TEKNIS KLENTEK TANAMAN TEBU Sumber gambar : Lahan milik P. Rasuli oleh: JUNI SUCAHYONO BALAI PENYULUHAN PERTANIAN ( BPP ) KECAMATAN KEDUNGJAJANG TEKNIS KLENTEK TANAMAN TEBU Tebu adalah tanaman semusim yang dapat tumbuh didaerah beriklim tropis dan subtropis. KLENTEK salah satu kegiatan pemeliharaan yang dilakukan pada tanaman tebu adalah klentek ,secara umum klentek merupakan kegiatan membuang daun tebu yang sudah tua tujuan dilakukan klentek tebu : a. Mengurangi serangan hama dan penyakit. b. Mencegah keluarnya akar pada ruas yang dapat menganggu pertumbuhan tanaman. c. Memperbaiki peredaran udara dalam kebun dan mempermudahkan sinar matahari masuk. d. Mempertinggi rendemen. e. Meningkatkan jumlah anakan tanaman tebu. Klentek tanaman tebu sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali yakni : 1. Klentek 1 dilakukan pada saat umur tanaman tebu 60 - 90 hari dengan jumlah ruas 4 - 6 ruas atau jumlah daun yang dibuang sebanyak 4 - 6 helai daun . 2. Klentek 2 dilakukan pada saat umur tanaman tebu 120- 150hari dengan jumlah ruas batang terdiri dari 8-10ruas. 3. Klentek 3 dilakukan pada saat umur tanaman 210- 240 hari dengan jumlah ruas batang 12 - 14 ruas. Hasil dari klentek tanaman tebu dapat digunakan untuk beberapa hak antara lain : 1.Sebagai mulsing dengan meletakkan daduk disepanjang larikan tanaman tebu sehingga menekan pertumbuhan gulma. 2.Sebagai bahan organik, daduk dapat sebagai bahan organik tanah sehingga dapat mendukung pertumbuhan tanaman tebu. 3.Sebagai bahan makanan ternak daun tebu dari hasil klentek yang masih berwarna hijau dapat digunakan sebagai bahan makanan untuk ternak seperti sapi atau kambing. Cara peletakan daduk pada kegiatan klentek tanaman tebu antara lain : 1.Diletakkan disepanjang larikan tanaman tebu. 2. Dikenong ( daun tebu hasil dari klentek dikumpulkan menjadi satu setiap 5 meter. 3. Sistem 2:1 ( larikan digunakan sebagai tempat mengumpulkan hasil klentek dan satu larikan dibiarkan bersih ) Sumber: https;//secretuser.wordpress.com