahan dalam rangka pengendalian hama dengan menggunakan tanaman refugia. Melalui pendampingan penyuluh kiranya dapat terus digalakkan penanaman refugia sehingga budidaya tanaman kita produksinya dapat diamankan dan dengan adanya tanaman refugia maka kita telah berkontribusi melakukan pengendalian hama yang ramah lingkungan.(Siti Nurjanah, Penyuluh Ahli Utama Pusat Penyuluhan Pertanian). Sumber: dirangkuman dari berbagai referensi.