Loading...

Teknologi Budidaya Padi Batet

Teknologi Budidaya Padi Batet
Padi batet adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen padi tanpa dilakukan pemangkasan batang, dimana akan muncul tunas pada buku paling atas. Suplai unsur hara didapatkan dari batang tanaman padi yang lama. Budidaya padi batet akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani untuk wilayah-wilayah yang belum mampu untuk tanam padi IP 200 atau 300 karena terkendala dengan serangan hama tikus. Budidaya ini menguntungkan secara ekonomi karena mengurangi biaya produksi antara lain biaya pembelian benih dan upah tenaga kerja pengolahan lahan. Budidaya batet dilakukan di wilayah tertentu sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat dalam kegiatan budidaya padi. Untukmeningkatkan produkstivitas tanaman padi batet maka perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif dengan perbaikan komponen budidaya tanaman. Pemotongan batang padi Pemotongan ulang tunggul sisa panen secara seragam dengan alat pemotong hingga tersisa 3-5 cm dari permukaan tanah (Jarak tanam dari pertanaman pertama adalah jajar legowo 2:1 (20 cmx 40 cm) x 10 cm) Pemupukan tanaman Dosis pupuk Urea:135 kg/ha dan NPK:350 kg/ha Pemupukan 1 pada umur tanaman 15-20 Hari Setelah Pemotongan (HSP) sebanyak 40% yaitu Urea = 54 kg, NPK=140 kg. Pemupukan susulan pada umur tanaman 30-35 HSP sebanyak 60% yaitu Urea = 81 kg, NPK= 210 kg Pengendalian hama dan penyakit tanaman Pengendalian hama terpadu dilakukan sesuai tingkat serangan hama penyakit pada pertanaman Pengendalian gulma secara manual Umur padi batet adalahi 80 hari setelah pemotongan jerami. Alat yang digunakan petani adalah sabit. Padi yang telah dipotong dengan sabit di rontokkan menggunakan power thresher dan dikemas dalam karung plastik dan dijahit. Pasca panen padi dengan Jemur di lantai semen atau terpal. Analisa Usaha tani: Saprodi (benih, pupuk , pestisida): 1 paket x 1.242.000 = 1.242.000 Upah : 218,08 OH x 50.000 = 10.904.000 Penyusutan alat 1 tahun : 1 x 97.300 = 97.300 Total Biaya = 12.243.300 Penerimaan : 5,9 ton GKP x 4.100 = 24.190.000 Keuntungan = 11.946.700 B/C = 0,98 (Sri Suryani M. Rambe, BPTP Bengkulu) Sumber: BPTP Bengkulu