Agar model resi gudang dapat berjalan dengan baik tentunya ada beberapa persyaratan. Persyaratan yang sangat perlu diperhatikan oleh petani adalah keterkaitan mutu barang, yang harus memenuhi standar. Hal tersebut berkaitan erat dengan nilai kepercayaan yang sangat diperlukan untuk menarik minat pihak penyandang dana dalam membiayai pelaksanaan resi gudang. Untuk dapat memanfaatkan Sistem Resi Gudang secara maksimal ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh petani antara lain: Menghasilkan komoditas dengan standar mutu yang sesuai SNI: Untuk menghasilkan komoditi yang bermutu tidak terlepas dari teknik budidaya yang baik dan benar. Hal ini harus dimulai dari awal yaitu mulai dari pemilihan benih, persemaian hingga pasca panen. a. Persemaian Membuat persemaian merupakan langkah awal dalam penanaman tanaman. Pembuatan persemaian membutuhkan perhatian khusus karena pertumbuhan benih pada saat persemaian akan menentukan pertumbuhan tanaman dan hasilnya. Untuk mendapatkan tanaman yang sehat, subur dan bermutu tinggi diawali dengan penggunaan bibit/benih yang unggul dan bersertifikat. Di samping itu, dalam proses persemaian faktor pencahayaan dan kondisi lahan semai juga perlu diperhatikan. b. Persiapan dan Pengolahan Lahan Pengolahan lahan bertujuan untuk mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga diperoleh struktur tanah yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan lahan biasanya terdiri dari beberapa tahapan yaitu: pembersihan, pencangkulan, pembajakan dan penggaruan, c. Penanaman Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat proses penanaman antara lain: umur bibit dan cara penanaman. Umur bibit pada saat tanam harus tepat dan biasanya tergantung dari jenis tanamannya, misalnya untuk padi: bibit yang siap tanam biasanya berumur antara 17 - 25 minggu. Bibit yang ditanam sebelum atau sesudah masa itu akan mengganggu pertumbuhannya di kemudian hari. Selain ditentukan dari umum kesiapan tanaman bibit padi juga dapat dilihat dari panampakan visualnya yaitu: bibit berdaun 5 - 7 helai, batang bagian bawah besar dan kuat, pertumbuhan bibit seragam dan bibit bebas hama dan penyakit. Hal yang harus diperhatikan dalam menanam bibit adalah: jarak tanam, kerapatan tanam, hubungan tanaman, dan kedalaman lubang tanam. d. Pemeliharaan Proses pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, pengairan dan pemupukan. Penyulaman berfungsi untuk menggantikan bibit yang gagal tumbuh. Yang harus diperhatikan dalam proses penyulaman antara lain: 1) Bibit yang digunakan harus sama jenisnya, sebisa mungkin diusahakan berasal dari sisa persemaian. 2) Penyulaman sebaiknya dilakukan dalam masa tidak melebihi 10 hari dari masa tanam pertama. 3) Ada baiknya jika pada saat proses penyulaman juga disertai dengan proses penyiangan. Panen Proses pengairan dan pemupukan selama masa pemeliharaan bertujuan untuk menjaga agar tanaman mendapat supply hara yang cukup selama masa pertumbuhannya. Ada dua teknik pengairan yang bisa dilakukan yaitu pengairan terus menerus dan pengairan periodik. Penerapan teknik pengairan tergantung dari jenis dan varietas tanaman tersebut. Sementara itu jenis pupuk yang biasa digunakan oleh petani antara lain pupuk organik, pupuk anorganik. Dosis pemberian pupuk biasanya disesuaikan dengan jenis tanaman, umur tanaman, dan kondisi lahan. e. Panen Pemanenan tanaman harus dilakukan pada saat yang tepat, menggunakan alat dan mesin panen yang memenuhi persyaratan teknis, ergonomis, kesehatan dan ekonomi serta menerapkan sistem panen yang tepat. Ketidaktepatan dalam melakukan pemanenan akan menyebabkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu yang rendah. Pada tahap ini kehilangan hasil dan penurunan mutu dapat mencapai 9 - 10 %. f. Penanganan Pasca Panen Proses penanganan pasca panen gabah meliputi, penumpukan, pengumpulan, perontokan, pengeringan dan penyimpanan. Proses penanganan pasca panen ini juga perlu diperhatikan karena penanganan pasca panen yang tidak tepat akan mengakibatkan penurunan mutu. Yulia Tri S (Penyuluh Pertanian Madya) Email: yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: Berbagai Informasi tentang Sistem Resi Gudang yang diperoleh dari kantor Bappebti Jakarta.