Loading...

TEKNIK WAWANCARA KELUARGA PETANI DALAM PENERAPAN PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL BAGI PENYULUH PERTANIAN

TEKNIK WAWANCARA KELUARGA PETANI DALAM PENERAPAN PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL BAGI PENYULUH PERTANIAN
Wawancara Keluarga Petani Pendahuluan Wawancara keluarga petani adalah kegiatan tanya jawab sistematis dengan keluarga petani yang dipilih dengan tujuan mengumpulkan informasi dan data. Penerapan teknik wawancara keluarga petani dalam Participatory Rural Appraisal (PRA) dapat dilaksanakan dalam kegiatan penyuluh pertanian. Bentuk dan proses wawancara dapat dijadikan lebih partisipatif dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada keluarga petani yang diwawancarai untuk mengemukakan pendapatnya. Caranya dengan membuat pertanyaan-pertanyaan semi terbuka, artinya pertanyaan tidak ditentukan pilihan jawabannya, dan pertanyaan dapat diubah dan dikembangkan berdasar jawaban orang yang diwawancarai. Dalam PRA wawancara semi terstruktur lebih banyak digunakan untuk mewawancarai keluarga petani, meskipun juga dapat digunakan untuk wawancara kelompok dan individu. Pengertian Teknik wawancara keluarga petani adalah teknik PRA yang dipergunakan untuk mengkaji sejumlah topik informasi mengenai aspek-aspek kehidupan keluarga petani, yang disusun dalam pedoman wawancara. Pedoman ini sifatnya semi terbuka, karena hanya merupakan bahan acuan wawancara; artinya isi kajian dapat diubah dan disesuaikan dengan proses diskusi untuntuk mencapai tujuan kajian. Jenis wawancara keluarga petani dan tujuannya Wawancara individu/perorangan Wawancara individu dapat dilakukan dengan sasaran informan kunci atau wawancara perorangan pilihan. Wawancara informan kunci dilakukan jika dibutuhkan kajian dengan sumber informasi yang dianggap dimiliki oleh sumber informasi khusus. Informan kunci biasanya sebagai narasumber pertama adalah orang yang dianggap memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas mengenai sesuatu . Warga masyarakat yang dapat dijadikan informan kunci adalah: Orang luar yang sudah lama tinggal di desa tersebut, misalnya guru, dokter, dsb. Penduduk yang memiliki kedudukan dalam masyarakat, misal sesepuh/tetua, perangkat desa, dsb. Anggota masyarakat yang menonjol dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi di desa. Wawancara perorangan pilihan dilakukan untuk memebrikan kesempatan kepada orang-orang tertentu untuk menyampaikan keadaan dirinya, pendangan atau pemikirannya tentang masyarakat dan lingkungannya. Hasilnya adalah berupa profil perorangan, yakni gambaran keadaan seseorang yang dianggap mewakili suatu kelompok masyarakat, misalnya buruh tani, petani penggarap, petani kaya (tuan tanah), pengrajin, dan sebaginya. Wawancara keluarga/rumah tangga petani Wawancara keluarga petani dilakukan untuk mengkaji berbagai aspek kehidupan keluarga petani. Hasilnya berupa profil keluarga petani, yakni gambaran keadaan suatu keluarga sebagai informasi untuk mengetahui taraf kesejahteraan, taraf kesehatan, pendidikan, serta harapan dan rencananya di masa depan. Perlu diperhatikan, di pedesaan seringkali sebuah keluarga tinggal bersama keluarga-keluarga lainnya dalam satu rumah. Yang disebut keluarga adalah hubungan kerabat, yang berupa keluarga inti (bapak, ibu, anak-anak), atau keluarga besar (+ orang tua, cucu, keponakan, dsb). Yang dimaksud rumah tangga adalah unit pengelolaan perekonomian di dalam keluarga. Dalam satu keluarga dapat terdiri dari sejumlah rumah tangga yang masing-masing mengelola perekonomiannya sendiri, misalnya anak atau menantu dan orang tua masing-masing mengelola rumahtangganya sendiri meskipun tinggal bersama sebagai suatu keluarga. Wawancara kelompok (petani) Wawancara ini dilakukan untuk membahas sejumlah topik informasi yang telah ditetapkan di dalam pedoman wawancara, tetapi dibahas dan didiskusikan di tingkat kelompok. Apabila terjadi perbedaan pendapat, kelompok akan mendiskusikan jawaban yang disepakati bersama. Hal-hal yang didiskusikan tergantung dari kebutuhan informasi. Biasanya dipergunakan untuk mengecek silang informasi-informasi dari hasil wawancara infroman kunci dan wawancara perorangan pilihan atau hasil kajian dengan teknik-teknik PRA yang lain. Manfaat Manfaat wawancara keluarga petani dapat dibedakan menjadi dua kelompok: Manfaat bagi orang dalam. Wawancara ini merupakan proses pembelajaran bagi masyarakat dengan `orang luar`, yang berkunjung ke rumah atau ke lahan usahatani dan berkenalan dengan anggota keluarga untuk berdiskusi bersama tentang pengelolaan usahatani. Apabila yang didatangi adalah petani yang hidup `terpencil`, kunjungan ini sekaligus untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan, sehingga mereka termotivasi untuk berpartisipasi. Bagi orang luar. Wawancara ini dilakukan setelah teknik analisis mata pencaharian untuk mengakaji lebih mendalam mengenai berbagai aspek pengelolaan pertanian, di tingkat keluarga atau rumah tangga. Apabila teknik-teknik yang lain lebih banyak bersifat kualitatif, dengan teknik ini dapat diupayakan pengambilan informasi yang bersifat kuantitatif (angka-angka), terutama mengenai pendapatan keluarga, hal ini karena masyarakat biasanya agak tertutup untuk menyampaikan nilai pendapatannya dalam forum diskusi yang lebih besar. Langkah-langkah penerapan Persiapan Menyusun pedoman wawancara. Pedoman wawancara disusun sesuai dengan kebutuhan kajian. Topik-topik informasi di dalam pedoman ini merupakan titik masuk ke pembicaraan yang dapat dikembangkan di dalam proses wawancara. Daftar pertanyaan yang sesuai dengan tema/topik bahasan harus dipersiapkan dahulu. Daftar topik dan pertanyaan itu hanya sebagai bahan acuan, dan dalam proses wawancara dapat dikembangkan lagi. Memilih keluarga / rumah tangga yang akan diwawancarai dilakukan untuk melihat perbedaan ekonomi keluarga-keluarga yang diwawancarai, terutama perbedaan dalam pengaturan ekonomi keluarga. Anggota masyarakat yang diwawancarai antara lain: keluarga yang mewakili berbagai keadaan masyarakat, misalnya dari berbagai tingkat ekonomi. Pemilihan keluarga sebaiknya yang masih lengkap anggotanya, yakni suami, istri dan anak-anaknya, serta keluarga yang tidak lengkap misalnya janda atau duda atau salah satu suami atau istri merantau. Pelaksanaan wawancara Menyepakati dan mengatur waktu bersama keluarga yang akan diwawancara. Kita bisa datang secara spontan kepada responden, dan melakukan wawancara apabila situasinya memungkinkan. Pada awal wawancara, pewawancara berkenalan dan menjelaskan maksud kegiatan dengan sederhana namun jelas. Amati keadaan sekitar, misalnya kondisi rumah, perabotan rumah tangga yang ada, hal ini sangat membantu dalam pengenalan taraf kesejahteraannya. Bila wawancara dilakukan di lahan atau kebun, amati keadaan sekitarnya. Lakukan obrolan tentang berbagai kegiatan keluarga. Biasanya topik pertama adalah mengenai keadaan usahataninya dan siapa saja yang terlibat dalam pengerjaannya. Lanjutkan wawancara dari satu topik ke topik lain menggunakan pedoman wawancara sebagai panduan. Wawancara dilakukan secara informal dengan sikap yang terbuka dan akrab, sehingga pembahasan dari satu topik ke topik lain terjadi secara tidak menyolok. Gunakan jawaban dari petani untuk mengembangkan topik obrolan selanjutnya. Biarkan petani melanjutkan pembicaraan tentang hal-hal yang dianggapnya penting mengenai kehidupan keluarganya. Gunakan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memancing pendapat mereka tentang berbagai hal. Pewawancara sebaiknya memfasilitasi dengan baik agar tidak terjebak dalam diskusi berkepanjangan mengenai satu topik tertentu. Buatlah catatan proes dan hasil wawancara secara cermat (tugas anggota tim PRA). Cantumkan nama responden, pewawancara, tempat, dan tanggal wawancara. Sumber: Dari berbagai Sumber dan Pengalaman Penulis Penyusun: Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BPTP Lampung