Loading...

Teknis Ameliorasi Lahan Gambut

Teknis Ameliorasi Lahan Gambut

I. Masalah Kesuburan Lahan Gambut

Lahan gambut memiliki karakteristik yang unik namun menimbulkan tantangan besar bagi pertanian, terutama setelah dikeringkan untuk budidaya.

 

1.1.Masalah Kimia Tanah Utama

Masalah

Dampak pada Tanaman

Sangat Masam (pH Rendah)

pH umumnya 3.0 – 4.5. Menyebabkan keracunan Alumunium (Al), Besi (Fe), dan Mangan (Mn).

Keracunan Pirit

Pada gambut pesisir, oksidasi pirit ($\text{FeS}_2$) melepaskan Asam Sulfat ($\text{H}_2\text{SO}_4$), menurunkan pH drastis.

Kekurangan Unsur Hara

Rendahnya kandungan unsur hara makro (N, P, K) dan mikro esensial, serta rendahnya daya serap akar pada pH rendah.

Retensi Fosfor (P)

P diikat kuat oleh Al dan Fe pada pH rendah, sehingga sulit diserap tanaman.

 

1.2.Pentingnya Ameliorasi

Ameliorasi adalah upaya perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah untuk meningkatkan kesuburan. Tujuan utama ameliorasi pada gambut adalah menaikan pH tanah ke tingkat optimal (5.05.5) untuk menghilangkan keracunan dan meningkatkan ketersediaan hara.

 

II. Bahan Amelioran untuk Peningkatan pH (Pengapuran)

Bahan utama untuk menaikkan pH gambut adalah kapur pertanian.

 

2.1. Jenis Bahan Kapur

Bahan Amelioran

Kandungan Utama

Keunggulan

Kapur Kalsium Karbonat ($\text{CaCO}_3$)

Kalsium

Paling umum, mudah didapat.

Dolomit ($\text{CaMg}(\text{CO}_3)_2$)

Kalsium dan Magnesium

Dianjurkan karena selain menaikkan pH, juga memasok hara esensial Magnesium (Mg) yang sering kurang di gambut.

Kapur Tohor ($\text{CaO}$) / Padam ($\text{Ca}(\text{OH})_2$)

Kalsium

Daya netralisasi cepat, namun harganya lebih mahal.

 

2.2. Dosis dan Cara Aplikasi Kapur

  1. Penentuan Dosis: Dosis kapur harus ditentukan berdasarkan tingkat keasaman awal tanah dan kebutuhan tanaman. Rata-rata dosis awal berkisar antara 1 hingga 5 ton/ha.

Contoh: Untuk padi, dosis awal bisa 2-3 ton/ha, diikuti dengan dosis pemeliharaan 0.5-1 ton/ha/musim tanam.

  1. Cara Aplikasi:
    • Penyebaran Merata: Sebarkan kapur di permukaan tanah secara merata.
    • Inkorporasi: Campurkan kapur ke lapisan olah tanah sedalam 10−20 cm. Ini penting agar kapur dapat berinteraksi langsung dengan bahan masam di dalam tanah.
  2. Waktu Aplikasi: Aplikasikan kapur 2-3 minggu sebelum penanaman untuk memberi waktu agar reaksi penetralan keasaman terjadi. 

III. Bahan Amelioran untuk Peningkatan Kesuburan Lain

Selain kapur, bahan amelioran lain sangat penting untuk memperbaiki kesuburan gambut.

3.1. Abu Terbang (Fly Ash)

·      Sumber: Sisa pembakaran batu bara.

·      Fungsi: Mengandung hara mikro, memperbaiki struktur tanah, dan membantu menetralkan keasaman (meski tidak seefektif kapur).

3.2. Bahan Organik Lain

·      Kompos dan Pupuk Kandang: Penting untuk meningkatkan daya serap hara, memperbaiki struktur, dan menambah mikroorganisme bermanfaat.

·      Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS): Sumber Kalium (K) yang sangat baik, yang sering defisien di lahan gambut.

3.3. Penggunaan Biochar

·      Fungsi: Arang aktif yang dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah gambut, memperbaiki retensi air, dan menahan unsur hara agar tidak tercuci.

3.4. Pupuk Khusus

·      Pupuk P (Fosfor): Karena gambut memiliki daya ikat P yang tinggi, berikan pupuk P (seperti SP-36 atau Rock Phosphate) dalam dosis yang lebih tinggi, dan aplikasikan bersama dengan kapur. 

IV. Prinsip Budidaya Terpadu di Lahan Gambut

Keberhasilan pertanian di lahan gambut adalah kombinasi dari pengelolaan air dan ameliorasi.

1.   Jaga Muka Air Tanah (MAT): Pastikan MAT dipertahankan pada kedalaman 30-40 cm (seperti yang dibahas pada materi sebelumnya) untuk mencegah subsiden dan keracunan asam berlebihan.

2.   Lakukan Uji Tanah Berkala: Uji pH dan kandungan hara secara berkala untuk menyesuaikan dosis kapur dan pupuk.

3.   Tanam Varietas Adaptif: Pilih varietas tanaman (misalnya padi) yang toleran terhadap kondisi masam dan keracunan Al/Fe.

4.   Aplikasi Pupuk Berimbang: Jangan hanya mengandalkan kapur, namun pastikan unsur hara makro (N, P, K) dan mikro tersedia melalui pemupukan berimbang. 

V. Kesimpulan dan Komitmen

Ameliorasi lahan gambut adalah investasi awal yang penting untuk memastikan keberhasilan panen. Tanpa penanganan keasaman dan kekurangan hara, potensi produksi akan sangat rendah.

 

Kunci Sukses: Kapur yang cukup (CaCO3​ atau Dolomit) untuk mencapai pH 5.0, diikuti dengan pemupukan P dan K yang memadai.