Loading...

TEKNIK BUDIDAYA ANJURAN UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN LADA

TEKNIK BUDIDAYA ANJURAN UNTUK PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN LADA
Hama dan penyakit tanaman merupakan salah satu penyebab rendahnya produksi tanaman lada. Fluktuasi harga dan keterbatasan modal petani menyebabkan fluktuasi pemeliharaan tanaman lada sehingga rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hama utama yang menyerang tanaman lada adalah penggerek batang, pengisap bunga dan pengisap buah. Sementara untuk penyakit adalah busuk pangkal batang, penyakit kuning dan penyakit kerdil/keriting. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama dan penyakit tumbuhan ini perlu dilakukan pengendalian dengan menerapkan teknik budidaya anjuran yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Bahan tanaman seringkali menjadi sumber inokulum bagi hama dan penyakit dan sumber penyebaran kedaerah baru. Oleh karena itu seleksi bahan tanaman yang sehat merupakan hal yang penting. Pemilihan varietas yang akan ditanam juga perlu dilakukan dengan hati-hati, karena sampai saat ini belum ada varietas lada yang tahan terhadap semua jenis hama dan penyakit. Bila di pembibitan dijumpai bibit dengan gejala sakit untuk segera dimusnahkan. Tanaman lada membutuhkan cahaya matahari 50-75% dan untuk mengurangi terik matahari diperlukan tajar (penegak hidup). Jenis tajar yang baik digunakan adalah gamal atau dadap cangkring. Pada budidaya tanaman lada perlu dilakukan pemangkasan atau pembuangan sulur cacing dan sulur gantung. Kedua salur ini tidak produktif tetapi ikut mengambil makanan/nutrisi dari tanaman sehingga perlu dilakukan pemangkasan secara rutin. Biomasa dari pemangkasan ini dapat dibenamkan kedalam tanah dan akan lebih baik apabila disertai dengan pupuk kandang sehingga proses pembusukan akan lebih cepat untuk meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme yang bermanfaat di dalam tanah. Pembuangan salur cacing akan mengurangi kemungkinan tanaman terserang oleh Penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur Phytophthora capsici. Selain pembuangan salur cacing untuk mengurangi penyebaran jamur P. capsici pada kebun lada juga diperlukan saluran drainase yang baik agar tidak ada air yang tergenang. Tanaman lada memerlukan pupuk organik dan anorganik. Dalam pemupukanya harus memperhatikan komposisi dan saat aplikasinya. Pupuk anorganik yang diperlukan untuk tanaman umur produktif adalah 1.600 gram NPKMg (12-12-17-2)/tanaman/tahun yang pemberiannya dibagi 3 – 4 kali dalam setahun dan pupuk organik kompos atau pupuk kandang sebanyak 5 – 10 kg/tanaman/tahun. Agar tidak terjadi kompetisi hara dan untuk memaksimalkan masuknya sinar matahari maka 7 – 10 hari sebelum pemupukan dilakukan pemangkasan tajar. Pemberian pupuk pertama sebaiknya dilakukan pada musim hujan dengan cara mengangkat permukaan tanah disekitar tanaman kemudian pupuk disebarkan dan ditimbun kembali. Penyiangan dilakukan secara rutin di sekitar tanaman sebatas kanopi tanaman dan tidak dilakukan penyiangan bersih. Untuk meningkatkan musuh alami hama penggerek batang dilakukan penanaman sela yang banyak memproduksi bunga seperti kopi, kumis kucing atau tanaman penutup tanah A. pintoi. Pengendalian menggunakan pestisida kimiawi dilakukan jika populasi hama atau intensitas serangan penyakit tinggi, diikuti pengendalian secara hayati menggunakan musuh alaminya. Pada tanaman yang terserang penyakit busuk pangkal batang dapat digunakan fungisida sistemik atau bubur bordo atau aplikasi agen hayati Trichoderma harzianum sedangkan untuk tanaman yang terserang hama penggerek batang dapat digunakan insektisida karbofuran 30- 50 g/tanaman atau aplikasi bakteri Pasteuria penetrans dan pemberian bahan organik. Ternak seperti kambing dan sapi dapat diintegrasikan dalam usaha tani lada. Biomassa pangkasan tajar, penutup tanah, dan pagar keliling dapat dimanfaatkan sebagai pakan, sedangkan kotoran ternak dapat digunakan sebagai bahan organik untuk tanaman lada. Integrasi ternak dalam usaha tani lada merupakan budidaya anjuran yang ramah lingkungan dan berkelanjutan Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Dyah Manohara dan Nurheru, 2007. Hama dan Penyakit Utama Tanaman Lada dan Pengendalian. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 29 (4) 2007. ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­__________________, 2013. Teknologi Unggulan Lada, Budidaya dan Pascapanen Pendukung Varietas Unggul. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor.