Loading...

TEHNIK BUDIDAYA BAWANG MERAH DENGAN BIJI

TEHNIK  BUDIDAYA  BAWANG MERAH DENGAN BIJI
A. Pendahuluan Bawang merah (Allium cepa) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Apalagi sekarang harga bawang merah semakin melejit, belum ada tanda- tanda akan menurun harganya. Bawang merah merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah lama dibudidayakan oleh petani. Dilihat dari segi ekonomi, bawang merah memiliki nilai ekonomis yang relatif tinggi. Bawang merah merupakan tanaman semusim yang berbentuk rumput, berbatang pendek dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berongga seperti pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis. Oleh karena itu, bawang merah disebut tanaman berumbi lapis. Tanaman bawang merah ini dapat ditanam dan tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter dpl. Walaupun demikian, untuk pertumbuhan optimal adalah pada ketinggian 0-450 meter dpl. Komoditas sayuran ini umumnya peka terhadap keadaan iklim yang buruk seperti curah hujan yang tinggi serta keadaan cuaca yang berkabut. Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah selain perbaikan kultur teknis, petani perlu dikenalkan varietas unggul "TUK-TUK" yang dapat ditanam melalui biji. Ciri-ciri bawang merah ini antara lain bentuk umbi bulat, ukuran seperti bawang merah lokal Philipina,warna umbi merah muda sampai kecoklatan. Bawang ini dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan suhu optimal 25-32 derajat Celcius, tanah yang cocok adalah tanah yang aerasinya baik, subur, gembur, mempunyai bahan organik tinggi, sedangkan pH tanah berkisar 5,5-6,5. Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Jambi, bekerjasama dengan BPTP Jambi melaksanakan kaji terap budidaya bawang merah dengan biji pada luasan lahan 1 Ha. Kaji terap dilaksanakan pada kelompok tani Sumber Rahayu, ketuanya Bapak Iswandi, berlokasi di Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi. Varietas yang digunakan adalah varietas Tuk-tuk produksi Panah Merah dengan perlakuan uji jarak tanam. Jarak tanam yang dipakai 5 cm x 10 cm, dan 5 cm x 15 cm. Persemaian di laksanakan pada tanggal 26 Juni 2013, dan saat ini pada fase pertumbuhan vegetatif. B. Persemaian Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 40-50 cm, dan panjang menyesuaikan, jarak antar bedengan 50 cm. Campur tanah bedengan dengan pupuk kandang 2 kg/m2 dan kapur pertanian (dolomite) 150 gr/m2, SP 36 100 gr/m2, dan KCl 50 gr/m2 Taburi bedengan dengan sekam padi setebal 10 cm lalu dibakar dan selanjutnya dibiarkan selama 1 hari. Ratakan bedengan, beri pupuk yang telah dipersiapkan kemudian aduk secara merata. Buat alur melintang dengan jarak 5-10 cm dan kedalaman 1 cm. Taburkan biji bawang merah ke dalam alur sebanyak 150-200 biji/alur, kemudian tutup alur dengan tanah halus. Kecambah akan muncul 5-10 hari setelah semai. Bila musim hujan sebaiknya bedengan ditutup dengan sungkup plastik selama 3-4 minggu, karena bila tidak bibit yang disemai saat kena hujan akan rusak dan busuk. Pembibitan dapat juga dilakukan di bak atau di box menggunakan campuran pupuk kandang : tanah (1:1), tanah : pupuk kandang : arang sekam bakar (1:1:1). Tutup bedengan pesemaian dengan sungkup plastik, Disarankan plastik yang digunakan sebelum benih berkecambah adalah plastik yang gelap/hitam/mulsa (selama kurang lebih 1-10 hari). C. Pengolahan Tanah Lakukan pengolahan tanah 2-4 minggu sebelum penanaman dengan kedalaman olah 25 cm. Buat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm, tinggi 40-50 cm, dan panjang menyesuaikan dengan keadaan lapangan. Berikan pupuk dasar berupa pupuk ZA sebanyak 500 kg/Ha, SP 36 sebanyak 500 kg/Ha, pupuk KCl sebanyak 300 kg/Ha, 3 hari sebelum tanam sebanyak ½ dosis. Pupuk disebar merata diatas permukaan bedengan dan dicampur secara merata dengan tanah permukaan bedengan. D. Penanaman Lakukan penyiraman pada bedengan/lubang tanam terlebih dahulu untuk memberikan kelembaban tanah. Tanam bibit yang telah berumur 40-50 hari, 1 lubang 1 bibit. Tekan tanah disekitar pangkal tanaman dengan lembut supaya akarnya menyatu dengan tanah. E. Pemeliharaan Pada awal pertumbuhan sampai umur 3 minggu penyiraman rutin pagi dan sore hari, terutama sehabis hujan. Lakukan pemupukan susulan ¼ dosis masing-masing pada umur 30 hari dan 55 hari sejak tanam. F. Hama dan Penyakit 1. Hama : Ulat daun (Spodoptera exigua) Thrips Penggorok daun (Lyriomiza spp.) 2. Penyakit : Busuk leher batang (Botrytis allii) Mulet/ngulet (Fusarium spp) Bercak ungu Antracnosa (Collectrotichum gloesporioides) G. Panen dan Pasca Panen Panen dilakukan setelah 75% daun bagian atas rebah yaitu pada umur 70 - 80 HST. Sebahagian umbi telah tersembul ke atas tanah, panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman secara hati-hati agar umbi tidak rusak, Umbi dibersihkan dan di ikat untuk dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara menjemur kurang lebih 7 hari sampai benar-benar kering dan siap untuk dijual atau disimpan. Saat ini kaji terap budidaya bawang merah masih dalam proses masa pertumbuhan vegetatif, sehingga belum bisa dilakukan analisa usahanya. Nanti bila sudah dipanen baru dilaksanakan analisa usahanya. (Oleh : Ruwaida Siagian, SP - Penyuluh Pertanian Muda pada Sekretariat Bakorluh Provinsi Jambi)