Loading...

Budidaya Kacang Tanah

Budidaya Kacang Tanah

BUDIDAYA KACANG TANAH

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman leguminosa yang banyak dibudidayakan sebagai sumber protein nabati serta bahan pangan dan industri. Dengan syarat tumbuh :

  •   Iklim tropis & sinar matahari penuh
  •   Tanah gembur, berpasir, kaya bahan organik
  •   pH tanah: 5,5 – 7
  •  Ketinggian: 0 – 500 mdpl  Tidak tergenang air

PENANAMAN & PEMELIHARAAN

Teknik penanaman :

  • Jarak tanam: 40 × 20 cm, 2 biji/lubang
  • Kedalaman tanam: 3–5 cm
  • Tutup tanah tipis lalu padatkan sedikit
  • Ganti tanaman mati saat umur 7–10 HST

Pemeliharaan :

  • Lakukan penyiangan dengan 2–3 kali: umur 2–3 minggu dan 5–6 minggu
  • Cegah gulma berebut unsur hara

PEMUPUKAN, PEMBUMBUNAN, PENGAIRAN

Pemupukan

Pupuk dasar (awal):

  • SP-36 100–150 kg/ha
  • KCl 50–100 kg/ha
  • Urea 25–50 kg/ha (sedikit saja)

Pupuk susulan (15–20 HST):

  • NPK 50–100 kg/ha
  • Setelah pupuk → lakukan pembumbunan

Pembumbunan

  • Umur 20–30 HST
  • Menimbun pangkal batang → bantu pembentukan polong
  • Dilakukan saat awal tanaman berbunga

Pengairan

  • Tanah lembab, tidak tergenang
  • Penting saat fase bunga – pengisian polong

HAMA PENYAKIT

Hama penting:

  • Ulat grayak, kumbang tanah, thrips

Penyakit penting:

  • Layu bakteri, karat daun, bercak daun

Pengendalian:

  • Sanitasi lahan
  • Rotasi tanaman bukan kacang- kacangan
  • Pestisida nabati/kimia sesuai kebutuhan

PANEN

Ciri-ciri siap panen:

  • Daun menguning & rontok

  • Polong keras & berisi penuh
  • Umur panen: 90–100 HST

Cara panen:

  • Cabut tanaman + gali polong bila keras
  • Jemur bersama batang 2–3 hari

PASCA PANEN

  • Pemisahan polong dari batang
  • Jemur polong hingga kadar air 8–10%
  • Sortasi polong sehat dan bernasSimpan di tempat kering & berventilasi baik
  • Produktivitas rata-rata: 1,5 – 2,5 ton/ha
  • Dapat ditingkatkan dengan varietas unggul & pemupukan tepat