1. Budidayaa. Syarat tumbuh• Curah hujan 1.500-2.400 mm.• Suhu optimal 200-270C.• Ketinggian tempat 0-800 m dpl.• Tekstur tanah : berpasir, aerasi baik dan subur.• Kedalaman solum 80 cm.• pH tanah 5-8.• Jenis tanah podsolik, Latosol. b. Klon anjuran• Kemiri minyak 1/K-1 (populasi Banyuresmi, Garut).• Kemiri minyak 2/K-2 (populasi Jumat, Majalengka). c. Pesemaian• Perbanyakan tanaman dengan biji kecambah, okulasi, dan sambung.• Tanah dicampur kompos 1:1 masukan dalam polibeg.• Kecambah dipindah kepolibeg ukuran 20 x 25 cm.• Entres berasal dari pucuk pohon induk fase vegetative. d. Pengolahan lahan• Pembersihan lahan areal tanaman.• Tanam penutup tanah dengan kacang-kacangan (Leguminase Cover Crop/LCC).• Pemancangan patok tanam, ukuran 7,5 x 7,5 m.• Pembuatan lubang tanam, 40 x 40 x 40 cm, dengan jarak 7,5 x 7,5 m.• Lubang tanam diberi pupuk kandang 5 kg/lubang dan phospat 50 gr. e. Penanaman• Penanaman awal musim hujan.• Kebutuhan bibit 205 pohon/hektar.• Bibit siap tanam umur 10-12 bulan.• Tanam bibit tanpa polibeg pada lubang yang telah disiapkan. f. Pemeliharaan tanaman• Penyulaman dilakukan dengan bibit yang sama umurnya.• Penyiangan dipiringan atau sekitar pohon.• Pembersihan alang-alang secara manual atau menggunakan herbisida.• Pembuangan tunas air dilakukan secara rutin. 2. Panen dan pasca panen• Panen perdana pada umur 3-4 tahun.• Tanda buah siap dipanen bila 2/3 bagian kulit buah bewarna kuning kecoklatan, atau diremas terasa lembut dan empuk.• Buah yang telah dipanen dikumpulkan, kemudian diperam selama satu minggu.• Angkut ke pabrik untuk diolah menjadi minyak nabati. (diambil dari Sumber : Buku Pintar Penyuluh Pertanian; Ir. H.Isran Noor,M.Si oleh : Irnando Soeberta)