Pendahuluan Perbanyakan tanaman kopi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara generative dan vegetatif. Cara generatif yaitu dengan menggunakan biji sedangkan vegetatif yaitu dengan menyambung atau stek,. Untuk membuat kebun benih yang berasal entres dibutuhkan bibit yang berasal dari biji yang dapat dijadikan batang bawah atau sebagai perbanyakan tanaman. Benih kopi memiliki waktu berkecambah yang lama, sehingga menjadi suatu kendala jika kita perbanyak tanaman kopi secara generative. Perkecambahan merupakan tahapan penting dalam budidaya tanaman kopi karena menentukan kemampuan hidup tanaman kopi pada tahap selanjutnya. Dalam melakukan budidaya kopi salah satunya yang perlu diperhatikan adalah pembibitan kopi. Adapun langkah-langkah untuk pembibitan tanaman kopi dengan baik sebagai berikut: Pembibitan secara generatif (benih) Benih diperoleh dari produsen yang sudah mendapat SK Benih yang sudah diterima harus segera dikecambahkan. Kebutuhan benih untuk 1 ha (ditambah 20% seleksi dan sulaman): Jarak tanam: 2,0 m x 2,0 m = 4.375 benih 2,0 m x 2,5 m = 3.500 benih 2,5 m x 2,5 m = 3.000 benih Kebutuhan benih untuk 1 ha yaitu: 1) Kopi Arabika agak katai (AS 1 dan Sigarar Utang) Jarak tanam 2,0 m x 2,0 m = 2.500 benih 3,0 m x 1,5 m = 2.200 benih 2) Kopi Arabika tipe jagur (AB 3, USDA 762, S 795, Gayo 1, dan Gayo 2) Jarak tanam 2,5 m x 2,5 m = 1.600 benih BP 308 Pembuatan bedengan pesemaian 1) Lokasi mudah diawasi, dekat pembenihan dan areal penanaman. 2) Tempat datar, berdrainase baik dan dekat sumber air. Tanah bebas dari nematoda parasit dan cendawan akar kopi. 3) Dibuat arah Utara-Selatan, lebar bedeng 80-120 cm, panjang disesuaikan menurut kebutuhan. 4) Tanah dicangkul kemudian dibersihkan dari sisa-sisa akar dan rumput. 5) Bedengan ditinggikan + 20 cm menggunakan tanah subur dan gembur, di atasnya ditambah lapisan pasir halus setebal 5 cm. Pinggirnya diberi penahan dari bambu atau bata merah agar tanah tidak longsor. 6) Untuk mencegah nematoda parasit, dilakukan fumigasi dengan Vapam 100 ml/10 lt air untuk setiap m2 bedengan. Bedengan ditutup plastik selama 7 hari, kemudian benih boleh disemaikan. 7) Bedengan diberi atap/naungan berupa alang-alang, daun tebu, kelapa, dll, tinggi sebelah Barat 120 cm, sebelah Timur 180 cm. Penyemaian biji 1) Sebelum biji disemai, bedengan disiram air sampai jenuh. 2) Penyemaian benih dilakukan dengan membenamkan biji sedalam + 0,5 cm; permukaan benih yang rata menghadap ke bawah. Jarak tanam benih 3 cm x 5 cm. 3) Setelah benih tertata di atas bedengan, di atasnya ditaburi potongan jerami atau alang-alang kering, agar terlindung dari sengatan matahari maupun curahan air siraman. Pemeliharaan di pesemaian 1) Setiap hari (kecuali ada hujan) bedengan disiram air dengan menggunakan gembor dan dijaga jangan sampai ada genangan air, rumput yang tumbuh dibersihkan. 2) Sebaiknya dipakai air penyiram yang bersih, tidak tercemar pestisida. 3) Sesudah sepasang daun membuka (stadium kepelan), benih segera dipindah ke media kantong plastik (polibeg) atau bedengan pembenihan. 120 cm 180 cm . Pembuatan bedengan pembenihan 1) Bedengan dekat lokasi penanaman. 2) Cara membuat seperti pada bedengan pesemaian. 3) Media tumbuh berupa campuran tanah atas, pasir, pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 2 : 1. 4) Untuk tanah atas yang gembur, cukup tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3 : 1. 5) Dapat dipakai tanah hutan lapisan atas (0-20 cm) tanpa campuran pasir dan pupuk kandang. 6) Bedengan dapat menggunakan naungan alami lamtoro atau pohon lain yang dapat meneruskan cahaya diffus. 7) Benih ditanam dengan jarak 20 cm x 25 cm. Penanaman dalam polibeg 1) Ukuran kantong plastik 15 cm x 25 cm, tebal 0.08 mm, diberi lubang 15 buah. Ukuran kantong ini cukup untuk varietas Kartika. Untuk varietas lain ukuran kantong perlu disesuaikan. 2) Kantong plastik di isi media dan disiram hingga basah, kemudian diatur/ditata di bedengan dengan jarak antar kantong + 7 cm, sehingga dengan lebar bedengan 120 cm dapat diletakkan enam baris kantong plastik. 3) Pilih benih yang tumbuhnya normal dan sehat, akarnya dipotong 5-7,5 cm dari pangkal. 4) Benih ditanam dalam polibeg dengan melubangi media (ditugal) sedalam + 10 cm; tanah dipadatkan agar akar tidak menggantung (tanah berongga). Diusahakan agar akar tidak terlipat/bengkok. Pemeliharaan benih 1) Intensitas cahaya di pembenihan + 25%. Secara bertahap intensitas cahaya dinaikkan dengan membuka naungan sedikit demi sedikit. 2) Penyiraman disesuaikan dengan kondisi kelembaban lingkungan. 3) Media digemburkan setiap dua bulan sekali. 4) Pemupukan sesuai umur benih, pupuk dibenamkan atau dilarutkan dalam air. Dosisnya, umur 1-3 bulan = 1 g Urea + 2 g TSP + 2 g KCl, umur 3-8 bulan = 2 g Urea. Urea diberikan 2 minggu sekali, apabila berupa larutan diberikan dengan konsentrasi 0.2% sebanyak 50-100 ml/benih/2-minggu. 5) Pengendalian hama penyakit dan gulma dilakukan secara manual atau kimiawi. Hama yang sering menyerang Benih kopi yaitu ulat kilan, belalang dan bekicot. Penyakit yang sering dijumpai yaitu penyakit rebah batang (Rizoctonia solani). 6) Benih siap tanam umur 10-12 bulan dari penyemaian. Pembibitan secara vegetatif Pembenihan secara sambungan Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan sambungan, yaitu ketegapan batang bawah, bahan entres, kebersihan sarana, waktu dan keterampilan tenaga penyambung. Sambungan fase serdadu 1) Batang bawah dan batang atas menggunakan benih stadium serdadu atau kepelan. 2) Penyambungan dilakukan menggunakan metode celah. Pada bagian atas dari batang bawah (+ 5 cm di leher akar) dibuat celah + 1 cm. Bagian bawah dari batang atas (+ 4 cm dari daun kepel) disayat miring pada kedua sisinya sehingga membentuk huruf V. Batang disisipkan pada celah yang telah dibuat pada batang bawah. 3) Bagian kambium batang atas dan batang bawah harus bersatu. Setidaknya salah satu sisi dari bidang pertautan batang atas dan batang bawah harus diusahakan lurus. 4) Penyambungan juga dapat dilakukan dengan cara menyayat miring baik batang atas maupun batang bawah pada salah satu sisinya kemudian dipertautkan. 5) Pengikatan dilakukan menggunakan parafilm sedemikian hingga bagian sayatan tertutup rapat. 6) Sebelum penanaman akar tunggang yang terlalu panjang ujungnya dipotong dengan gunting. 7) Setelah penanaman dilakukan penyungkupan secara kolektif seperti pada praktek penyetekan kopi. 8) Frekuensi penyiraman 1-2 hari sekali tergantung keadaan. Waktu penyiraman sebaiknya dilakukan pagi hari dengan cara membuka salah satu sisi sungkup dan ditutup kembali, sebaiknya penyiraman menggunakan knapsack sprayer. 9) Dua minggu setelah penyambungan dilakukan pemeriksaan hasil sambungan. Sambungan jadi ditandai dengan tidak layunya benih sambungan. 10) Setelah dua minggu dilakukan hardening (penjarangan) secara bertahap. 11) Benih hasil sambungan yang telah mengalami hardening dilakukan pemeliharaan sampai dengan siap tanam seperti pada pemeliharaan benih pada umumnya. Sambungan fase benih 1) Menyiapkan entres untuk batang atas dan benih siap sambung sebagai batang bawah. Kriteria benih siap sambung ukuran batang sebesar pensil. 2) Penyambungan dilakukan dengan sistem celah. 3) Daun batang bawah tidak boleh dihilangkan, tetapi disisakan 1-3 pasang daun. Daun batang atas “dikupir” (dipotong sebagian). 4) Usahakan batang bawah dan batang atas besarnya sama. Apabila ukuran batang atas dan batang bawah tidak sama, maka salah satu sisinya harus lurus. 5) Sambungan diikat dengan tali (rafia, benang goni, pelepah pisang, mendong atau plastik). 6) Sambungan diberi sungkup kantong plastik transparan, pangkal sungkup diikat agar kelembaban dan penguapan terkendali serta air tidak masuk. 7) Penyambungan harus dilakukan dengan cepat, cermat dan bersih. 8) Selama + 2 minggu setelah sambung harus dihindari dari penyinaran matahari langsung. 9) Pengamatan hasil sambungan dilakukan setelah dua minggu, apabila warna tetap hijau berarti sambungan berhasil dan apabila berwarna hitam berarti gagal. 10) Sungkup dibuka/dilepas apabila tunas yang tumbuh cukup besar. 11) Tali ikatan dibuka apabila pertautan telah kokoh dan tali ikatan mulai mengganggu pertumbuhan batang. 12) Tunas yang tumbuh dari batang atas dipelihara satu yang paling sehat dan kekar. Pemilihan dilakukan setelah tunas tumbuh cukup besar. Pembuatan benih stek Benih stek dapat digunakan pada kopi Arabika maupun kopi Robusta. Benih stek dapat dipakai sebagai batang bawah untuk pembuatan benih sambungan. Tahapan pelaksanaan penyetekan meliputi : 1). Persiapan bedengan stek Sebelum penyetekan dikerjakan terlebih dahulu memilih lokasi untuk membuat bedengan stek. Pemilihan lokasi sama seperti untuk lokasi pembenihan. Bedengan dibuat memanjang dengan ukuran lebar 1.25 m, panjang 5 m atau 10 m. Tebal medium 20 - 25 cm yang terdiri atas campuran tanah : pasir : pupuk kandang 1 : 1 : 1 atau humus tanah hutan lapisan atas (0-20 cm). Pembuatan kerangka sungkup dan menyiapkan lembaran plastik transparan. Tinggi kerangka sungkup + 60 cm. Pembuatan para-para di atas bedengan stek agar tidak terlalu panas tetapi tidak boleh terlalu gelap. Para-para tidak diperlukan jika di atas bedengan stek telah cukup naungan alami oleh pohonpohon. Sebaiknya penyetekan dilakukan di bawah pohon pelindung lamtoro atau jenis lainnya yang dapat meneruskan cahaya diffus. 2) Persiapan bahan tanam dan pelaksanaan penyetekan Melakukan inventarisasi kebun entres agar diketahui klon dan umur entres. Kebun entres yang terlalu tua harus diremajakan. Umur entres yang digunakan yaitu 3-6 bulan, karena pada umur tersebut bahan cukup baik untuk stek. Pemotongan bahan stek dengan cara menggunakan satu ruas 6-8 cm dengan sepasang daun yang dikupir, pangkal stek dibuat runcing. Apabila bahan yang digunakan klon yang sulit berakar, perlu dibantu dengan zat pengatur tumbuh (dapat dipakai urine sapi 10%). Jarak tanam stek 5-10 cm. Setelah stek tertanam dilakukan penutupan/disungkup dengan plastik. Penyiraman dilakukan 1-2 hari sekali (tergantung keadaan) dengan cara membuka salah satu sisi sungkup dan segera ditutup kembali, sebaiknya digunakan knapsack sprayer. Setelah umur + 3 bulan dilakukan hardening secara bertahap. Umur + 4 bulan stek dipindah ke kantong plastik (polibeg) dan dipelihara seperti lazimnya pemeliharaan benih di bedengan. Benih siap dipindah/ditanam di lapangan setelah berumur + 7 bulan di pembenihan.