Loading...

Teknik Penanaman Belimbing

Teknik Penanaman Belimbing
Pohon belimbing untuk menghaslkan buah belimbing tergantung pada interaksi antara pertumbuhan tanaman dan kondisi lingkungannya. Faktor yang menyebabkan produksi rendah adalah penggunaan pupuk yang belum optimal serta pola tanam yang belum tepat. Pola tanam memiliki arti penting dalam produksi pertanian. Pola tanam berarti memanfaatkan dan memadukan komponen agroklimat, tanah, tanaman, hama dan penyakit, teknik dan sosial ekonomi. Penanaman Penentuan Pola Tanam. Penentuan jarak tanam dan pola tanam biasanya relatif tergantung pada luas lahan yang ada. Pada umumnya, bila areal lahan cukup luas, jarak tanam antar tanaman belimbing dibuat + 6 x 6 meter. Atau dapat pula digunakan dalam jarak tanam 5 x 5 m dengan pola tanam dalam bentuk kultur perkebunan secara permanen dan dipelihara intensif. Pembuatan Lubang Tanam. Sebelum benih ditanam, terlebih dulu dibuat lubang tanam. Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Lubang digali sedalam 50 cm, separuh tanah galian bagian atas dipisahkan, lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu. Setelah cukup dianginkan, tanah dibagian atas dicampur dengan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1. Selain itu juga diberi pupuk NPK 20-10-10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Kemudian campuran tanah dan pupuk itu dimasukkan kembali ke dalam lubang. Cara Penanaman. Lubang yang sudah dipersiapkan untuk ditanami seperti diatas, setelah diberi pupuk tidak langsung ditanami, tetapi dibiarkan selama 1 minggu setelah itu baru ditanami. Bila yang ditanam benih okulasi klon B17, maka pada waktu ditanam di lapang harus dikombinasikan/diseling dengan benih klon B2. Caranya,diantara 8 tanaman B17 ditengah-tengahnya ditanami B2. Kombinasi ini dimaksudkan untuk membantu penyerbukan, karena menurut seorang ahli, diduga belimbing klon B17 ini bersifat male sterile, sehingga perlu bantuan serbuk sari klon B2 dalam penyerbukannya. Pemeliharaan Tanaman Penjarangan buah dimaksudkan agar buah lebih leluasa berkembang dan distribusi makanan hanya untuk buah yang dipelihara. Dalam penjarangan ini diusahakan tidak ada buah yang bergerombol atau berdempetan. Satu pohon diperkirakan hanya ada 100 buah belimbing yang dipelihara sampai besar. Penjarangan dilakukan saat buah sebesar 2,5-5 cm, atau 5-10 hari setelah bunga bermekaran. Pemangkasan. Pekerjaan ini dilakukan agar tanaman belimbing menghasilkan buah secara produktif, dan mendapatkan hasil yang maksimal. pemangkasan untuk membentuk tajuk tanaman agar tanaman tidak saling berhimpitan. Hal ini untuk mendorong produksi buah dan memudahkan pemanenan Pemupukan. Pemupukan dilakukan untuk 3 bulan setelah tanam sebanyak 25 kg pupuk kandang yang dicampur dengan 50 gram NPK/pohon. Sewaktu tanaman berumur 1 tahun diberi 25 kg pupuk kandang dengan 150 gram NPK/pohon. Umur 2 tahun diberikan 50 kg pupuk kandang dan 500 gram NPK/pohon, dan umur 3 tahun keatas diberikan 75 kg pupuk kandang dan 1 kg NPK/pohon. Untuk media tanam berupa pot atau tanaman buah dalam pot (tabulampot) pemupukan diberikan pada waktuumurtanaman 1 bulan diberi pupuk dasar berupa campuran Urea, TSP atau SP dan KCL (2:1:1) sebanyak 20 gr atau 2 sendok makan per pohon (pot). Pupuk tersebut dibenamkan dalam pot. Setiap sebulan sekali dipupuk dengan pupuk nitrogen ZA sebanyak 10 gr dilarutkan dalam 10 liter air. Larutan ini disiramkan pada tanaman belimbing dalam pot hingga tampak cukup basah. Pada tanaman belimbing yang sudah mulai berbunga dan berbuah diberi pupuk NPK sebanyak 25-50 gram/pohon (pot)/tahun. Waku pemberian pupuk sebaiknya sebelum tanaman berbunga, setelah berbuah, dan seusai panen, sehingga tiap tahun minimal dilakukan pemupukan 3 kali masing-masing 1/3 dosis. Pengairan dan Penyiraman. Tanaman belimbing banyak membutuhkan air sepanjang hidupnya. Di daerah yang sepanjang tahun mendapatkan air tentu tidak masalah, namun di daerah yang kering tanaman perlu diberi pengairan dan disiram. Sebagai indikasi bila tanaman perlu disiram yaitu bila rumput-rumput yang tumbuh dibawah pohon sudah mulai layu. Penyiraman dapat dilakukan dengan cara penggenangan (dileb) atau disiram sampai daerah sekitar tajuk tanaman basah. Meskipun selalu butuh air, tanaman ini kurang menyukai air tergenang, perlu diberi sarana drainase dan air segera dialirkan ke luar kebun agar tidak menggenang. Waktu Penyemprotan Pestisida. Untuk mencegah adanya seranganhama dan penyakit tanaman belimbing maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida. Waktu penyemprotan pestisida dilakukan 2 minggu sekali, misalnya dengan ˜Thamaron Super' yang takarannya disesuaikan dengan dosis yang tertera pada kemasan. Penulis: Yulia Tri S (Penyuluh Pertanian Madya Email : yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber : 1. Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS 2. Arief PS,2009. Agribisnis Belimbing, CV Pusaka Grafika, bandung