Loading...

TEKNIK BUDIDAYA GANYONG

TEKNIK BUDIDAYA GANYONG
Ganyong merupakan tanaman yang cukup potensial sebagai sumber karbohidrat. Bagian tanaman yang dipanen adalah rhizoma atau umbinya. Untuk dapat dijadikan bahan makanan, terlebih dahulu umbi ganyong diolah untuk mengambil patinya. Tepung ganyong cukup dikenal masyarakat Indonesia sebagai bahan baku pembuatan berbagai kue/jajanan. Kandungan karbohidrat pada ganyong cukup tinggi, ganyong sangat tepat bila digunakan untuk keragaman makanan pengganti beras. Dalam 100 gr ganyong segar mengandung 85,2% karbohidrat. Untuk membudidyakan tanaman ganyong, berikut langkah-langkahnya: Bibit/bahan tanaman Di Indonesia setidaknya dikenal dua jenis atau varietas ganyong yang dicirikan oleh warnanya. Yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Ganyong merahditandai dengan warna batang, daun dan pelepahnya yang berwarna merah atau ungu.Ganyong putih memiliki warna batang, daundan pelepahnya hijau dan sisik umbinya kecoklatan. Ganyong merah memiliki sifat: Batang lebih besar, agak tahan sinar dan kekeringan, sulit menghasilkan biji, hasil umbi lebih besar namun kadar patinya rendah, pemanfaatannya biasanya direbus (dimakan segar). Ganyong putih memiliki sifat: batang lebih kecil dan pendek, kurang tahan terhadap sinar tapi tahan kekeringan, selalu menghasilkan biji, imbi lebih kecil tapi kadar patinya tinggi, pemanfaatan umbinya biasanya diambil patinya (dibuat tepung). Tanaman ganyong dapat diperbanyak dengan menggunakan biji dan umbi. Secara umum dilakukan dengan menggunakan umbi. Umbi yang dipilih berukuran sedang dengan jumlah tunas 1-2. Penyiapan lahan Tanah digemburkan dengan menggunakan cangkul. Pada tanah liat sebaiknya dibuat guludan (untuk aliran air). Tanah dibuat bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai kondisi lahan. Tinggi bedengan 25-30 cm, dengan jarak antar bedengan 30-50 cm. Penanaman Waktu yang baik untuk penanaman ganyong pada saat awal musim hujan (antara Oktober - Desember). Jarak tanam yang digunakan 90 x 90 cm dengan kedalaman lubang tanam 12,5 - 15 cm. Pemeliharaan Pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi: penyiangan, pembumbunan dan pemupukan. Penyiangan dilakukan untuk menjaga kebersihan bedengan/tanaman dari gulma/rumput. Penyiangan penting dilakukan pada saat awal-awal pertumbuhan, pada masa ini bibit mulai bertunas, sehingga memerlukan udara, air dan unsur hara yang cukup. Pembumbunan ditujukan untuk menggemburkan tanah dan untuk menunjang perkembangan umbi. Pembumbunan dilakukan pada saat ganyong berumur 2 - 2,5 bulan. Pada saat pemupukan, secara bersamaan dilakukan pemberian pupuk kandang atau kompos. Panen Pada daerah dataran rendah, umbi bisa dipanen pada umur 6-8 bulan, dan apabila di daerah yang hujannya sepanjang tahun, waktu panen bisa lebih lama (15-18 bulan). Ciri tanaman siap dipanen biasanya ditandai dengan menguningnya batang dan daun tanaman. Sumber: Anonim. Anonim. Teknologi Tepat Guna Pengolahan Pangan Tepung Ganyong. Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. . Penulis: Ume Humaedah (Penyuluh Pertanian Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) emai: ume_humaedah@yahoo.com