TEKNOLOGI BAWANG MERAH PROSPEK USAHATANI BAWANG MERAHAgar usahatani bawang merah bisa berhasil baik, maka pengembangan/penanaman bawang merah harus sesuai dengan syarat-syarat tumbuh seperti :a. Lokasi PertanamanTanah : lempung berpasir; Solum tanah : dangkal; Drainase baik; pH tanah 5,5 – 6 (lahan agak masam); Ketinggian tempat 10 – 800 meter diatas permukaan laut; Suhu rata-rata 16 – 38o atau suhu optimum 27o; dan lahan bukan bekas penanaman bawang merah seperti bekas padi, jagung, cabe dansebagainya. b. Persiapan Benih/BibitUmbi bibit yang baik cukup umur yaitu > 60 hari setelah tanam baru jatuh daunnya; penampilan umbi segar dan padat, berwarnah cerah, telah disimpan 2-2,5 bulan, tunas telah sampai diujung bila belum lakukan pemotongan ujung 1/3 bagian, lalu tanam; Ukuran umbi 5-10 gr/umbi atau dibutuhkan bibit 1-1,2 ton per hektar; Umbi yang akan dijadikan bibit diikan 1-1,5 kg/ikat digantung di para-para di samping rumah dengan mengikatkan daunnya kepara-para. c. Persiapan LahanUntuk pertanaman bawang merah dibuat bedengan terlebih dahulu diolah sempurnah, kemudian dibuat bedengan dan parit; jarak antar bedengan 03 – 0,75 m; lebar bedengan 0,9-1,5 m; Jarak Tanam 20 x 20 cm atau 15 x 20 cm. d. PenanamanUmbi bibit dibenamkan ¼ bagian tepat di dalam garis tanam dengan posisi tunas menghadap keatas; Tanah dari parit bedengan ditambahkan untuk menutup bibit kemudian disiram. e. Pemupukan Pupuk dasar diberikan secara merata sehari sebelum tanam (pupuk kandang 5 – 10 ton/ha); Pemupukan pertama an-organik dosis : 300 kg/ha SP36, 100 kg/ha KCl, dan 50 kg/ha urea; Pemupukan kedua diberikan 15 HST dosis : 100 kg/ha KCl, 50 kg/ha urea, dan 100 kg/ha ZA; Pada umur 30 HST diberi 300 kg/ha ZA, (pemupukan dilakukan setelah penyiangan). f. PengairanDilahan sawah air bisa dilakukan dengan penggenangan pada parit, atau disiram dengan springkler/gembor. g. Pemeliharaan TanamanPemeliharaan tanaman bawang merah yang paling banyak waktunya adalah pengendalian gulma. Dengan herbisida pratumbuh (kimiawi), atau secara fisik mencabut/gasrok (subek). Pengendalian hama penyakit, beberapa hama penting pada pada usahatani bawang merah serta cara pengendaliannya yaitu :• Ulat daun bawang (Spodoptera exiqua); gejalanya : daun yang terserang terlihat bercak putih transparan, karena ulat menggerek daun dan masuk kedalamnya sehingga merusak jaringan daun sebelah dalam sehingga kadang-kadang daun terkulai. Cara Pengendalian : Rotasi tanaman, waktu tanam serempak atau pengendalian secara kimiawi seperti, Curacron 50 EC, Bayrusil 35 EC, atau Diazinon 60 EC.• Trips (Trips tabaci Lind) Gejala serangan : terdapat bintik-bintik keputihan pada daun kemudian daun menjadi kering. Serangan trips pada musim kemarau. Cara Pengendalian : mengatur waktu tanam• Penyakit yang dominan menyerang seperti : layu fusarium, dan bercak ungu atau trotol disebabkan oleh alternaria porri; Gejala serangan : daun terdapat bercak keputih-putihan dan agak mengendap, lama-kelamaan berwarna ungu bentuk oval, keabu-abuan dan bertepung hitam. Penyakit ini umumnya terjadi pada musim hujan; Cara Pengendalian- Rotasi tanaman- Setelah hujan penyemprotan dengan air untuk mengurangi spora yang menempel pada daun;- Pengendalian secara kimiawi dengan penyemprotan fungisida yaitu: antracol 70 WP, Dithane M-45, Deconil 75 WP, atau Furadan 3G sebanyak 20-80 kg/ha dan Explore 250 EC . h. PanenPemanenan bawang merah tergantung kondisi: agroklimat (musim hujan) biasanya panen cepat, hanya kualitasnya rendah (cepat busuk, dan bertunas);dan keinginan (disimpan lama/harga tinggi), maka harus dipanen pada umur tepat/cukup tua. Untuk dataran rendah pada umur 60-70 HST dan 70-80 HST pada dataran tinggi. Tanda-tanda siap dipanen yaitu:a. Pangkal daun bila dipengan lunakb. 70-80% daun berwarna kuningc. Umbi lapis kelihatan penuh berisid. Sebagian umbi tersembul diatas permukaan tanahe. Tercium aroma bawang dan terbentuk pigmen/berwarna merahf. Daun bagian atas mulai rebah.Pemanenan baiknya waktu kering/cuaca cerah. Seluruh tanaman dicabut secara hati-hati, kemudian setiap satu kepal diikat pada 1/3 daun bagian atas, untuk penggantungan/ pengeringan. JAMALUDDIN.SPPPL DESA BULUTELLUE