Loading...

Teknik Pembibitan Tanaman Lada Stek Satu Ruas Berdaun Tunggal

Teknik Pembibitan Tanaman Lada Stek Satu Ruas Berdaun Tunggal
Sektor utama pertanian di Sulawesi Barat adalah tanaman perkebunan salah satunya adalah tanaman lada (Piper nigrum L) yang merupakan jenis tanaman rempah digunakan sebagai bumbu masakan, fungsinya untuk memberikan aroma dan rasa pada sebuah masakan, sehingga dapat meningkatkan selera untuk memakannya dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi dibandingkan dengan tanaman jenis rempah-rempah lainnya. Produksi tinggi merupakan harapan setiap petani, pemilihan/pemakaian benih/bibit merupakan kunci utama dalam melaksanakan budidaya, karena dari bibit atau benih yang bermutu akan mampu menghasilkan produktivitas tinggi dan berkualitas baik. Kendala dilapangan sulit untuk menemukan bibit/benih yang berkualitas sehingga diperlukan pengetahuan teknik produksi bibit/benih lada sebagai upaya pemenuhan bibit tersebut. Syarat Tumbuh Tanaman lada tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian mulai dari 0-700 m di atas permukaan laut (dpl), dengan curah hujan dari 1.000-3.000 mm per tahun, merata sepanjang tahun dan mempunyai hari hujan 110-170 hari per tahun, musim kemarau hanya 2-3 bulan per tahun. Lada dapat tumbuh pada semua jenis tanah, terutama tanah berpasir dan gembur dengan unsur hara cukup, drainase (air tanah) baik, tingkat kemasaman tanah (pH) 5,0-6,5. Cara Pengambilan Stek Bahan tanaman yang digunakan untuk perbanyakan tanaman/pembibitan dapat berasal dari setek pendek maupun setek panjang. Stek pendek satu ruas berdaun tunggal dari sulur panjat. Stek diambil dari pohon induk yang sehat dan bebas penyakit, yang berumur 2 tahun dan telah dipangkas 2 kali (umur 8-10 bulan pertama dan 18-20 bulan kedua). Stek lada diambil dari cabang panjat yang tumbuh keatas dan melekat pada tiang panjat, Stek yang akan diambil harus sudah berkayu, berdaun hijau tua dan tidak ada gejala abnormal. Waktu pengambilan stek dilakukan pada pagi hari jam 06.00 – 10.00 atau sore hari jam 17.00. Persemaian : Persemaian dilakukan dipolybag yang berukuran (14 cm x 18cm) yang telah diisi tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan (2:1). Polibag yang telah berisi tanah dan pupuk kandang sebelum ditanami, terlebih dahulu disiram air merata dan dibiarkan selama 20 hari, satu hari sebelum setek lada ditanam, gulma dipolibag dibersihkan dan polibag disemprot larutan fungisida dan insektisida sampai merata. Selanjutnya polibag ditempatkan di bawah paranet dengan intensitas penyinaran 60-70% disusun berjajar 10-15 polibag x panjang 10-15 m. Setelah itu dilakukan penanaman (stek lada satu ruas berdaun tunggal) ke dalam polybag yang sudah disediakan, kemudian disiram sampai merata selanjutnya disungkup dengan sungkup dari plastik warna putih. Setelah satu minggu disungkup setiap dua hari sekali dibuka satu hari, kemudian ditutup lagi satu hari, demikian terus dilakukan sampai pertumbuhan pertunasan bibit lada merata. Setelah 1,5 bulan sungkup bibit lada dibuka penuh, kemudian pada setiap polybag diberi tegakan dari bambu. Selama proses persemaian dilakukan penyemprotan larutan fungisida dan insektisida setiap 7 hari. Aplikasi fungisida dan insektisida dilakukan saling bergantian sampai bibit lada tumbuh merata. Setelah bibit mempunyai 7-9 ruas diseleksi dan siap ditanam di lapang. Keuntungan dan Kelebihan Keuntungan: Teknik stek satu ruas berdaun tunggal mampu menyediakan bibit dalam jumlah banyak dalam waktu relatif cepat dan menghemat penggunaan bahan tanaman serta tanaman tumbuh seragam. Kelebihan: Stek satu ruas berdaun tunggal yakni hanya memerlukan sedikit penyulaman, cabang generatif lebih banyak dan lebih cepat berbunga (2-3 tahun), proses penyemain memerlukan waktu tiga bulan dan biaya yang digunakan lebih efesien disbanding teknik perbanyakan lainnya. Sumber : diambil dari berbagai sumber bahan Bacaan Penulis : Marwayanti Nas. SST (Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Barat)