TEKNIK MENGHILANGKAN RESIDU PUPUK DAN PESTISIDA (pada pertanian organik padi sawah)
Budidaya padi organik idealnya lokasi sawah harus di daerah hulu atau terisolir dengan sumber air yang bersih. Namun, sulit mencari lahan seperti itu saat ini, dikarenakan Kondisi lahan kita umumnya sudah banyak residu pupuk kimia serta pestisida. Upaya yang paling mungkin dilakukan adalah dengan mencegah cemaran masuk ke sawah melalui aliran air. Kelompok tani Sejahtera Desa Pajaresuk Kecamatan Pringsewu telah menerapkan cara budi daya padi SRI organik, Untuk mencegah cemaran pupuk kimia dan pestisida dari lahan sekitar yang masih menggunakan sistem konvensional masuk ke areal penanaman organik dengan cara menyaring air sebelum masuk ke sawahnya dengan membuat petakan penampung berukuran 1 m x 1 m kemudian ditanami eceng gondok (Eichornia crassipes) yang berperan sebagai filter biologis. Karena akar eceng gondok mampu menyerap logam berat dan pestisida. Menurut hasil riset Dr Hasim DEA, dosen Biokimia dan Toksikologi FMIPA IPB menyebut 3 rumpun eceng gondok dapat menurunkan logam besi hingga 74,47% dan timbal 98,7%. Eceng gondok sering kali digunakan untuk menghilangkan logam berat yang terkandung di dalam air limbah buangan pabrik.Selain dari pada itu saringan alami juga dibuat di pematang sawah dengan menanam tanaman kacang-kacangan dengan maksud cemaran yang terlarut dari air sawah konvensional terserap akar tanaman yang tumbuh di pematang (galengan). Pematang sawah dapat diperlebar agar residu logam berat atau pupuk sintetis kima tertahan di tanah pematang. Dengan teknik tersebut, tanah rusak dan berada di tengah penanaman padi konvensional dapat dibenahi untuk menghasilkan padi organik yang diakui dunia internasional. Penulis : Mohamad Yusuf, S.STSumber bacaan : http://www.trubus-online.co.id/benahi-sawah-jadi-organik/