Loading...

teknik pengendalian gulma paku picisan pada tanaman kopi

teknik pengendalian gulma paku picisan pada tanaman kopi
keberhasilan usaha tanaman kopi ditentukan oleh beberapa faktor antara lain pembibitan, pemeliharaan, pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama penyakit dan gulma, serta pemanenan dan penanganan hasil panen. di antara berbagai faktor tersebut, pengendalian gulma merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman kopi. keberadaan gulma menyebabkan terjadinya kompetisi penggunaan unsur hara, cahaya matahari, dan ruang tumbuh sehingga pada periode tersebut perlu dilakukan pengendalian, dan jika tidak dilakukan maka hasil tanaman pokok akan menurun. gangguan gulma tidak eksplosif seperti halnya hama dan penyakit, namun gangguan gulma yang berlangsung secara terus menerus sehingga perlu dikendalikan secara rutin, karena akan memberi dampak terhadap perkembangan tanaman pokok. dalam budidaya tanaman kopi, periode kompetisi atau periode kritis pengendalian gulma terjadi pada saat tanaman kopi masih kecil. oleh sebab itu pengendalian gulma dalam budidaya tanaman kopi perlu dilakukan secara intensif pada masa tanaman belum menghasilkan (tbm). apalagi tanaman kopi ini memiliki berbagai jenis gulma yang dapat mengganggu tanaman. salah satu jenis gulma yang tumbuh dan menempel pada tanaman kopi dan berpotensi mengganggu tanaman kopi adalah “paku picisan” (drymoglossum heterophyllum). paku picisan merupakan salah satu tumbuhan epifit yang sering dijumpai berasosiasi dengan tanaman lain termasuk tanaman kopi. tumbuhan epifit ini tidak mengambil unsur hara maupun air dari tumbuhan yang ditumpanginya, hanya tumbuh di atas permukaan kulit pohon dan mendapatkan seluruh air dari akarnya. gulma jenis ini berkembang dengan menghasilkan spora. selanjutnya spora-spora ini menyebar dibantu oleh angin, selanjutnya membentuk individu baru. kehadiran paku epifit ini tentu akan memberi dampak terhadap pertumbuhan tanaman yang ditumpangi. jenis gulma yang bersifat epifit ini dapat tumbuh pada batang tanaman, cabang , ranting dan cabang-cabang produksi tempat keluarnya buah kopi. serangan yang berat dapat menyebabkan tertutupnya bantalan bunga, sehingga bunga tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. cabang tanaman yang diserang oleh gulma ini, terutama pada cabang-cabang produksi sering memperlihatkan jumlah buah yang sedikit dan kecil-kecil yang tentu berpengaruh terhadap tingkat produktivitas tanaman kopi. serangan yang berat dapat membuat kulit batang tanaman kopi yang ditumbuhi oleh gulma ini, lama kelamaan menjadi merana dan selanjutnya kulit batang tanaman menjadi terkelupas. bila gulma yang menempel pada batang tanaman kopi ini kita kupas, maka akan tampak berhamburan debu-debu dari bagian akar gulma ini ysng kits kupas, ini merupakan bagian-bagian kulit batang kopi yang telah mati, atau mungkin juga spora-spora yang dihasilkan oleh gulma ini. dengan rusaknya kulit batang tanaman kopi ini tentu akan berpengaruh terhadap transportasi hasil- hasil fotosintesia ke seluruh bagian tanaman. dari hasil pengamatan dilapangan umumnya tanaman kopi yang sudah terlanjur terserang sangat sulit menghilangkan gulma ini, walaupun sudah dilakukan pengendalian, maka setelah beberapa waktu akan tumbuh lagi. sedangkan tanaman yang terserang oleh gulma ini secara perlahan-lahan menurun kondisinya, yang dapat dilihat mulai dari menguningnya ujung cabang produksi, lalu matinya pucuk cabang, berubah menjadi berwarna hitam. bila cabang produksi ini sedang berbuah, maka begitu selesai panen kopi, maka cabang ini akan segera mati. oleh karena itu bila ada serangan dari gulma ini maka segera dilakukan pengendalian dengan cara sebagai berikut : serangan gulma ini paling jelas dilihat bila musism kemerau. dimana saat itu kondisi tanaman karena pengaruh musim menjadi kelihatan kurang hijau. banyak daun yang berguguran, sehingga gulma ini nampak jelas. kelihat lebih jelas lagi bila tanaman kopi dengan keadaan pelindung yang kurang rapat. selesai panen kopi biasanya dilanjutkan dengan melakukan pemangkasan, yaitu memangkas bagian-bagian tanaman yang sakit/ mati, juga cabang-cabang produksi yang berbalik arah, serta pemangkasan cabang-cabang yang kurang produktif. pada saat pemangkasan tersebut bila melihat adanya gulma efifit ini maka langsung dilakukan eradikasi, dengan mengupas semua bagian gulma ini sampai ke akar-akarnya. lalu benam dalam tanah. bila bagian akar atau batang dari gulma ini masih melekat pada batang tanaman kopi, maka dalam waktu singkat ia dapat tumbuh lagi. sehingga betul-betul dalam eradfikasi gulma ini tidak ada lagi bagian yang masih melekat dalam batang tanaman kopi. bila sudah dilakukan pengendalian dengan cara mengupas/ eradikasi gulma tersebut, maka setelah mulai musim hujan agar dilihat kembali apakah masih berkembang atau tidak. bila kita masih melihat adanya serangan gulma tersebut maka segera kembali dilakukan pengenadalian, agar tidak cepat tumbuh kembali. jaga kondisi tanaman pelindung agar intensitas cahaya sinar matahari tidak terlalu tinggi, atau tetlalu rendah. untuk tanaman yang sudah produktif (tanaman menhasilkan) agar diupayakan 1 tanaman pokok dengan 1 tanaman pelindung. intensitas serangan yang parah dari gulma paku picisan ini akan mematikan tanaman, bila kurang diperhatikan, apalagi saat musim hujan pertumbuhan gulma ini lebih cepat dari pada musimkemerau. oleh karena itu diharapkan sebagai petani kopi agar diupayakan selalu melakukan pengamatan tanaman secara dini untuk pemeliharaan tanaman ( i made widiada, penyuluh pertanian, distan kabupten tabanan, bali).