Loading...

Teknik Penanaman Padi dengan Sistem Jajar Legowo

Teknik Penanaman Padi dengan Sistem Jajar Legowo
A. DefinisiSistemTanamJajarLegowoLegowo adalah cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan tanaman kemudian diselingi oleh 1 baris kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir ½ kali jarak tanaman pada baris tengah. Sistem tanam Jajar Legowo adalah system tanam dengan menghilangkan satu baris tanaman padi pada setiap beberapa baris tanaman namun dengan menambah jumlah rumpun pada setiap baris tanaman. Menurut hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi adalah Legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih adalah Legowo 2:1. B. Dasar pemikiran / konsep system tanam Jajar Legowo adalah: 1. Bahwa tanaman pinggir pematang lebih subur dari pada yang di tengah. 2. Sinar matahari merupakan faktor yang penting dalam pertumbuhan tanaman padi. Semakin banyak sinar matahari yang diterima tanaman padi, maka tanaman padi akan tumbuh dan berkembang lebih baik dalam pertumbuhan vegetative dan generatifnya. 3. Populasi rumpun tanaman akan lebih banyak. C. Tujuan Jajar Legowo1. Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada pada bagian pinggir barisan. Semakin banyak sinar matahari yang mengenai tanaman, maka proses fotosintesis oleh daun tanaman akan semakin tinggi sehingga akan mendapatkan bobot buah yang lebih berat. 2. Mengurangi kemungkinan serangan hama, terutama tikus. Pada lahan yang relative terbuka, hama tikus kurang suka tinggal di dalamnya.3. Menekan serangan penyakit. Pada lahan yang relative terbuka, kelembaban akan semakin berkurang, sehingga serangan penyakit juga akan berkurang. Mempermudah pelaksanaan pemupukan dan pengendalian hama/penyakit. Posisi orang yang melaksanakan pemupukan dan pengendalian hama/penyakit bias leluasa pada barisan kosong diantara 2 barisan legowo.4. Menambah populasi tanaman, misalnya pada legowo 2:1, populasi tanaman akan bertambahs ekitar 33,31%. Bertambahnya populasi tanaman akan memberikan harapan peningkatan produktivitas hasil.D. AplikasiJajarLegowo1. Tipe Tanam Jajar Legowo (2.21), (3.21), (4.21). 2. Populasibibit per rumpun. Populasi bibit per rumpun 1-3 bibit tergantung kesuburan tanah, varietas padi, dan umur bibit. 3. Cara tanam: Menggunakan alat bantu tali, menggunakan pelarik / caplak, menggunakan mesin tanam. E. Teknik Penerapan Jajar Legowo1. Pembuatan Baris TanamLahan sawah dalam keadaan macak-macak. Ratakan dan lakukan pembentukan garis tanam yang lurus dan jelas dengan cara menarik alat garis tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya serta dibantu dengan tali yang dibentang dari ujung keujung lahan.2. TanamGunakan 1-3 bibit per lubang tanam pada perpotongan garis yang sudah terbentuk. Cara laju tanam sebaiknya maju agar perpotongan garis untuk lubang tanam bisa terlihat dengan jelas. Pada alur pinggir kiri dan kanan dari setiap barisan legowo, populasi tanaman ditambah dengan cara menyisipkan tanaman diantara 2 lubang tanam yang tersedia.3. PemupukanPosisi orang yang melakukan pemupukan berada pada barisan kosong diantara 2 barisan legowo. Pupuk ditabur kekiri dan kekanan dengan merata, sehingga 1 kali jalan dapat melakukan pemupukan 2 barisan legowo. Khusus cara pemupukan pada legowo 2:1 boleh dengan cara ditabur di tengah alur dalam barisan legowonya.4. PenyianganPenyiangan bias dilakukan dengan tangan atau dengan menggunakan alat siang seperti landak/gasrok. Apabila penyiangan dilakukan dengan alat siang, cukup dilakukan kesatuarah sejajar legowo dan tidak perlu dipotong. Di tengah barisan legowo bias disiang dengan tangan dan pada barisan pinggir legowo sebenarnya tidak perlu diambil karena dengan sendirinya akan kalah persaingan dengan pertumbuhan tanaman padi.5. Pengendalian Hama danPenyakitPada pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan alat semprot atau handsprayer, posisi orang berada pada barisan kosong diantara 2 barisan legowo. Penyemprotan diarahkan kekiri dan kekanan dengan merata, sehingga 1 kali jalan dapat melakukan penyemprotan 2 barisan legowo.F. Keuntungan system tanam Jajar Legowo: 1. Pemeliharaan tanaman lebih mudah, antara lain pengamatan tanaman, pemupukan, dan pengendalian hama penyakit.2. Tenaga kerja tanam relative lebih sedikit. Hj. AtiekKoesharmawatie, SP Penyuluh Kecamatan Bangkalan