Loading...

Tehnik Perbanyakan Setek Vanili

Tehnik Perbanyakan Setek Vanili
Negara Indonesia merupakan salah satu penghasil vaniili di dunia, dan sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat secara tradisional. Vanili (Vanilla planifolia Andrews) merupakan salah satu komoditas ekspor rempah yang penting bagi peningkatan devisa negara. Vanili merupakan salah satu spesies dari famili Orchidaceae (Bhai dan Thomas, 2000) yang buahnya bernilai ekonomi tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan campuran makanan dan minuman (Rosman et al. 1989). Perbanyakan Vanili bisa dilkukan secara vegetatif dan generatif, namun yang biasa dilakukan petani menggunakan setek pendek atau setek panjang karena lebih mudah untuk dilaksanakan. Apabila bahan tanam terbatas maka menggunakan setek satu ruas atau satu daun dua buku yang terlebih dahulu kita semai dalam polibag selama 4-6 bulan sebelum ditanam di lapangan ( Hadipoenttyanti et al. 1998). Tujuan dari penyemaian setek benih vanili ini adalah agar pertumbuhannya seragam dan pada saat kita pindahkan ke lapangan tidak mengalami stres. Apabila bahan setek vanili tersedia dalam jumlah banyak, maka bisa menggunakan setek panjang ukuran kurang lebih 1 meter (memiliki 5-8 buku), bisa langsung kita tanam di lapangan tanpa disemai terlebih dahulu. Kelemahan dari kita melakukan penananam langsung memakai stek panjang adalah benih mengalami stres di lapangan sehingga kita harus melakukan penyulaman apabila benih tidak tumbuh. Pengalaman penelitian yang lakukan di Kebun IP2TP Natar, untuk penanaman vanili di lapangan asal benih polybag tanaman mulai berbunga pada tahun ke tiga, sedangkan untuk penanaman langsung tanpa disemai terlebih dahulu di polibag asal sulur panjang sekitar kurang lebih satu meter yang ditanam dalam screen house, tanaman mulai berbunga pada tahun ke dua. Sampai tahun 2018, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), telah melepas 2 varietas unggul yaitu Vania 1 dan Vania 2. Rekomendasi untuk varietas Vania 1 berdasarkan SK Mentri Pertanian No. 1370/Kpts/SR.120/10/2008 tanggal 08 Oktober 2008 mempunyai potensi hasil 2,,1 ton/ha dengan kadar air 2,808 %, sedangkan untuk varietas Vania 2 berdasarkan SK Mentri Pertanian No. 1372/Kpts/SR.120/10/2008 tanggal 08 Oktober 2008 mempunya potensi hasil 1,8 ton/ha dengan kadar vanilin 2,983 %). Oleh : Edwin Herdiansyah SP dan Gohan O. Manurung, SP Sumber : Budidaya Vanili, Sirkuler Informasi Teknologi Tanaman Rempah dan Obat (Balittro)