Seledri (Apium graveolens L. Dulce) merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak digunakan untuk penyedap makanan dan penghias hidangan. Biji seledri juga digunakan sebagai bumbu dan penyedap. Bahkan untuk kesehatan sangat manjur menurunkan tekanan darah tinggi bagi yang menderita hipertensi. Budidaya seledri tidak hanya pada kebun yang luas, tetapi pada lahan yang sempit seperti pada lahan pekarangan masih dapat diusahakan dalam pot atau ploybag. Menanam seledri dalam pot atau polybag, selain kondisinya lebih mudah dikontrol juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias. Inovasi ini dikenal dengan Rumah Pangan Lestari (RPL) Program Kementerian Pertanian. Budidaya Tanaman Persemaian Tanaman Seledri sebelum tanam perlu disemai terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di dalam bak plastik dengan ukuran 28x36x6 cm. Media tanam yang digunakan tanah topsoil (tanah permukaan yang subur umumnya berwarna gelap karena banyak mengandung humus) + pupuk kandang ayam + serbuk gergaji dengan perbandingan 2:1:1. Aduk ketiga bahan tersebut, kemudian masukkan ke bak plastik. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji seledri direndam dalam air dengan suhu 50° C selama 15 menit untuk merangsang perkecambahan. Biji ditaburkan secara merata, lebih mudah bila biji dicampur dengan pasir halus agar penyebaran merata. Tutup benih dengan tanah tipis dan siram permukaan bedengan sampai lembab. Untuk menjaga kelembaban persemaian ditutup dengan alang-alang atau jerami dan ditinggikan tutup tersebut apabila kecambah telah tumbuh. Penanaman Seledri Setelah ± 40 hari atau telah mempunyai 3-4 daun, bibit seledri yang sehat di cabut dengan akarnya. Pindahkan bibit seledri ke polybag kecil atau gelas plastik bekas air mineral, setelah tanaman cukup besar pindahkan lagi ke pot yang lebih besar. Media tanaman yang cocok adalah campuran tanah subur/topsoil, pupuk kandang dan serbuk gergaji/sekam dengan perbandingan 1:1:1. Campurkan semua bahan tersebut, kemudian masukkan ke dalam polibag atau pot yang berukuran besar. Untuk pot gantung lebih bagus menggunakan moss atau akar eceng gondok sebagai media tanam karena bobotnya yang ringan. Pemeliharaan Tanaman Pemeliharaan tanaman seledri pada skala rumah tangga tidaklah sulit, yang penting selalu jaga kelembaban media tanam, terutama di musim panas, hama dan penyakit jarang ditemukan. Usahakan tanah tetap gembur dan Tanah tidak boleh kekeringan atau tergenang air (becek). Guna mempercepat daun seledri tumbuh besar, buang setiap keluar anakan pada tanaman seledri, sehingga pertumbuhan daunnya maksimal. Membiarkan tumbuh anakan akan mengurangi pertumbuhan besar daun, tetapi hal ini bisa dilakukan apabila kita ingin memperbanyak tanaman seledri tersebut lewat anakan, pisahkan anakan yang sudah cukup banyak perakarannya. Pemupukan Pemupukan cukup dengan menyemprotkan pupuk daun seperti Gandasil D seminggu sekali. Panen Panen dapat dilakukan seminggu sekali dengan memetik daun yang sudah cukup besar. Penyusun Tim Penyuluh BPP Ktg Barat