Loading...

TEKNIK PEMBIBITAN TANAM CENGKEH REMPAH ASLI INDONESIA

TEKNIK PEMBIBITAN TANAM CENGKEH REMPAH ASLI INDONESIA
TEKNIK PEMBIBITAN TANAM CENGKEH REMPAH ASLI INDONESIA Cengkeh merupakan tanaman rempah-rempah asli indonesia yang berasal dari pulau Maluku. pohon cengkeh dapat tumbuh baik didaerah yang memiliki iklim tropis,maka dengan iklim yang sangat mendukung ini,Indonesia menjadi negara penghasil cengkeh terbesar nomor 1 didunia, sehingga negara-negara eropa banyak yang mengimpor cengkeh dari Indonesia.pohon cengkeh juga dikenal sebagai tanaman rempah-rempah dan obat tradisional dengan banyak manfaat. Saat ini perbanyakan cengkeh umumnya dilakukan secara generatif dengan biji sehingga sering ditemukan dalam satu areal pertanaman cengkeh terdapat pohon-pohon yang berlainan produksi bunganya walaupun benihnya berasal dari satu pohon induk. Persemaian dan Pembibitan Proses budidaya cengkeh biasanya dimulai dari kerja pembibitan dan persemaian.Agar bisa memperoleh dan menghasilakan pohon cengkeh yang produktif dan berkualitas, maka kerja pembibitan dan persemaian harus dilakukan secara baik, cermat dan teliti. Dalam memilih tempat ada beberapa faktor yang diperhatikan Tanah subur dan mudah diairi pada musim kemarau Tempat persemaian harus terlindungi dari angin kencang Tempat strategis seperti dalam mengangkut benih Tempat dekat dengan areal tanam Tahap-tahap dalam persemaian: Membuat patok atau tanda pada tanah yang akan dicangkul.Lebarnya maksimal 175 cm dan panjangnya maksimal 5 m, atau ditentukan secara kondisional dengan cara melihat lahan atau medan. Diantara bedengan persemaiandi beri parit air kira-kira 50 cm. Pencangkulan tanah yang akan dibuat bedengan sedalam kira-kira 30 cm. Membersihkan rerumputan dan tanaman pengganggu lainnya hingga ke akar-akarnya. Pencangkulan diulangi 3 kali untuk menggemburkan tanah, kemudian digulut kira-kira 20 cm di atas permukaan parit. Sekeliling tiap gulutan/bedengan persemaian diberi penahan (amping) supaya tanah persemaian tidak larut kena air. Tanah dicampur dengan pupuk kandang yang telah masak rata-rata 1 blek tiap 3m2 atau kondisional , melihat intensitas kesuburan tanah. Memasang peneduh setinggi rata-rata 2 meter dengan atap alang-alang, daun kelapa atau jerami. Tiap-tiap gulutan/bedengan disemprot dengan insektisida atau dicampur bubuk incex untuk membunuh ulat tanah,gangsir,rayap, dan lain-lain, yang senang memakan bibit cengkeh membunuh ulat tanah,gangsir,rayap, dan lain-lain, yang senang memakan bibit cengkeh. Penanaman Benih pada Persemaian Pilihlah biji kualitas terbaik atau unggul.Biji bisa disediakan sendiri jika mempunyai induk tanaman cengkeh yang bagus. Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 1 tahun, maka jarak tanamnya 20x20 cm. Jika benih dari biji akan dipindahkan pada umur 2 tahun, maka jarak tanamnya 30x30 cm. Sebaiknya biji dikecambahkan dulu, kurang lebih selama 5 hari sehingga pertumbuhan akarnya lurus dan baik. Caranya, biji ditempatkan pada keranjang-keranjang pipih yang diberi tanah kecukupnya. Biji cengkeh ditaruh berjajar rata pada tempat tersebut. Jika sudah berkecambah, maka biji dibawa ke persemaian, dicabuti satu-satu dan ditanam persis pada leher akarnya. Dengan cara ini, batang dan akar cengkeh akan tumbuh lurus sehingga memudahkan penanaman di areal kelak. plastic Jika tidak ada hujan hingga 2 – 3 hari berturut-turut, maka benih harus cepat disiram dengan alat penyiram yang lubangnya halus, agar biji-biji tidak terpelanting. Pada umur 3 bulan, tanah-tanah sekitar bibit-bibit tadi digemburkan dengan solet (bamboo selebar 2 jari yang ditipiskan). Selain itu, rerumputan dan tanaman pengganggu harus dicabuti agar tidak merampas gizi-gizi dalam tanah yang menjadi jatah makanan benih cengkeh. Penggemburan tanah sekaligus disertai pemberian pupuk urea dengan dosis ± 30 gram per m2. Penggemburan tanah dan pemupukan dengan cara yang sama dilakukan tiap satu bulan sekali Jika benih telah berumur empat bulan maka peneduh mulai dijarangkan, sehingga pada umur satu tahun peneduh buatan sudah bisa dibuka, supaya benih mendapat sinar matahari yang banyak.Karena semakin banyak sinar matahari akan berpengaruh pada percabangan menjadi baik dan sehat. Bibit bisa dipelihara hingga 1 – 2 tahun, dan penggunaan bibit yang berumur 2 tahun akan lebih baik pada pertumbuhannya. Pengambilan bibit harus hati-hati jangan sampai akarnya rusak. Cara pengambilan benih harus hati-hati, usahakan pengambilan benih dengan tanahnya supaya akar tidak rusak, kemudian tanah yang didalamnya akar dapat dibungkus dengan dan gedebog pisang yang telah dikeringkan, atau dengan pembungkus lain, yang paling penting tanah dan akar tidak pecah. Setelah benih dibungkus, taruh benih ditempat yang teduh selama 1 – 2 minggu, selama bibit disimpan sebaiknya disemprot dengan K.O.C 1 – 2 % untuk menahan pertumbuhan jamur pada daun. Akan lebih baik lagi kalau disemprot dengan insektisida. Sumber : Ditulis dari Penulis Sutriyono, Mahrus Ali. Teknik Budidaya Tanaman Cengkeh. Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Surabaya Sumber Gambar: https://jogjagarden.com/panduan-cara-budidaya-dan-merawat-cengkeh. Penyusun: Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BSIP Lampung)