Loading...

Teknik Budidaya dan Manfaat Konsumsi Terong Ungu bagi Lansia (60 Tahun ke Atas)

Teknik Budidaya dan Manfaat Konsumsi Terong Ungu bagi Lansia (60 Tahun ke Atas)
Teknik Budidaya dan Manfaat Konsumsi Terong Ungu bagi Lansia (60 Tahun ke Atas) Keterbatasan usia tidak menjadi kendala dalam melaksanakan kegiatan budidaya pertanian; walaupun sekedar mencari keringat terlebih lagi mendapat tambahan pendapatan dari kegiatan budidaya pertanian. Secara aturan di Indonesia usia lanjut (lansia) merupakan individu yang berusia 60 tahun keatas, yang termaktub pada Undang-undang Nomor. 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan lanjut usia. Klasifikasi lansia sangat penting untuk menyesuaikan kebutuhan kesehatan, sosial, dan psikologis para lanjut usia. Secara umum, lansia dibagi beberapa kategori: pra-lansia (45–59 tahun), lansia awal (60–74 tahun), lansia lanjut (75–90 tahun), dan lansia sangat tua (>90 tahun). Setiap kategori usia lansia memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda, termasuk terkait nutrisi dan gaya hidup sehat mereka. Cara mendukung kesehatan kelompok lansia dengan mencukupi dengan memenuhi kebutuhan gizi seperti konsumsi sayuran bergizi salah satunya terong ungu. Terong ungu (Solanum melongena L.) merupakan tanaman sayuran yang digemari masyarakat karena nilai ekonomis dan manfaat kesehatannya. Tanaman terong sangat mudah dalam teknis budidaya dengan tahapan budidaya terong ungu dimulai dari: 1) Pemilihan benih unggul seperti varietas Ratih Ungu, Violet, atau Kenari SM 211; 2) Perlakuan benih terlebih dahulu direndam dalam air hangat selama satu jam untuk merangsang perkecambahan, lalu disemai di media lembab dan gembur hingga tumbuh kecambah dalam 7–10 hari; 3) Pengolahan lahan dengan tanah yang ideal adalah lempung berpasir dengan pH antara 6 hingga 7; 4) Bedengan dibuat selebar satu meter dan diberi pupuk kandang serta dolomit untuk memperbaiki struktur tanah dengan jarak tanam 60 × 60 cm atau 75 × 75 cm; 5) Bibit yang telah tumbuh dipindahkan ke lahan saat berumur 20–30 hari dan memiliki 3–4 helai daun; 6) Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk mengurangi stres tanaman akibat panas; 7) Pemeliharaan tanaman meliputi penyiraman rutin pagi dan sore selama dua minggu pertama, pemupukan lanjutan dengan NPK atau kompos setiap dua minggu, serta pemangkasan tunas liar untuk merangsang pertumbuhan buah; 8) Pengendalian hama perlu memantau gejala layu, bercak daun, dan serangan ulat buah secara berkala; 9) Panen pertama biasanya dilakukan 70–80 hari setelah tanam, dan dapat dilakukan 2–3 kali seminggu selama 2–3 bulan. Selain mudah dibudidayakan, terong ungu juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa bagi lansia. Bagi lansia yang mulai mengalami penurunan fungsi kognitif, antosianin juga berperan dalam melindungi sel otak dan meningkatkan daya ingat. Kandungan terong seperti kalsium, fosfor, dan magnesium yang penting untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kepadatan tulang. Kandungan vitamin C dan antioksidan dalam terong membantu menjaga elastisitas kulit dan memperlambat tanda-tanda penuaan. Penerapan teknik budidaya yang tepat akan menghasilkan buah terong yang berkualitas, sehingga dapat dikonsumsi oleh para lansia untuk memperoleh manfaat gizi yang mendukung kualitas hidup mereka. Terong ungu bukan hanya sayuran biasa, tetapi juga sumber nutrisi alami yang mendukung kesehatan jantung, tulang, otak, dan sistem imun lansia secara menyeluruh. Penulis: Dr. Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BRMP Lampung) Daftar Pustaka: Ditulis Kembali dari berbagai sumber online, pengalaman penulis dan tercetak. GDM Organik. (2022). Cara Budidaya Terong Ungu Agar Berbuah Lebat. gdm.id Fauna dan Flora. (2024). Panduan Tahap Budidaya Terong Ungu yang Baik dan Praktis. faunadanflora.com (2025). 6 Manfaat Terong Ungu Beserta Kandungan Nutrisi dan Tips Mengolahnya. alodokter.com (2024). Ketahui 8 Manfaat Terong Ungu yang Wajib Kamu Intip. jurnalindo.com Media Indonesia. (2025). 10 Manfaat Terong Ungu untuk Kesehatan. mediaindonesia.com