Loading...

Teknis Perbenihan Kacang Panjang Petani Poncol

Teknis Perbenihan Kacang Panjang Petani Poncol
Kacang panjang (Vigna Sinensis L.) merupakan jenis tanaman sayur yang populer dikalangan masyarakat. Selain rasanya enak, sayuran ini juga mengandung zat gizi bervariasi dan sangat baik untuk kesehatan. Selain itu tanaman ini juga dapat menyuburkan tanah sehingga dapat dikatakan bersifat “dwifungsi”. Perihal itulah yang membuat seorang petani dari Desa Gonggang, Yudi Surahmad tertarik, bukan hanya sekedar budidaya kacang panjang untuk dapat berfungsi untuk merotasi tanaman cabai, tetapi juga bisa membuat benih unggul sendiri.Melalui komunikasi yang baik dengan BPP Poncol, dan kebetulan Yudi Surahmad juga seorang Penyuluh Swadaya Kecamatan Poncol, maka diperolehlah informasi tentang program kerja sama perbenihan dengan PT Bisi International, Tbk. Kini Yudi Surahmad telah melalui 2 periode panen. Sementara ini harga yang ditawarkan PT Bisi International, Tbk adalah Rp. 25.000,- / kg biji. Sarana dan produksi untuk kebutuhan perbenihan telah disediakan olehPT Bisi International, Tbk. Kegiatan perbenihan ini dilakukan di dalam Green House, karena untuk mengurangi serangan OPT dan mengurangi penguapan.TAHAPAN TEKNIS PERBANYAKAN BENIH KACANG PANJANGDalam budidaya kacang panjang untuk keperluan penangkaran ada beberapa factor yang perlu mendapat perhatian antara lain : penggunaan benih unggul (benih dari PT Bisi International, Tbk), pengolahan tanah, pengairan, pemupukan berimbang, pengendalian hama penyakit, panen, dan penanganan pasca panen.PersiapanPersiapan budidaya kacang panjang untuk keperluan penangkaran benih terdiri dari atas penyiapan benih sumber dan penyiapan lahan.Penyiapan benih sumberBenih kacang panjang yang digunakan untuk penangkaran harus mengacu pada ketentuan-ketentuan penangkaran benih dan kelas benih yang dihasilkan . Sesuai dengan ketentuan benih yang bersertifikat dan berlabel, beberapa hal yang perlu diperhatikan:Penampilan benih bernas (tidak keriput)Benihnya murni (tidak tercampur) dengan varietas maupun kotoran lainDaya kecambahnya 85 % atau lebihTidak cacat atau rusakTidak terinfeksi penyakitPenyiapan lahanMenyediakan kondisi lahan yang sebaik mungkin bagi kehidupan tanaman kacang panjang yaitu : gembur, remah, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.Pengolahan tanah dapat menggunakan mesin pertanian, hewan pembajak, cangkul, sekop dan Slondom. Tanah diolah sedalam 30 cm agar menjadi remah, gembur dan drainasenya baikBuat bedengan dengan lebar 100 – 120 cm dan panjang menurut kebutuhan. Arah bedengan membujur timur ke barat, jarak antar bedengan dibuat 20-50 cm berupa selokan sedalam 50 cm.PenanamanWaktu penanaman harus disesuaikan dengan pola tanam dan faktor iklim, bisa dilakukan pada musim hujan atau awal musim kemarau asal tersedia air untuk menyiram tanaman.Perlakuan biji sebelum tanam dengan fungisida agar tidak terserang oleh penyakit.Jarak tanam yang digunakan yaitu antar barisan 40-50 cm, dan jarak dalam bedengan 30 cmBiji kacang panjang ditanam pada bedengan sedalam 3 - 4 cmPemeliharaan tanamanPemeliharaan tanaman kacang panjang yang dibudidayakan untuk keperluan penangkaran benih meliputi : pengairan, pemupukan, penyiangan, roguing, dan pengendalian hama penyakit.PengairanPenyiraman dilakukan secara periodik dengan melihat kondisi kelembaban tanah, pada awal pertumbuhan membutuhkan air lebih sering karena akarnya masih dangkal.Penyiraman dilakukan setelah penanaman benih dan dianjurkan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.Pada umur 2 minggu hingga 50 hari cukup disiram sehari sekaliPada periode pengisian polong, tanaman memerlukan cukup banyak air dan dihentikan pada saat polong telah terbentuk maksimal.PemupukanPemupukan tanaman kacang panjang didasarkan pada hasil analisis tanah dan zat hara yang terangkut oleh tanaman. Sebagai acuan dapat menggu-nakan patokan per hektar sebagai berikut :Pupuk kandang : 1.000 kgPupuk Urea : 60 kgPupuk SP-36 : 200 kgPupuk KCl : 125 kgPupuk kandang diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah, sedangkan pupuk SP-36 dan KCl diberikan sebelum tanam dan pupuk Urea diberikan secara bertahap setengah bagian diaplikasikan pada umur satu minggu dan setengah bagian diberikan pada umur empat minggu setelah tanam. Ada beberapa macam cara aplikasi pemberian pupuk :ditugalkan diantara tanaman,dibenamkan dalam alur tanaman,disebar secara merata dan disiram dengan air agar cepat larut kedalam tanahPenyianganPenyiangan dilakukan mulai pertumbuhan vegetatif dan generatif, yaitu :Umur tanaman antara 10-21 hari,Fase generatif atau fase pengisian polong umur 35-45 hariPenyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma atau rumput-rumput liar yang terdapat pada bedengan pertanaman kacang panjang sekaligus dilakukan penggemburan tanah dengan alat-alat sederhana antara lain cethok atau pacul.RoguingRoguing adalah kegiatan membersihkan rerumputan dan gulma dilahan pertanaman dan menyeleksi tanaman yang sakit, tanaman tipe simpang, dan varietas lain. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan penyiangan, pemupukan dan pengamatan hama penyakit.Pengendalian hama penyakitPertanaman kacang panjang untuk memproduksi benih adalah pertanaman yang dibudidayakan secara intensif. Tanaman harus diupayakan agar tetap sehat. Pengamatan dan pengamanan tanaman, termasuk musuh alami hama, harus dilaksanakan dengan seksama. Dengan demikian, pengamanan tanaman berpijak pada prinsip pengendalian hama terpadu.PanenPemanenan kacang panjang yang dibudidayakan untuk keperluan penangkaran benih dapat dilakukan setelah tanaman cukup tua yaitu berumur 80-90 hari, tergantung pada varietas. Polong yang baik dibiarkan tua sampai kulitnya berwarna kuning tetapi tidak sampai terlalu kering. Panen dilakukan pada saat cuaca cerah dengan jalan memetik polong tanaman secara hati-hati dan diikat.Penanganan pasca panenPenanganan pasca panen polong tua untuk benih meliputi kegiatan pengumpulan hasil dan seleksi polong, pengeringan, pengambilan biji, pengemasan dan penyimpanan.Pengumpulan hasil dan seleksi polongPolong muda tidak dapat dijadikan benih dipanen sebagai sayur segar. Hasil panen polong tua segera dikumpulkan di tempat penampungan.PengeringanBrangkasan dikeringkan dengan cara dijemur dibawah terik matahari atau alat pengering buatan. Biji dijemur sampai kering selama 3 hari dengan sinar matahari. Biji yang terdapat di bagian ujung polong sebaiknya tidak digunakan sebagai benih.Pengambilan bijiPolong yang sudah kering dikumpulkan dalam satu wadah, kemudian dipukul-pukul secara pelan-pelan dengan alat bantu sepotong kayu. Polong yag sudah pecah ditampih untuk memisahkan kulit dan kotoran, sedangkan biji-bijinya ditampung dalam satu wadah. Biji dikeringkan kembali hingga mencapai kadar air 11-12 %PengemasanSebelum disimpan untuk menghindari hama gudang benih diperlakukan dengan menggunakan pestisida Savin sebanyak 1 gr untuk tiap kg benih. Kemudian benih disimpan dalam kemasan plastik atau kaleng yang rapat dan kering, benih kacang panjang tahan disimpan selama 1-2 tahun. Kondisi penyimpanan benih yang kurang baik akan cepat menurunkan daya tumbuh benih.PenyimpananBiji kacang panjang yang telah dimasukkan kedalam kemasan plastik atau kaleng dapat disimpan dalam ruangan yang kondisinya kering dan sirkulasi udaranya baik.