Tape singkong adalah tape yang dibuat dari singkong yang difermentasi. Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat. Khususnya di dukuh Tuk Gedangan, Desa Wates, Kecamatan Jenangan.Tape singkong merupakan makanan yang sudah biasa dikenal, selain rasanya yang nikmat dan harganya pun sangat terjangkau. Memang tape wates sudah sangat terkenal di ponorogo, kalau ada yang lewat di depan rumah atau di pinggir jalan kalau di tanya tape dari mana Pak? Mesti jawabnya : dari Wates,Jenangan. Apa rahasianya tape wates ini, mari kita melihat dari dekat apa yang disampaikan oleh Bapak Suyoto, salah satu pembuat tape singkong di Desa Wates, Jenangan,kab Ponorogo. Bapak Suyoto yang sudah berkeluarga dan di karuniai 4 (empat ) anak ini sudah menggeluti usaha pembuatan tape singkong hampir ± 4 tahun. Usaha yang digeluti ini merupakan 1) Usaha terun temurun yang dimulai dari orang tuanya ; 2) Bahan baku tape bisa berasal dari petani langsung dari alas atau kebun, kalau singkong di kebun yang ada ada tanaman petai cina, walikukun, banyak menggunakan pupuk urea menjadi pantangan bagi pak Suyoto,karena kalau jadi tape rasanya pahit ; 3) Kalau beli dipasar harus punya langgangan khusus, karena bahan tape singkong tidak sembarang singkong, harus singkong yang baru dan harus punya perjanjian dengan panjual singkong. Adapun bahan ketela yang baik dari Jenis : Ketela ( Madu, Kuning, Ketan dan Marikah ), sedangkan ketela yang tidak bisa dibuat tape yaitu Ketela ( Pandemir, randu, Bogor putih ). Proses pembuatan tape singkong yang dilakukan oleh bapak ini masih sangat sederhana sekali Pembuatan tape melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tape (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tape biasa, yang basah dan lunak, dan tape kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan. Cara Kerja : 1. Siapkan semua bahan 2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat. 3. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan. 4. Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong. 5. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci sampai kira - kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih. 6. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira - kira ketika ˜daging' singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu. 7. Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan 8. Sambil mengipas - ngipas, teman satu kelompok kami menyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnya dilapisi dengan daun pisang. 9. Setelah singkong benar - benar dingin, masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskan dengan menggunakan saringan dan di bolak balik agar tabur ragi merata. 10. Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar - benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal. 11. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape. PEMASARAN Untuk memasarkan produk tape singkong Wates tidak masalah, disamping sudah punya pangsa pasar yang luas di daerah Ponorogo dan sekitarnya, nama tape Wates , Jenangan sudah tidak diragukan lagi . Disamping bentuknya menarik, rasanya manis, tidak basah (bhs jawa : jemek ) dan harganya terjangkau. Hampir tiap hari penjual tape singkong ini selalu ada berlalu lalang dan berjualan. Setiap pembuat tape di Wates setiap harinya mampu membuat tape antara 80 - 100 kg singkong setiap 2 hari sekali, karena matangnya 2 hari sekali. Seandainya ada 10 petani berarti ada 1 ton tape singkong yang siap untuk dipasarkan. Dan ini bisa dijadikan produk unggulan desa, namun dari pihak Pemerintah Daerah belum ada sentuhan yang bisa memberikan semangat buat mereka baik dari segi Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan-2 ( merubah ketela pohon-tape-roti-cake singkong) maupun Financial ( berupa bantuan peralatan yang lebih baik ) dari pada yang sekarang. Sedangkan yang menjadi pesaing tape singkong Wates adalah Tape Ngebel di Kranjang, Tape Pacitan dan tape Bondowoso. HARAPAN Dari hasil wawancara yang kami lakukan pada petani pembuat tape ini ada beberapa permintaan yang dia harapkan : 5. Produk tape singkong Wates, Jenangan perlu sertifikasi Kesehatan dari DepKes, sehingga bisa dijual di Mini Market, MM Surya dll 6. Perlu alat memasak yang menggunakan tungku yang lebih besar dan menggunakan kompor gas yang bisa memancarkan lebih besar, tidak menggunakan kayu bakar. 7. Adanya pelebelan produk tape ala Wates 8. Adanya sentuhan teknologi pengolahan tape , misalnya : Kue mangkok dari tape singkong yang menggugah selera. Ditulis oleh : Joesoef Soegiarto,SP / admin_1 Bapeluh Ponorogo / E-mail : bpkjenangan@ymail.com Tape singkong adalah tape yang dibuat dari singkong yang difermentasi. Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat. Khususnya di dukuh Tuk Gedangan, Desa Wates, Kecamatan Jenangan.Tape singkong merupakan makanan yang sudah biasa dikenal, selain rasanya yang nikmat dan harganya pun sangat terjangkau. Memang tape wates sudah sangat terkenal di ponorogo, kalau ada yang lewat di depan rumah atau di pinggir jalan kalau di tanya tape dari mana Pak? Mesti jawabnya : dari Wates,Jenangan. Apa rahasianya tape wates ini, mari kita melihat dari dekat apa yang disampaikan oleh Bapak Suyoto, salah satu pembuat tape singkong di Desa Wates, Jenangan,kab Ponorogo. Bapak Suyoto yang sudah berkeluarga dan di karuniai 4 (empat ) anak ini sudah menggeluti usaha pembuatan tape singkong hampir ± 4 tahun. Usaha yang digeluti ini merupakan 1) Usaha terun temurun yang dimulai dari orang tuanya ; 2) Bahan baku tape bisa berasal dari petani langsung dari alas atau kebun, kalau singkong di kebun yang ada ada tanaman petai cina, walikukun, banyak menggunakan pupuk urea menjadi pantangan bagi pak Suyoto,karena kalau jadi tape rasanya pahit ; 3) Kalau beli dipasar harus punya langgangan khusus, karena bahan tape singkong tidak sembarang singkong, harus singkong yang baru dan harus punya perjanjian dengan panjual singkong. Adapun bahan ketela yang baik dari Jenis : Ketela ( Madu, Kuning, Ketan dan Marikah ), sedangkan ketela yang tidak bisa dibuat tape yaitu Ketela ( Pandemir, randu, Bogor putih ). Proses pembuatan tape singkong yang dilakukan oleh bapak ini masih sangat sederhana sekali Pembuatan tape melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragi tape (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telah dikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tape biasa, yang basah dan lunak, dan tape kering, yang lebih legit dan dapat digantung tanpa mengalami kerusakan. Cara Kerja : 1. Siapkan semua bahan 2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat. 3. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan. 4. Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong. 5. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci sampai kira - kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih. 6. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira - kira ketika ˜daging' singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu. 7. Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan 8. Sambil mengipas - ngipas, teman satu kelompok kami menyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkong menjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnya dilapisi dengan daun pisang. 9. Setelah singkong benar - benar dingin, masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskan dengan menggunakan saringan dan di bolak balik agar tabur ragi merata. 10. Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar - benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal. 11. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape. PEMASARAN Untuk memasarkan produk tape singkong Wates tidak masalah, disamping sudah punya pangsa pasar yang luas di daerah Ponorogo dan sekitarnya, nama tape Wates , Jenangan sudah tidak diragukan lagi . Disamping bentuknya menarik, rasanya manis, tidak basah (bhs jawa : jemek ) dan harganya terjangkau. Hampir tiap hari penjual tape singkong ini selalu ada berlalu lalang dan berjualan. Setiap pembuat tape di Wates setiap harinya mampu membuat tape antara 80 - 100 kg singkong setiap 2 hari sekali, karena matangnya 2 hari sekali. Seandainya ada 10 petani berarti ada 1 ton tape singkong yang siap untuk dipasarkan. Dan ini bisa dijadikan produk unggulan desa, namun dari pihak Pemerintah Daerah belum ada sentuhan yang bisa memberikan semangat buat mereka baik dari segi Sumber Daya Manusia melalui Pelatihan-2 ( merubah ketela pohon-tape-roti-cake singkong) maupun Financial ( berupa bantuan peralatan yang lebih baik ) dari pada yang sekarang. Sedangkan yang menjadi pesaing tape singkong Wates adalah Tape Ngebel di Kranjang, Tape Pacitan dan tape Bondowoso. HARAPAN Dari hasil wawancara yang kami lakukan pada petani pembuat tape ini ada beberapa permintaan yang dia harapkan : 1. Produk tape singkong Wates, Jenangan perlu sertifikasi Kesehatan dari DepKes, sehingga bisa dijual di Mini Market, MM Surya dll 2. alat memasak yang menggunakan tungku yang lebih besar dan menggunakan kompor gas yang bisa memancarkan lebih besar, tidak menggunakan kayu bakar. 3. Adanya pelebelan produk tape ala Wates 4. Adanya sentuhan teknologi pengolahan tape , misalnya : Kue mangkok dari tape singkong yang menggugah selera. Ditulis oleh : Joesoef Soegiarto,SP / admin_1 Bapeluh Ponorogo /HP 085856289363