Loading...

TEKAN POPULASI TIKUS BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) SAWITTO GALAKKAN KEMBALI RUMAH BURUNG HANTU MELALUI PROGRAM SIMURP

TEKAN POPULASI TIKUS BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) SAWITTO GALAKKAN KEMBALI RUMAH BURUNG HANTU MELALUI PROGRAM SIMURP
Penyuluh Pendamping Sekolah Lapang/Laboratorium Lapangan (LL) Teknologi CSA Program SIMURP Wilayah Binaan BPP Sawitto, beserta petani pelaksana membangun Rumah Burung Hantu (RUBUHAN). Pada lokasi seluas 50 Ha tersebut didirikan 2 Unit Rubuhan. “menggunakan anggaran Simurp tahun ini kami bersama petani mengalokasikan pembangunan RUBUHAN, ini diharapkan selain menjaga ekosistem, juga menggalakkan dan mengedukasi kembali kepada petani memanfaatkan pengendalian tikus secara alami yang beberapa tahun terakhir ini mulai pudar karena kebanyakan burung hantu di tembaki oleh para pemilik ternak walet”. Ujar Kepala BPP Sawitto H. Kaharuddin, SP. M.Si, Rabu (30/08/2023). Koordinator POPT Kab. Pinrang, Amirullah, SP mengatakan “diKabupaten Pinrang sejak Tahun 2018 tercatat sebanyak 35 Unit Rubuhan baik itu melalui bantuan pemerintah maupun Swadaya Kelompok Tani/Petani, tetapi memang tren 3 tahun terakhir sudah mulai berkurang diakibatkan menjamurnya masyarakat membangun sarang walet, sehingga banyak memburu burung hantu karena ketakutan walet mereka terserang. Ini juga kita harus luruskan burung hantu tidak sama sekali menyerang walet, karena dari cara berkeliarannyapun berbeda walet keluar di pagi – sore hari dan malam masuk ke sarangnya sedangkan burung hantu baru beraktifitas di malam hari karena siang hanya menghabiskan waktu didalam sarangnya. Dibeberapa sarang burung hantupun kami amati tidak pernah didapati bangkai dari burung walet kebanyakan hanya bangkai tikus”. PPK Simurp Prov. Sulawesi Selatan Menghimbau “Penerapan Teknologi CSA yang dilakukan oleh teman-teman ditingkat lapang yang dituangkan dalam RUK (Rencana Usaha Kelompok) menerapkan teknologi spesifik lokasi yang dapat menyelesaikan permasalahan petani. Sehingga minat petani mengikuti kegiatan sekolah lapang Teknologi CSA Program SIMURP tinggi karena dianggap dapat menyelesaikan permasalahan yang dialaminya, seperti yang dilakukan pada BPP Sawitto dengan membangun Rubuhan dimana kita ketahui bersama bahwa tikus menjadi momok yang sering menghantui petani dikab. Pinrang karena dapat menyebabkan gagal panen”. Burung Hantu (Tyto Alba) berdasarkan penelitian 90 persen pemakan tikus, dengan kemampuan memakan tikus permalamnya 3 ekor, dan tetap memburu tikus jika dilihat walau tidak dimakan. Selain itu kemampuan yang lain memiliki pengelihatan yang tajam pada intensitas cahaya minim, dan pendengarannya peka mampu mendengar tikus cicit sekitar 500 meter. Dan juga kejelian saat mengincar dan ketepatan menyambar mangsa sangat tinggi tanpa didengar mangsa. Karena kepekan sayap tanpa suara karena bulunya halus. Serta memiliki daya jelajah berburu hinngga 12 KM. “Semoga pelestarian musuh alami dengan membangun rubuhan bersama petani dilokasi kegiatan SIMURP dapat meningkatkan pendapatan petani dan mewujudkan ketahanan pangan nasional”. Tutur Ibu berparas Imut yang akrab di panggil Bu Tati. (Tim Redaksi Simurp BPP Sawitto-AM)