Loading...

TEKNIK PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN BOKASHI PUPUK KANDANG

TEKNIK PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN BOKASHI PUPUK KANDANG
I. LATAR BELAKANGPembangunan pertanian secara alami yang ramah lingkungan saat ini banyak dilakukan untuk menghasilkan bahan makanan yang aman, serta bebas dari bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun. Teknologi EM (Effective Microorganisme) ini telah dikembangkan dan digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah, menekan pertumbuhan mikroba yang menyebabkan penyakit, dan memperbaiki efisiensi penggunaan bahan organik oleh tanaman. Pada pembuatan bokashi sebagai salah satu pupuk organik, bahan EM meningkatkan pengaruh pupuk tersebut terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.II. PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN BOKASHI PUPUK KANDANG? KEUNTUNGAN EM1. Memperbaiki perkecambahan bunga, buah, dan keuntungan hasil tanaman,2. Memperbaiki lingkungan fisik, kimia, dan biologi tanah serta menekan pertumbuhan hama dan penyakit dalam tanah,3. Meningkatkan kapasitas fotosintesis tanaman,4. Menjamin perkecambahan dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik,5. Meningkatkan manfaat bahan organik sebagai pupukIII. BAHAN DAN CARA PEMBUATAN BOKASHIA. Bahan-bahan untuk ukuran 500 kg bokashi1. Pupuk kandang = 300 kg2. Dedak = 50 kg3. Sekam padi = 150 kg4. Gula yang telah dicairkan = 200 ml5. EM-4 = 500 ml6. Air secukupnyaB. Cara Pembuatannya1. Larutkan EM-4 dan gula ke dalam air2. Pupuk kandang, sekam padi, dan dedak dicampur secara merata3. Siramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan mencapai 30%4. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan susah pecah (megar)5. Adonan digundukan di atas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm6. Kemudian ditutup dengan karung goni selam 4-7 hari7. Pertahankan gundukan adonan maksimal 50 oC, bila suhunya lebih dari 50 oC turunkan suhunya dengan cara membolak-balik8. Kemudian tutup kembali dengan karung goni9. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan10. Pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap 5 jam sekali11. Setelah 4 – 7 hari bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.IV. PENGGUNAAN PUPUK BOKASHI UNTUK PADI, PALAWIJA DAN SAYURANa. Cara penggunaan secara umum:1. 3 – 4 genggam bokashi (150-200 gram) untuk setiap meter persegi tanah disebar merata di atas permukaan tanah. Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih.2. Untuk mencampurkan bokashi ke dalam tanah, tanah perlu dicangkul/bajak. Penggunaan penutup tanah (mulsa) dari jerami atau rumput-rumputan kering sangat dianjurkan pada tanah tegalan. Pada tanah sawah pemberian bokashi dilakukan sebelum pembajakan tanah.3. Biarkan bokashi selama seminggu, setelah itu baru bibit ditanam.4. Untuk tanaman buah-buahan, bokashi disebar merata di permukaan tanah/perakaran tanaman dan siramkan 3 - 4 cc EM-4 per liter air setiap seminggu sekali.b. Cara penggunaan secara khusus:1. Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang baik dipakai untuk melanjutkan fermentasi penutup tanah (mulsa) dan bahan organik lainnya di lahan pertanian juga banyak digunakan pada tanah sawah karena ketersediaan bahan yang cukup2. Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang baik dipakai untuk pembibitan / menanam bibit yang masih kecil3. Bokashi expres baik digunakan sebagai penutup tanah (mulsa) pada tanaman sayur dan buah-buahan. Referensi : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP) JAWA BARAT. 2010. Admin BPP Klampis