Loading...

Teknik Pembuatan Pupuk Organik Cair

Teknik Pembuatan Pupuk Organik Cair
LATAR BELAKANG Pupuk organik cair merupakan salah satu jenis pupuk yang banyak beredar di pasaran. Pupuk organik cair kebanyakan diaplikasikan melalui daun atau disebut sebagai pupuk cair, foliar yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, K, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn, dan bahan organik). Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, juga membantu meningkatkan produksi tanaman, meningkatkan kualitas produk tanaman, mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang (Sarjana Parman, 2007). Urine sapi sangat berpotensi digunakan sebagai pupuk organic cair. Ternyata selain berfungsi sebagai pupuk cair juga berfungsi sebagai ZPT (zat pengatur tumbuh) bagi tanaman, Pupuk organik urine sapi memiliki banyak kelebihan, diantaranya: mempunyai kandungan senyawa seperti nitrogen, fosfor, kalium dan juga air lebih banyak apabila dibandingkan dengan kotoran sapi padat. Mempunyai kandungan zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) pada tanaman dan Mempunyai bau khas urine ternak, bau khas ini dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman. Secara singkat bisa dikatakan pupuk organik cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan atau fermentasi dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. PENTINGNYA PUPUK ORGANIK Penggunaan pupuk buatan/kimia yang berkonsentrasi tinggi dan tidak proporsional pada lahan sawah berdampak pada penimpangan status hara dalam tanah. Dampak lain adalah menyusutnya kandungan bahan organik tanah karena berkurangnya penggunaan pupuk organik. Dilaporkan, sekitar 60 persen areal sawah di Jawa kandungan bahan organiknya kurang dari 1 persen (Sugito, et al., 1995., Syekhfani, 1993)). Sementara, sistem pertanian dapat menjadi berkelanjutan (sustainable) apabila kandungan bahan organik tanah lebih dari 2 persen (Handayanto, 1999). Permasalahan pada lahan pertanian seperti ini akan terus terjadi apabila tidak segera diatasi. Fakta di kemukanan oleh banyak para ahli yang menyatakan bahwa lahan pertanian sebenarnya membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan dari pupuk buatan atau pupuk kimia. Pupuk Organik juga sangat bermanfaat sebagai soil ameliorant atau memperbaiki kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian Sedangkan dari berbagai pengalaman dan penelitian para ahli menyatakan kadar bahan organik yang tinggi dalam tanah akan sangat membantu memaksimalkan hasil yang didapat pelaku usaha (petani). Permasalahan pada lahan pertanian seperti ini akan terus terjadi apabila tidak segera diatasi. Fakta di kemukanan oleh banyak para ahli yang menyatakan bahwa lahan pertanian sebenarnya membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan dari pupuk buatan atau pupuk kimia. Pupuk Organik juga sangat bermanfaat sebagai soil ameliorant atau memperbaiki kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian Sedangkan dari berbagai pengalaman dan penelitian para ahli menyatakan kadar bahan organik yang tinggi dalam tanah akan sangat membantu memaksimalkan hasil yang didapat pelaku usaha (petani). KELEBIHAN PUPUK ORGANIK DIBANDINGKAN PUPUK ANORGANIK Harga pupuk organik yang terjangkau/murah dan mudah dibuat sendiri. Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibanding pupuk anorganik. Pupuk organik dapat menjaga kelangsungan hidup mikroorganisme dalam tanah yang berperan penting terhadapa kesuburan tanah. Pupuk organik berperan sebagai memobilisasi unsur hara dalam tanah, sehingga hara dalam tanah mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh akar tanaman. Pupuk organik dapat membantu dalam pelepasan unsur hara dalam tanah secara perlahan dan kontinyu, sehingga membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai unsur hara tanah yang dapat membut tanaman menjadi keracunan. Pupuk organik berkhasiat untuk menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tekanan pada akar-akar tanaman Pupuk organik dapat meningkatkan kualitas struktur tanah dalam arti komposisi partikel yang ada didalam tanah menjadi lebih stabil dan cenderung meningkat.Ini sanat penting karena Struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan kecambah biji Pupuk organik dapat mencega terjadinya erosi lapisan atas tanah dimana pada lapisan ini merupakan lapisan yang mengadung unsur hara paling banyak. Pengunaan pupuk organik dapat mengembalikan kesuburan tanah yang telah hilang akibat pengunaan pupuk kimia. Keberadaan pupuk organik yang tersedia secara melimpah dan mudah didapatkan. Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih berkulitas dan bermutu dari pada tanaman yang mengunakn pupuk kimia, lebih Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak. SIFAT DAN KARAKTERISTIK PUPUK ORGANIK CAIR Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman. Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya. Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal. Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritis, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari pada daun. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu. Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk. MANFAAT PUPUK ORGANIK CAIR 1. Dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara. 2. Dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit. 3. Merangsang pertumbuhan cabang produksi. 4, Meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah. 5. Mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI Pupuk Organik Cair (POC) dari urine sapi memiliki 3 fungsi utama yaitu : Sebagai pupuk cair bagi tanaman. Sebagai zat pengatur tumbuh tanaman. Sebagai pestisida nabati. Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa urine sapi memiliki kandungan unsur kimia yang lebih banyak dari kotoran sapi padat. Kandungan Nitrogen (N) pada urine sapi sekitar 1% lebih tinggi dari pada kotoran padat yang hanya 0,4%, Kandungan Phosphor Urine sapi sekitar 0,5%, ini lebih tinggi dari pada kotoran padat yang hanya 0,2%. Kandungan K pada urine sapi jauh lebih tinggi dari pada kotoran padat. Pada urine sapi sekitar 1,5% sedangkan pada kotoran padat 0,1%. Tetapi pada urine sapi kadar airnya lebih banyak dan kandungan amoniak sangat tinggi yang harus dihilangkan dulu sebelum diaplikasi pada tanaman. Apabila kandungan amoniak tinggi pada urine sapi ini masih ada, maka tidak bisa digunakan sebagai pupuk. Kalau diaplikasi pada tanaman hasilnya bukannya menyuburkan, tetapi justru dapat membunuh tanaman tersebut. CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR DENGAN BAHAN BAKU URINE SAPI Bahan dan Alat Urine Sapi : 35 liter. (diusahakan sudah bersih dari kotoran seperti bekas pakan atau kotoran padat atau kotoran lainnya) Bioaktivator : 1 Liter. (E-M4 atau jenis lainnya). Tetes Tebu / Gula Merah : 1 liter E-M4 / 1 Kg Gula merah Air kelapa : 5 liter. Air cucian beras : 5 liter Ragi Tape : 10 gram (Tetes Tebu / gula merah dan air kelapa / air cucian beras digunakan sebagai makanan bakteri pengurai agar berkembang biak) Tong/ drum plastic kapasitas 50 liter Jurigen / timbah Selang plastic O 1 Cm Pengaduk Cara Pembuatan : Maukkan urine kedalam tong yang telah disiapkan Campurkan bioaktifator (E-M4) dengan gula merah/gula tetes,air cucian beras,air kelapa dan ragi tape. Aduk sampai benar-benar tercampur merata Masukkan ke dalam tong yg sudah berisi urine, aduk merata lalu tutup secara anaerob (kedap udara). Siapkan aerator, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 1 cm), botol plastik bekas air mineral ukuran 1 liter. lubangi tutup tong seukuran selang aerotor. Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air. Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong. Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang. PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air. Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot atau menurut rekomendasi yang dilakukan pada pagi hari sebelum jam 09.00 WIB dan pada sore hari setelah jam 15.00 WIB. MEMEILIH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) YANG BERKUALITAS Banyaknya suplai dipasaran pupuk organik membuat para konsumen harus jeli memiliki produk POC yang paling baik dan berkualitas. Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam memiliki produk pupuk organik cair yan baik adalah: Pupuk organik cair ( POC) yang baik adalah dengan banyak mengandung mikroorganisme hayati yang menguntungkan untuk tanaman, terutamnya mikroorganisme yang mengikat unsur nutrogen (N) dan menguraikan phisphat (P) dan kalium (K). Pupuk organik cair juga mengandung unsur hara mikro, bukan hanya makro, meskipun dalam jumlah kecil akan sangat menunjang pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair yang baik dan berkualitas juga mengandung hormon atau ZPT. Pupuk organik cair juga mencantumkan kandungan C organik pada kemasan. Pupuk organik cair juga mencantumkan tingkat keasaman (pH) pada kemasan. Pupuk organik cair juga mencantumkan label ijin resmi dari kementrian pertanian pada kemasan. Pupuk organik cair yang bagus akan memiliki harga jual yang realitis ( tidak terlalu mahal) KESIMPULAN Urine sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair karena mengandung nitrogen, fosfor, kalium, dan air lebih banyak daripada kotoran sapi padat. Akan tetapi, kandungan zat organik yang terdapat di dalamnya dirasa masih rendah jika dibandingkan dengan pupuk kimia, maka untuk mengoptimalkankualitas pupuk organik agar menjadi lebih tinggi perlu digunakan metode fermentasi urine sapi dengan penambahan tetes tebu (molasses) dan Bio aktifator (E-M4) Fermentasi urine sapi dengan penambahan tetes tebu (molasses) dan Bio Aktifator (E-M4) dapat meningkatkankadar hara N, K, dan C organik pada biourin. Selain itu juga dapatmenguntungkan bagi sebagian besar petani karena produk yang ini mempunyai keunggulan tersendiri yaitu harganya murah, pembuatannya mudah, bahan mudah didapat, dan tidak membutuhkan waktu yang lama serta merupakan pemanfaatanlimbah ternak secara optimal. Di samping itu juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan perekonomian hidup para peternak sapi. PENULIS : Agus Eko W, SP