Pendahuluan Tanaman Pepaya yang memiliki nama latin (Carica Papaya L) merupakan tanaman yang berasal dari Meksico bagian selatan dan Nikaragua. Kemudian tanaman papaya meluas dan dibudidayakan di Negara-negara tropis termasuklah Indonesia.Tanaman ini memang gampang tumbuh, dengan media tanah berhumus campur pasir, cukup sinar matahari dan drainase baik, tanaman pepaya dapat tumbuh subur. Syarat Tumbuh Tanaman pepaya akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, jika keadaan lingkungan memenuhi syarat tumbuh yang di kehendaki. Faktor lingkungan yang paling dominan dalam pertumbuhan tanaman pepaya adalah keadaan iklim dan keadaaan tanah. Keadaan Iklim Faktor-faktor iklim yang perlu diperhatikan agar tanaman pepaya dapat tumbuh baik dan berproduksi cukup tinggi antara lain suhu, curah hujan, sinar matahari, dan ketinggian tempat. Suhu atau Temperatur Untuk pertumbuhannya tanaman pepaya memerlukan kondisi suhu minimum sekitar 15° C dan suhu maksimum sekitar 35° C. Kondisi suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan kematian tanaman pepaya. Demikian juga kondisi suhu yang terlalu tinggi (>40° C).Suhu 40° C merupakan titik kritis bagi tanaman pepaya. Curah Hujan Untuk pertumbuhannya, tanaman pepaya menghendaki curah hujan yang berkisar antara 1.500 mm – 2.000 mm per tahun. Di daerah yang lembap dan memiliki curah hujan tinggi, tingkat produksi buah pepaya akan lebih baik. Iklim yang terlalu kering (curah hujan sangat rendah) dapat menyebabkan pembentukan bunga hanya menghasilkan bunga jantan, bunga yang tidak subur, serta bunga yang mudah gugur. Musim kering yang panjang akan menyebabkan pertumbuhan tanaman pepaya terhambat. Demikian juga musim yang berbeda, misalnya peralihan antara musim penghujan dan musim kemarau, akan memunculkan bunga atau buah yang berbeda. Pohon pepaya tidak tahan terhadap kekeringan.Oleh karena itu, pada waktu kemarau panjang sebaiknya dilakukan pengairan agar pertumbuhan lanaman tetap baik. Sebaliknya, bila terjadi hujan terus-menerus harus diusahakan agar tanah tidak menjadi becek (tergenang air), dengan cara membuat parit atau got pembuangan air. Tanah yang tergenang dapat menyebabkan kematian tanaman pepaya. Sinar Matahari Tanaman pepaya membutuhkan sinar matahari yang cukup, agar diperoleh pertumbuhan yang baik dan produksi yang tinggi. Pohon pepaya yang ditanam di tempat terlindung akan memiliki batang yang berukuran kecil. Selain itu, buah yang dihasilkan juga akan berukuran kecil-kecil dan banyak yang runtuh. Ketinggian Tempat Pada umumnya, tanaman pepaya tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki ketinggian 0 – 1.000 meter dpl.Di daerah yang terlalu tinggi (lebih dari 1.000 meter dpl), buah yang dihasilkan tidak sebaik di dataran rendah.Selain itu, banyak buah yang gugur akibat kelembapan yang terlalu tinggi dan suhu yang terlalu rendah. Varietas Produksi benih pepaya bersari bebas/galur murni harus memperhatikan morfologi bunga dan tipe penyerbukannya.Tanaman pepaya mempunyai tiga jenis kelamin bunga, yaitu tanaman jantan, tanaman betina dan tanaman sempurna. Tanaman jantan hanya menghasilkan bunga jantan, tanaman betina, hanya menghasilkan bunga betina (tanpa adanya serbuk sari) dan tanaman sempurna menghasilkan dua jenis bunga, yaitu bunga jantan dan bunga sempurna.Pepaya berbunga betina mempunyai bentuk buah bulat dan berbiji sedikit. Pada umumnya yang diinginkan konsumen adalah tanaman sempurna dengan buah berbentuk lonjong/silindris memanjang, daging tebal dan rasa manis. Tingkat penyerbukan silang yang tinggi pada bunga sempurna menyebabkan perlunya metode isolasi bunga yang lebih ketat. Selain itu untuk meningkatkan persentase benih berbunga sempurna perlu diketahui pewarisan jenis kelamin bunga pepaya. Hasil penyerbukan bunga pepaya dengan sumber putik dan serbuk sari dari tanaman yang berbeda jenis kelaminnya akan menghasilkan tanaman pepaya dengan jenis kelamin yang berbeda dengan perbandingan tertentu. Oleh karena itu tanaman induk dipilih dari tanaman berbunga sempurna yang sudah stabil pada beberapa generasi. ManfaatTanaman Pepaya Kulit kering Pepaya bisa menjadi salah satu perawatan paling baik bagi mereka yang memiliki kulit kering.Menggunakan masker wajah pepaya dapat membuat kulitmu lebih lembut dan kenyal.Enzim yang ada dalam pepaya inilah yang membantu merawat kulit kering dan bersisik serta juga membantu melembabkannya. Membersihkan pigmentasi Kulit wajah yang berjerawat tentu akan meninggalkan bekas jerawat yang sulit dihilangkan. Selain itu, jika kamu mengalami pigmentasi kulit wajah yang tidak merata.Kini kamu bisa mengatasi hal tersebut dengan menggunakan perawatan pepaya.Pepaya memiliki sifat mencerahkan kulit yang membantu membersihkan noda dan pigmentasi.Enzim papain, bersama dengan asam alfa-hidroksi, bertindak sebagai exfoliator yang kuat untuk melarutkan protein yang tidak aktif dan sel kulit mati.Hal tersebut dapat membuat kulit kamu terasa lebih ringan dan lembut. Mengurangi keriput Kulit pepaya dapat membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dini. Dilansir dari stylecraze.com, beberapa mengklaim pepaya sama efektifnya dengan Retin-A. Kulitnya mengandung enzim yang mengangkat sel-sel mati dari permukaan kulit yang dapat membantu menghilangkan keriput dan bintik-bintik penuaan. Mengobati eksim dan psoriasis Banyak orang sejak lama sudah menggunakan pepaya untuk menyembuhkan bekas luka bakar, hingga berbagai macam penyakit kulit.badan gatal-gatal bentol tanpa sebab Gatal-gatal pada badan. Seperti sudah dibahas sebelumnya, bahwa enzim papain dalam pepaya dapat membuat sel-sel kulit mati mengelupas dan menyembuhkan kotoran kulit.Ketika dihaluskan dan dioleskan langsung pada area yang luka, pepaya mentah dapat membantu mencegah gatal dan kemerahan. Perawatan melasma Pepaya dapat membantu mengobati melasma karena sifat pengelupasannya.Kamu cukup oleskan pepaya matang atau mentah pada kulit berpigmen untuk membuatnya halus dan kenyal dan memberikan warna kulit yang merata. Mengatasi kulit berjerawat Bagi yang memiliki masalah jerawat pada bagian wajah tak perlu lagi khawatir.Kamu mulai bisa mengatasinya dengan menggunakan perawatan pepaya.Pepaya mengobati jerawat dan mencegah timbulnya jerawat.Enzim proteolitik papain membuat pepaya menjadi salah satu pengobatan yang efektif untuk jerawat.Terlepas dari buah itu sendiri, daun, kulit, dan biji-bijian juga mengandung enzim tertentu yang dapat mengurangi bekas luka. Mencerahkan kulit Memiliki kulit cerah tentu menjadi impian setiap wanita.Kamu bisa mendapatkannya dengan perawatan yang cukup mudah, gunakanlah masker pepaya dengan rutin.Pepaya mengandung antioksidan dan juga menutrisi kulit wajah sehingga terasa lembut dan kenyal.Jika kamu ingin mendapatkan hasil maksimal lakukan perawatan menggunakan masker pepaya yang dicampur dengan sedikit madu. Manfaat pepaya untuk menstruasi Saat kontraksi rahim yang disebabkan oleh buah mentah, pepaya menjadi salahh satu buah yang biasanya disarankan untuk dikonsumsi ketika wanita mengalami menstruasi tidak teratur.Pepaya memang dikenal untuk mengatur siklus menstruasi.Setiap wanita memiliki siklus menstruasi yang berbeda. Beberapa wanita mendapatkan menstruasi setiap 28 hari seperti jarum jam, dan ini mungkin tidak sama untuk yang lain. Perbanyakan Tanaman Pepaya Benih pepaya sempurna (hermaprodit) dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu: (1) mencangkok tunas/cabang pepaya sempurna (hermaprodit) dari seleksi tanaman di kebun produksi. Seleksi tanaman perlu memperhatikan karakter unggulnya antara lain: buah lebat dan bentuk buah seragam, dan (2) mencangkok cabang/tunas pepaya sempurna dari tanaman induk. Prosedur pembuatan benih pepaya sempurna adalah sebagai berikut Mencangkok Tunas dari Tanaman Produksi Untuk mendapatkan cabang dari tanaman produksi pepaya sempurna, maka mata tunas yang tumbuh pada batang utama dipelihara pada ketinggian 60-120 cm dari permukaan tanah sebanyak 4-6 cabang/pohon. Pada umur 2-3 bulan tunas tersebut telah mencapai diameter 4-5 cm dan sudah dapat dicangkok dengan cara sebagai berikut. Membuat Irisan Tunas/cabang pepaya diiris/digergaji dari arah bawah ke arah atas dengan membentuk sudut 45 derajat dengan kedalaman kira-kira 10 cm. Setelah itu luka bekas irisan diganjal dengan irisan bambu/kayu dengan ketebalan 3-4 mm dengan tujuan agar irisan bagian bawah tidak menyentuh/menyatu dengan irisan bagian atas. Merangsang perakaran Untuk mempercepat tumbuhnya akar pada cangkokan maka perlu diberikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang mengandung auxin misalnya Rootone F, Grow Root, ekstrak bawang merah dan sebagainya.Setelah ZPT kering luka irisan diberi media cangkok. Memberi media cangkokan Memberi media cangkokan ada 2 cara, yaitu: (a) luka cangkokan yang telah diberi ZPT dibungkus dengan kantong plastik kemudian kantong plastik diisi dengan media ‘cocopeat’ yang sudah direndam ke dalam air kapur 24 jam kemudian kantong plastik diikat , (b) bekas irisan yang sudah diberi ZPT (namun tidak diganjal dengan bambu) dimasukkan gelas plastik bekas air mineral yang bagian bawahnya diberi lobang kemudian gelas plastik diisi dengan media ‘cocopeat’ yang sudah direndam ke dalam air kapur 24 jam hingga penuh . Apabila media dalam gelas kering maka perlu dilakukan penyiraman. Penanaman Tanaman Pepaya Persiapan Benih Benih pepaya berasal dari biji Biji dikecambahkan dengan cara direndam semalam kemudian disimpan di dalam wadah tertutup yang dilapisi tissue/kain basah, dengan suhu diatas 30oC. Biji akan berkecambah setelah 6-12 hari, kemudian disemai dalam media polibag. Selain itu dapat juga dengan cara menyemai biji yang sudah direndam air tersebut di media pasir. Setelah tumbuh setinggi3-5 cm bibit dipindah di media polibag.Media semai biji pepaya yaitu tanah, pupuk kandang dan Thricoderma. Benih pepaya ditanam ke lapang setelah berumur 30-40 hari dengan ciri mempunyai daun berjumlah 5-8 helai. Persiapan Lahan Lahan dibersihkan dari gulma secara mekanik atau kimia. Selanjutnya lahan diolah tanahnya agar menjadi gembur. Bedengan dibuat dengan panjang 6 meter, lebar 1- 1,5 m, tinggi 20 cm. Antar bedengan dipisahkan dengan parit berukuran lebar 50 cm dan dalam 30 cm. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 x 40 x 50 cm dan jarak tanam 2 x2 m. Lubang tanam diisi dengan campuran pupuk kandang dan dolomit, masing-masing ± 8 kg/lubang dan 350 g/lubang, kemudian dibiarkan selama 1 - 2 minggu. Tambahkan pupuk dasar TSP dengan dosis 50-80 g/lubang dan insektisida Furadan sebanyak 0,5-1 g/lubang, 2-3 hari sebelum tanam. Pembuatan Bedengan/Galangan Bedengan/galangan dibuat dengan panjang disesuaikan kondisi lahan, lebar 1-1,5 m, tinggi pada tahun pertama 30-40 cm dan jarak antar bedeng 1 m dengan arah bedengan disesuaikan dengan arah aliran air, ditengah bedengan dibuat lubang tanam yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran bibit dengan jarak antar lubang 2,5-2,75 m dalam barisan. Penanaman Benih yang sudah siap ditanam masukkan dalam lubang tanam, dengan cara melepas polybag dilepas perlahan-lahan agar media tanam tidak pecah kemudian letakkan di lubang tanam dan timbun dengan tanah top soil. Satu lubang tanam sebaiknya ditanam dengan 2 (dua) benih agar dapat diseleksi tanaman yang berbunga sempurna. Pemupukan Pupuk diletakan pada lubang yang dibuat di sekeliling tanaman dan ditutup tanah. Penyiraman harus dilakukan setelah pemupukan terutama bila tidak turun hujan. Selain itu pupuk dapat diberikan dengan cara diencerkan terlebih dahulu. Misalnya saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam dipupuk dengan dosis 50 gram/tanaman.Caranya larutkan 500 gram NPK dalam 10 liter air, kemudian siramkan di sekitar perakaran tanaman.Siram setiap tanaman dengan satu liter larutan NPK. Pemeliharaan Seleksi Bunga Saat tanaman sudah mulai berbunga (± umur 2 bulan setelah tanam) pilih yang berbunga sempurna.Ciri bunga sempurna yaitu di dalam satu bunga terdapat serbuk sari dan putik.Tanaman yang berjenis kelamin lainnya dipotong pada pangkal batang agar tidak tumbuh. Pemberian mulsa Mulsa atau penutup tanah berupa serasah, jerami kering dan lainnya, diberikan dibawah tajuk tanaman dengan ketebalan 15 – 20 cm saat awal tanam. Selain untuk menjaga kelembaban tanah, mulsa juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan gulma, mengatur suhu permukaan tanah menekan populasi hama dan menambah kesuburan tanah. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama utama pada tanaman pepaya yaitu kutu putih, thrips, aphid dan tungau. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif imidakloprit, abamektin dan profenofos dosis 2 cc per liter air atau sesuai dosis anjuran. Pengendalian hama tungau lakukan penyemprotan dengan akarisida berbahan aktif dicofol, propargit yang diberikan berselang seling antar bahan aktif sesuai anjuran. Penyakit yang sering menyerang tanaman pepaya yaitu, antraknose, busuk akar akibat Phytopthora atau Fusarium. Gejala serangan antraknose ditandai dengan cekungan bulat dan membusuk pada kulit buah, kendalikan dengan fungisida berbahan aktif propineb Penyakit busuk akar ditandai dengan daun tua meguning kendalikan dengan fungisida Mankozeb atau metalaxyl. Panen dan Pasca Panen Buah pepaya dapat dipanen pada umur 8 bulan setelah tanam. Buah untuk pasar lokal dipetik pada tingkat kemasakan mengkal dtandai dengan 5-10 % warna kulit buah kuning (indek warna 2), sedangkan untuk pasar jarak jauh buah dipetik dengan ditandai perubahan warna kulit buah kuning < 5% (indek warna 1). Panen buah dapat dilakukan seminggu sekali.