Loading...

Tanaman Tuba sebagai Pestisida Nabati untuk Pengendalian Hama Keong Emas

Tanaman Tuba sebagai Pestisida Nabati untuk Pengendalian Hama Keong Emas
Deskripsi Tumbuhan Tuba Tumbuhan Tuba sudah dikenal sejak dulu sebagai r acun untuk penangkapan ikan di sungai atau perairan umum yang airnya tidak mengalir. Tuba dalam bahasa ilmiahnya Derris eliptica Roxb. Benth, termasuk kedalam famili Papilionaceae. Tumbuhan Tuba merupakan tanaman perdu yang dapat memanjat dengan tinggi mencapai 10 meter. Batang berkayu, bercabang monopodial, batang sewaktu muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna coklat kekuningan. Daun berbentuk daun majemuk, dengan helaian anak daun berbentuk bulat telur, ujung runcing, tepi rata, pangkat tumpul, tulang daun menyirip. Panjang daun 15 - 25 cm dan lebar 5 - 8 cm berwarna coklat saat muda dan berwarna hijau ketika tua. Bunga majemuk berbentuk tandan, panjang 15 - 25 cm lebar 5 - 8 cm. Tangkai bunga berwarna ungu dengan mahkota berbentuk kupu-kupu berdiameter sekitas 2 cm berwarna coklat muda . Buah polong, berbentuk bulat telur, bersayap dengan panjang 3,5 - 7 cm, berdiameter 2 cm, berwarna coklat muda. Biji bulat, diameter sekitar 1 cm berwarna kuning kecoklatan. Perbanyakan tanaman Tuba dengan menggunakan stek batang. Tuba dapat tumbuh baik pada semak-semak di hutan atau pinggiran sungai dijumpai pada ketinggian 1- 700 meter dari permukaan laut.. Di Pulau Jawa ditemui pada dataran rendah sampai pada ketinggian 1.500 meter tumbuh terpencar pada tempat yang tidak terlalu kering atau dihutan semak belukar. Saat panen yang baik untuk tanaman Tuba adalah saat tanaman sudah berumur 2 tahun. Keong Emas Sebagai Target Sasaran Keong emas merupakan hama tanaman dari golongan moluska yang menjadi hama potensial pada padi, karena perkembangan biakannnya yang cepat dan menyerang tanaman muda. Keberadaan hama ini mudah dilihat dengan adanya telur yang diletakan pada benda diatas permukaan air dengan warna merah muda. Keong emas bersifat herbivora polifag pemakan segala jenis tanaman serta sangat rakus dan cepat berkembang biak. Daur hidup Keong emas berkisar 60 - 80 hari, periode telur berkisar antara 7 - 16 hari dengan masa penetasan kelompok telur 2 - 5 hari. Pengendalian moluska ini sering dilakukan namun menggunakan bahan kimia yang sering menimbulkan keracunan pada ternak atau hewan lainnya. Sebagai solusinya dicari moluskisida yang aman terhadap lingkungan berbahan nabati, salah satunya menggunakan akar tanaman Tuba, namun dalam aplikasinya harus hati-hati karena dapat mnyebabkan keracunan ikan. Kandungan Senyawa Aktif Akar Tuba Tanaman tuba mengandung senyawa aktif berupa rotenon. Kandungan rotenon yang tertinggi terdapat pada akarnya, dengan kandungan antara 0,3 - 12 %. Selain rotenon unsur-unsur utama yang terkandung dalam akar tuba adalah deguelin, eliptone dan toksicarol. Rotenon merupakan racun perut dan kontak, tetapi tidak bersifat sistemik. Rotenon relatif aman bagi manusia. Rotenon akan larut dalam pelarut organik polar, bekerja relatif lambat dan memerlukan waktu beberapa hari untuk membunuh serangga, serta mudah terdegradasi pada keadaan basa pada pelarut air. Pembuatan Pestisida dari TanamanTuba untuk pengumpanan tikus Cara pembuatan pestisida nabati bahan yang berasal dari Tuba. Bahan diambil dari akar dibersihkan terlebih dulu dari tanah yang menempel kemudian ditumbuk lalu diaduk dengan air, larutan ini siap diaplikasikan. . Cara lainnya akar Tuba diiris-iris lalu dibuat tepung. Teknik terbaik dalam pengeringan akar tuba adalah dengan penjemuran dibawah sinar matahari. Kandungan bahan aktif rotenon, selain sebagai moluskisida juga berperan sebagai insektisida, akarisida dan racun ikan. Rotenoid merupakan racun penghambat metabolisme dan system syaraf yang bekerja perlahan. Sengan derbagai insektisida apabila rotenon ini terkena serangga, menyebabkan keracunan dan sering menyebabkan kematian karena kelumpuhan alat-alat mulut yang mengakibatkan serangga tidak bisa makan sehingga kelaparan. Tepung yang berasal dari akar Tuba dengan konsentrasi 1 - 5 % sangat efektif untuk mengendalikan beberapa serangga hama gudang pada biji-bijian. Akar Tuba sangat beracun terhadap keong emas, cara pembuatannya hasil tumbukan akar diaduk dalam air kemudian ditambahkan sekitar 0,1 % diterjen cair (treepol). Ekstrak akar tuba juga sangat beracun terhadap hama gudang Callosobruchus analis , daya racun akan bertambah dengan penambahan minyak kedelai. (Disusun oleh Ir. Yayat Hidayat, MP. Sumber Pestisida Nabati dan Tanaman Obat-obatan).